5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Makna Maut

Makna Maut

Fiqhislam.com - Maut akan hadir pada setiap insan. Baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, atau pun dewasa. Dan tak sedikit orang yang menakuti akan kehadirannya. Tapi, ada pula yang menyambut dengan gembira kedatangan maut pada dirinya. Lalu, apa sih maut itu?

Hidup dan maut adalah istilah yang saling berlawanan seperti terang dan gelap, dingin dan panas. Karena itu kamus-kamus bahasa Arab mendefinisikan salah satu dari keduanya adalah lawan dari yang lain. Dalam definisi hidup, contohnya, kamus bahasa Arab menyatakan, “Hidup adalah lawan mati. Sesuatu yang hidup adalah lawan yang mati.” Dalam mendefinisikan maut Anda berkata, “Maut adalah kebalikan dari hidup.”

Makna dasar maut dalam bahasa Arab adalah diam. Jadi, setiap yang diam berarti telah mati. Menurut orang Arab, maut dapat berarti padam, diam, dan tenang. Maut adalah sesuatu yang tak memiliki roh.

Jika diam (tenang) adalah makna asal maut secara bahasa, maka gerak adalah makna asal kehidupan. Dalam Lisan al-Arab disebutkan, “Yang hidup adalah setiap yang dapat berbicara. Tumbuhan yang hidup adalah yang segar dan tumbuh.”

Kehidupan manusia timbul pada saat roh ditiupkan pada jasad janin dalam rahim ibunya. Sedangkan maut adalah terputusnya hubungan dan terpisahnya roh dengan badan, juga bermakna bergantinya keadaan, dan berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain.

yy/islampos
Sumber: Ensiklopedia Kiamat/Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi
Tags: Makna Maut