<
pustaka.png
basmalah.png

Mulianya Umat Nabi Muhammad, Nabi Adam pun Tak Memilikinya

Mulianya Umat Nabi Muhammad, Nabi Adam pun Tak Memilikinya

Fiqhislam.com - Nabi Muhammad SAW sangat mencintai umatnya. Bahkan, dikala menjelang ajalnya, yang beliau pikirkan hanyalah umatnya. Begitu berarti kita ini baginya. Namun, mengapa kita tak pernah sadar akan hal itu?

Bahkan Nabi Adam pun tak memiliki apa yang menjadi kemuliaan kita, sebagai umat Rasulullah. Diriwayatkan bahwa Nabi Adam berkata, “Sesungguhnya Allah memberikan empat kemuliaan kepada umat Muhammad SAW yang tidak diberikan kepadaku, yaitu:

1. Diterimanya taubatku hanya di Makkah, akan tetapi umat Muhammad dapat bertaubat di mana saja dan Allah akan menerimanya.

2. Dahulu sebelum melakukan dosa aku memakai pakaian dan setelah melakukan dosa aku ditelanjangi, akan tetapi umat Muhammad sewaktu berbuat dosa dengan telanjang dan Allah nanti memberinya pakaian.

3. Sewaktu aku berbuat dosa, Allah memisahkan aku dengan istriku, akan tetapi umat Muhammad yang berbuat dosa tidak dipisahkan dengan istrinya.

4. Sewaktu aku melakukan dosa di surga, lalu aku dikeluarkan karena perbuatan dosa itu, akan tetapi umat Muhammad sewaktu berbuat dosa berada di luar surga, kemudian dapat masuk surga setelah bertaubat.”

Subhanallah, itulah kemuliaan yang kita miliki. Tapi, mengapa kita tetap saja tidak menyadari akan hal itu? Kita selalu merasa sebagai makhluk yang paling tidak diperdulikan. Padahal, Allah sangat memuliakan kedudukan kita dibandingkan dengan lainnya.

Oleh sebab itu, sadarilah betapa besar kasih sayang Allah pada kita. Sadarilah cinta Rasul kepada kita pun amat sangat besar. Apakah kita tidak malu jika membuat mereka kecewa akan perbuatan kita? Masihkan kita merasa bahwa Allah tidak adil terhadap kita?

Allah selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk senantiasa bertaubat, memohon ampun kepada-Nya. Tetapi, kita sendirilah yang menyia-nyiakan itu. Maka, jangan salahkah Dia, jika Dia tidak mengikuti apa yang menjadi keinginanmu.

yy/islampos
Sumber: Terjemah Tanbihul Ghafilin Peringatan bagi Orang-orang yang Lupa 2/Karya: Abu Laits as Samarqandi/Penerbit: PT Karya Toha Putra Semarang
 
top