pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


15 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 25 Juni 2021

Hakikat Zuhud

عن أبى العباس -سهل بن سعد الساعدي- رضي الله عنه قال: "جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم, فقال: يا رسول الله, دلنى على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبنى الناس, فقال: "إزهد فى الدنيا يحبك الله, وازهد فيما عند الناس يحبك الناس. "حديث حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة

http://4.bp.blogspot.com/_iNjCiU2M-yo/Sp57e2og48I/AAAAAAAAAAk/l7CgR4oOaRA/s400/ZUHUD+POSTER.jpg

"Dari Abu Abbas Sahal bin Sa'd Sa'idi, radiyallahhu anhu berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw sambil bertanya: "Ya Rasulullah saw, tunjukkan kepadaku sebuah amal yang apabila aku mengerjakannya maka Allah dan manusia akan mencintaiku." Maka Rasulullah saw menjawab: "Zuhudlah engkau di dunia ini niscaya Allah akan mencintaimu dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia, niscaya manusia akan mencintaimu." (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan isnad yang juga hasan)

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa Rasulullah saw telah menganjurkan kita untuk meminimalisir interaksi kita dengan dunia ini dan berlaku zuhud terhadapnya. Karena beliau telah bersabda:

كن فى الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل

"Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau perantau."(HR. Tirmizi)

Beliau juga mengatakan:

حب الدنيا رأس كل خطيئة

"Cinta dunia itu adalah biang keladi semua dosa." (HR. Baihaqi, status hadits mursal dari Hasan Bashri, isnadnya hasan)

Dalam hadits lain disebutkan:

إن الزاهد فى الدنيا يريح قلبه فى الدنيا والآخرة, والراغب فى الدنيا يتعب قلبه فى الدنيا والآخرة

"Sesungguhnya orang yang zuhud di dunia akan melegakan hatinya di dunia dan akhirat. Dan orang yang mencintai dunia, hatinya akan susah dan letih di dunia dan akhirat."(HR. Thabrani dalam Awshat dan Ibnu Addy dan Baihaqi dengan riwayat dari Abu Hurairah)

Maka, ketahuilah bahwa siapa saja yang hidup di dunia ini hanya sebagai seorang tamu dan apa saja yang ada di tangannya hanya sebuah pinjaman. Seorang tamu, layaknya cuma perantau dan pinjaman yang ada di tangannya akan dikembalikan.

Imam Ali Radiyallahu anhu ra mengatakan dalam sebuah khutbahnya: "Dunia ini ibarat ladang tempat makan orang baik dan orang jahat."

Sungguh, dunia ini amat membenci para wali-wali Allah swt dan mencintai para penggila dunia. Barangsiapa yang mencintai para wali Allah berarti ia siap dibenci dunia dan para penggilanya. Rasulullah saw sendiri telah mengarahkan seorang yang ingin meninggalkan dunia dengan alasan ingin bersikap zuhud. Beliau mengarahkannya agar menjadikan semua fasilitas dunia sebagai alat menggapai akhirat dan cinta-Nya. Yakni ridho-Nya. Selain itu beliau juga mengarahkan orang tersebut untuk zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia jika ia ingin mendapatkan kecintaan mereka.

Terhadap harta kekayaan, ia adalah sesuatu yang menjadi pusat konflik manusia di atas muka bumi ini dan cara untuk mengejar segala prestise duniawi.

Rasulullahsaw bersabda:

من كانت الآخرة همه جمع الله شمله غناه فى قلبه وأتته الدنيا وهي راغمة, ومن كانت الدنيا همه شتت الله شمله وجعل فقره بين عينيه ولم يأته من الدنيا إلا من قدر له والسعيد من اختار باقية يدوم نعيهما على بالية لا ينفد عذابها

"Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai ambisinya maka Allah akan menghimpun kekuatannya dalam hatinya dan dunia mendatanginya dengan segan-segan. Sebaliknya, barangsiapa yang dunia menjadi ambisi hidupnya, maka Allah akan memecah-belah kekuatannya, menjadikan kefakiran di depan matanya dan dunia tidak memberikan sesuatu kepadanya kecuali sekedar apa yang sudah ditakdirkan baginya. Orang yang bahagia adalah orang yang memilih akhirat yang kekal, abadi kenikmatannya ketimbang memilih dunia yang fana dan azab yang tidak berkesudahan di akhirat kelak."(HR. Tirmizi)

Semoga kita bisa bersikap zuhud dan menjadikan semua fasilitas dunia sebagai alat menggapai akhirat dan ridho Allah swt, Amiin. Wallahu a'lam bish-showab

Hidayatullah, Lc al-hafiz | hidayathamim.blogspot.com

 

Artikel Terkait