11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

Mencari Hukuman Zina yang Sesuai Syariat Islam

Mencari Hukuman Zina yang Sesuai Syariat Islam

Fiqhislam.com - Allah swt melarang setiap hamba-Nya yang berdosa berputus asa dari rahmat-Nya. sesungguhnya pintu taubat senantiasa terbuka baginya selama nyawa belum sampai di tenggorokan atau matahari belum terbit dari barat. Seberapa pun dosa yang diperbuat seorang hamba selama ia bukan terkategorikan syirik lalu ia datang menemui Allah dengan taubat yang sebenarnya (taubat nasuha) maka Allah akan mendatangkan baginya ampunan sebesar itu pula.

Firman Allah swt :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Artinya : “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar : 53)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا


Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)." (QS. At Tahrim : 8)

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Anas bin Malik ia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Allah tabaraka wa ta'ala berfirman: "Wahai anak Adam, tidaklah engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku melainkan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan Aku tidak perduli, wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku niscaya aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan kepenuh bumi kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak mensekutukan sesuatu dengan-Ku niscaya aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi." Abu Isa berkata; hadits adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini.

Semoga keinginan kuat anda untuk mendapatkan hukuman yang sesuai dengan syariat islam atas perbuatan zina yang pernah anda lakukan menjadi bukti dihadapan Allah swt akan penyesalan dan kesungguhan taubat anda terhadapnya.

Sebagaimana diketahui bahwa hukuman bagi seorang pazina adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan bagi yang belum menikah sedangkan bagi yang telah menikah maka dirajam.

Namun demikian hukuman tersebut tidaklah bisa diterapkan di suatu negeri yang didalamnya tidak diterapkan hukum Allah swt, seperti : di Indonesia.

Dengan demikian yang saat ini harus anda lakukan selain bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha adalah menutup rapat-rapat aib tersebut dan janganlah anda pernah membongkar atau menceritakannya kembali kepada orang lain.

Selanjutnya mintalah agar istri anda mau memaafkan kesalahan anda masa lalu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan menyukai orang-orang yang memberikan pemaafan kepada orang lain.

Mintalah pula agar dia menutupi aib anda tersebut dan tidak menceritakannya kepada siapa pun terlebih anda adalah orang terdekat dengannya karena membuka aib anda berarti pula membuka aibnya dan seluruh keluarga. Dengan menutupinya berarti baginya pahala yang besar di sisi Allah swt.

Imam Bukhori meriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Umar mengabarkannya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari qiyamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari qiyamat".  Wallahu A’lam

Oleh Sigit Pranowo Lc |  Eramuslim.com