14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Jangan Menyepelekan Perkara-perkara Ini

Jangan Menyepelekan Perkara-perkara Ini

Fiqhislam.com - Ibadah yang dilakukan terus-menerus tidak cukup untuk menjadi jaminan kita masuk surga dan terbebas dari pedihnya siksa kubur dan api neraka. Ibadah yang terus-menerus ini haruslah sesuai dengan aturan dan tuntunan Rasulullah SAW. Karena apalah arti kuantitas apabila tidak berkualitas.

Untuk menggapai surga milik Allah SWT dan terbebas dari siksa-Nya yang pedih ini, kita juga harus menjauhi segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Karena apalah arti Ibadah apabila kita mengiringinnya dengan kemaksiatan.

Di antara kemaksiatan yang harus kita jauhi adalah tidak beristinja’ setelah kencing, ghibah dan namimah. Ketiga perkara ini seringkali dianggap remeh oleh sebagian orang. Namun ketahuilah, saudaraku, perkara yang dianggap remeh ini akan mengakibatkan seseorang disiksa di kuburnya apabila dia melakuknnya ketika hidup.

Berikut dalil-dalil beserta penjelasannya:

a. Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda saat melewati dua buah kuburan

“Kedua mayit ini sedang di siksa. Keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Salah satunya disiksa karena tidak beristinja’ setelah kencing dan yang lain disiksa karena selalu mengadu domba (namimah).”

Kemudian Rasulullah SAW mengambil sebuah pelepah kurma basah dan membaginya menjadi dua, masing-masing ditancapkan pada dua kuburan tersebut. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berbuat begitu?” Raasulullah menjawab, “Barangkali bisa meringankan siksa keduanya selama belum kering.” (HR. Nasa’i)

Hadits tersebut diriwayatkan dengan berbagai nasad, di antaranya dikutip al Khallal dari Abu Khurairah ra, “Sementara yang lain selalu menjelekkan dengan lisannya dan mengadu domba.”

Juga yang dikutip Thabrani dari Aisyah, Anas bin Malik dan Ibnu Umar serta dikutip Abu yu’la dari Jabir, “Salah satunya selalu meng-gibah orang lain.” Al-Astram juga mengutip riwayat Abu Umamah, “Orang-orang mengatakan, ‘Wahai Nabi, hingga kapan mereka akan disksa?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ini adalah hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Kalau hati kalian tidak berbeda-beda dan kalau bukan karena pembicaraan kalian yang bermacam-macam, kalian pasti akan mendengar seperti yang sedang aku dengar.’”

b. Aisyah ra pernah bercerita, “Ada seorang wanita Yahudi yang menemuiku seraya berkata, ‘Siksa kubur itu karena air kencing.’ Akupun menanggapinya, ‘Bohong engkau.’ Dia berkata kembali, ‘Aku tidak berbohong, nanti kita pun akan menarik kulit dan pakaian karena siksa tersebut.’ Tiba-tiba Rasulullah SAW keluar untuk menunaikan shalat, sementara pembicaraan kami terdengar semakin keras. Rasulullah SAW bertanya, ‘Ada apa ini?’ Aku pun memberitahukan apa yang telah dikatakan wanita Yahudi tersebut. Rasulullah SAW berkata, ‘Wanita tersebut memang benar.’ Sejak itu Rasulullah SAW tidak pernah shalat lagi kecuali membaca doa usai shalat berikut, ‘Ya Tuhan, Jibril, Mikail, dan Israfil, lindungilah aku dari panasnya neraka dan siksa kubur.’” (HR Nasa’i)

c. Dari Abdurrahman bin Hasanah bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian tahu apa yang dialami orang bani Israil? Jika mereka sampai terkena air kencing, mereka memotong bagian tubuh yang terkena air kencing tersebut. Kemudian mereka dilarang dan diapun disiksa di kuburnya.” (HR. Abu Daud)

d. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hal yang paling banyak menyebabkan siksa kubur adalah air kencing.”(HR. Ibnu Majah)

e. Ibnu Abbas meriwayatakan dari Rasulullah SAW, “Kebanyakan orang yang disiksa di alam kubur adalah karena air kencing. Jadi, bersihkanlah diri kalian dari air kencing.” (HR. Hakim)

f. Dari Anas ra, Rasulullah SAW berkata, “Bertaqwalah kepada Allah SWT dalam hal air kencing karena air kencing adalah hal pertama yang akan dihisab di alam kubur.”

g. Rasulullah SAW pernah bersabda, “’Maimunah, berlindunglah kepada Allah dari isksa kubur!’ Aku bertanya, ‘Rasulullah, apakah siksa kubur itu benar-benar ada?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya Maimunah, dan siksaan yang paling pedih adalah karena ghibah dan namimah.”Siksaan terhadap ketiga hal tersebut terjadi di alam kubur karena alam kubur merupakan tempat kehidupan akhirat yabg pertama kali.’” 

yy/islampos
Sumber: Misteri Malam Pertama di Alam Kubur/Jubair Tablig Syahid/Penerbit: Cable Book/2012