fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Penjagaan Allah kepada yang Beriman

Fiqhislam.com - Penjagaan Allah teramat indah, pada waktu dan cara yang begitu menakjubkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS.Muhammad [47] : 7)

Allah swt telah menjamin penjagaan terhadap orang-orang yang beriman dan membela mereka sebagaimana dinyatakan di banyak tempat (kisah) dalam Al Qur’an.

Diantara kisah – kisah dalam Al Qur’an diantaranya adalah disebutkan dalam surat Al Kahfi tentang beberapa kisah seperti Kisah Ashhabul Kahfi, para pemuda yang beriman pada zaman Romawi yang belum memeluk agama apa-pun-animsme adalah sebagai agama mereka.

Akan tetapi, Allah member petunjuk kepada mereka agar mencari tempat perlindungan di sebuah gua (kahfi) yang jauh dari kota. Hal itu dilakukan bukan untuk melarikan diri dari kenyataan dan dari para penguasa yang zalim, tapi agar mereka dapat beribadah kepada Allah tanpa ada yang menghalangi.

Allah swt dengan rahmatNya telah menghalangi pendengaran mereka dan membuat mereka tertidur selama kurang lebih tiga abad, yaitu pada kurun waktu sirnanya hukum kafir dan animis, dan telah tiba masa hukum yang menghormati dan memuliakan para pengikut agama tauhid. Agar kisah ini tetap terjaga hingga generasi-generasi yang beriman kelak yang mengandung banyak pelajaran dan hikmah.

Sedikit kita melihat pada kehidupan kita sehari-hari, bagaimana penjagaan Allah swt terhadap orang-orang yang beriman. Mungkin anda pernah terjatuh sewaktu mengendarai sepeda motor hingga lutut anda lecet-lecet. Padahal anda sudah sangat berhati-hati, doa berpergianpun tak pernah lupa dan kondisi kendaraan pun layak untuk dipakai. Akan tetapi anda masih terjatuh karena terserempet kendaraan lain.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah [2]:216)

Tahukah bisa jadi itu adalah bentuk penjagaan Allah swt dari kecelakaan yang lebih besar. Seperti sepasang suami istri yang merindukan kehadiran seorang anak dalam kehidupan mereka, namun setelah sepuluh tahun menikah dan dianugrahi seorang anak namun ternyata tak lama anak tersebut meninggal dunia, bisa jadi itu merupakan bentuk penjagaan Allah swt.

Dalam sebuah kisah seorang anak kecil dibunuh oleh Khidir tanpa ada sebab, sebagaimana yang diduga oleh Musa a.s. ketika dia menyangkal Khidir.

فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا لَقِيَا غُلامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا

“Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang munkar,” (QS Al Kahfi [18]: 74)

Kemudian dia memberitahu Musa bahwa anak ini telah diketahui Allah dengan ilmuNya terhadap yang ghaib, bahwa saat dia menginjak dewasa akan menjadi orang lalim dan kejam, dia akan menyiksa kedua oangtuanya. Untuk menjaga kemashalatan kedua orangtuanya itu, Allah berkehendak melindungi keduanya dengan menyelamatkan mereka dari anak tersebut:

وَأَمَّا الْغُلامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا -فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا

“Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).” (Q.S Al Kahfi [18]: 80-81).

Walaupun yang tampak pada lahirnya dia adalah anak kecil yang bebas, dan hal ini membuat sedih kedua orangtuanya, tetapi itu lebih baik bagi keduanya tanpa mereka berdua mengetahuinya. Dalam kisah ini, sesuatu yang dapat diambil adalah bahwa Allah akan memberikan sebuah penjagaan kepada siapa saja yang beriman kepada Allah swt. Dan Allah tidak harus menunggu pesetujuan kita untuk melakukan ini, itu karena Allah Maha tau apa yang terbaik untuk kita.

Allah akan menjaga setiap hamba yang menjaga dirinya. Ketika anda berpakaian sopan menutup aurat maka anda sudah menjaga diri anda dari pandangan nafsu yang bisa membahayakan diri anda. Ketika anda menjaga perkataan dalam berucap maka Allah akan melindungi dari tajamnya lidah. Jika anda menjaga cinta yang ada dalam hati yaitu cinta kepada Sang Khaliq, maka Allah akan menjaga cinta itu tetap tumbuh subur dalam diri anda.

Penjagaan Allah teramat indah, pada waktu dan cara yang begitu menakjubkan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan penjagaan Allah swt. Selalu dan seterusnya. Amin. Wallahu a’lam bishawab. [yy/percikaniman]