12 Safar 1443  |  Senin 20 September 2021

basmalah.png

Motivasi Beramal Karena Dunia

http://3.bp.blogspot.com/_CPPtH5WSE-8/S7aOwhQgnWI/AAAAAAAAABw/1ahPwngsUnU/s1600/steps.jpgIkhlas adalah pokok agama dan ruhnya tauhid. Artinya seluruh ibadah yang dilakukan mutlak harus disendirikan dan ditujukan untuk mengharap wajah Allah semata. Seorang yang ikhlas tidaklah menginginkan agar amalnya dilihat, didengar atau diperhatikan orang lain. Ia beramal tidak untuk kepentingan duniawi, namun ikhlas semata-mata karena Allah. Dengan demikian iman dan tauhid seseorang menjadi sempurna.

Hati-hati Fitnah Dunia!

Berbagai macam kenikmatan didunia baik berupa harta, kedudukan dan lainnya merupakan ujian yang banyak menjerumuskan manusia ke jurang kesesatan. Demi mencapai kenikmatan dunia seseorang bisa saja rela berbuat apapun asal keinginannya terwujud. Tujuan hidupnya seolah-olah hanya untuk mencapai kesenangan duniawi belaka. Bahkan aktivitas ibadahnya pun tidak lepas dari keinginan untuk mendapatkan kenikmatan duniawi. Allah SWT telah mensinyalir orang-orang yang seperti ini dalam firmannya: Barangsiapa yang menghendaki kenikmatan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. (QS Huud:15-16)

Dalam ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa siapa saja yang menghendaki balasan duniawi dari amal ibadahnya, maka Alllah akan memberikannya di dunia ini. Akan tetapi kelak ia akan merugi di hari kiamat, ketika ia sangat membutuhkan amal ibadah. Bahkan dengan amal ibadahnya itu ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam neraka. Balasan amal shalihnya itu telah ia rasakan di dunia, seluruhnya telah terhapus, hilang serta tidak dapat digunakan untuk menyelamatkannya pada hari kiamat.

Celakalah Budak Harta!

Seseorang yang sangat gandrung kepada harta secara tidak sadar telah menjadikan aktivitas-aktivitas ibadahnya hanya untuk meraih harta, sehingga dia bergelar hamba/budak harta. Akibatnya dia tidak akan mendapatkan apa-apa dari ibadah tersebut kecuali rasa capek. Karena itu seseorang dalam ibadahnya harus berusaha untuk ikhlas dan jauh dari motivasi dunia. Salah satu caranya adalah tidak peduli dengan pujian atau celaan manusia, selama dirinya berada di jalan Allah.

Diriwayatkan dalam Shoih Bukhori, sahabat Abu Huroiroh r.a menuturkan bahwa Rosulullah bersabda yang artinya: Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah, celakalah hamba khamilah. Jika diberi dia senang, tetapi jika tidak diberi dia marah. Celakalah dia dan tersungkurlah. Apabila terkena duri semoga tidak dapat mencabutnya. Berbahagialah seorang hamba yang memacu kudanya (berjihad di jalan Allah) dengan rambutnya yang kusut dan kedua kakinya berlumur debu. Bila dia berada di pos penjagaan, dia akan tetap setia di pos penjagaan itu. Bila ditugaskan di garis belakang, dia akan tetap setia digaris belakang itu. Jika dia meminta izin (untuk menemui raja atau penguasa) tidak diperkenankan. Jika bertindak sebagai perantara tidak diterima perantaraannya.

Dalam hadits di atas Rosulullah menjelaskan bahwa sebagian orang ada yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya. Barangsiapa yang demikian kondisinya, maka kesudahannya adalah kehancuran dan kehinaan. Ciri-ciri yang membeberkan sifat rakus mereka terhadap dunia adalah jika diberi dia senang, namun jika tidak diberi dia marah. Nabi telah memberikannya sifat Jika diberi dia senang, jika tidak diberi dia marah”. Hal ini sebagaimana firman Allah yang artinya, ”Dan diantara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagiannya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian darinya, dengan serta merta mereka menjadi marah”. (QS At-Taubah:58)

Ridho mereka ditujukan untuk selain Allah dan kemarahan mereka untuk selain Allah pula. Beginilah keadaan orang yang mengabdikan dirinya kepada hawa nafsunya. Jika ia berhasil meraihnya, maka dia bergembira dan jika tidak, maka merah padamlah mukanya. Allah berfirman: Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai fitnah (cobaan) dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS Al Anfal:28)

Sedangkan di antara manusia ada yang menjadikan ridho Allah dan negeri akhirat sebagai tujuannya. Ia tidak berambisi mendapatkan kemuliaan dan popularitas. Tujuan ibadahnya hanyalah karena taat kepada Allahdan Rasul-Nya semata. Mereka adalah orang yang tidak suka menampak-nampakkan kebagusan amalan lahiriyahnya dan bisa jadi mereka rendah dalam pandangan manusia, akan tetapi tempat kembalinya adalah syurga dan baginya pahala yang baik.

Bentuk-bentuk beramal karena dunia.

Amalan ibadah yang ditujukan untuk kepentingan dunia ada beberapa bentuk:

1) Seseorang beribadah dengan tujuan untuk dunia semata serta tidak terbetik keinginan sedikitpun untuk mendapatkan pahala di akhirat. Amalan yang demikian itu bukanlah amalan seseorang mukmin karena seorang mukmin sekalipun imannya sangat lemah masih ada keinginan untuk mendapatkan pahala di akhirat.

2) Seseorang beribadah dengan niat mengharap wajah Allah, selain itu dia juga berniat untuk dunia, sedangkan kadar kedua niat itu sama, maka meskipun ia seorang mukmin, berarti ia orang yang lemah iman, lemah tauhid dan keikhlasannya. Dan nilai amalnya pun berkurang karena keikhlasnnya tidak sempurna.

3) Seseorang beribadah dengan niat hanya untuk Allah saja dengan keikhlasan yang sempurna, kemudian dia mengambil hasil keduniaan untuk membantu amalannya dan kebaikan agamanya. Contohnya seorang mujahid yang mendapatkan harta ghonimah (rampasan perang), honor dari sekolahan (kalau dia seorang guru atau yang lain). Maka yang seperti itu tidaklah membahayakan iman dan tauhidnya, karena hatinya tidak condong kepada dunia. Tujuannya hanyalah untuk agama dan duniawi yang didapatnya sekedar untuk membantu dirinya dalam menegakkan agamanya.

Amal sholih yang sirna

Beberapa fenomena berikut adalah gambaran amal sholih yang tidak membawa pahala akhirat:

1) Amal sholih dengan tujuan mendapatkan pahala di dunia, seperti dengan niat agar banyak rezeki, terjaganya keluarga, awetnya pangkat dan kedudukan dan lain-lain. Artinya dia tidak menginginkan dari amal sholihnya tersebut pahala di akhirat.

2) Amal sholih murnia karena riya’

3) Amal sholih sebagai perantara mendapatkan harta. Seperti orang yang berjihad murni untuk mencari ghonimah.

4) Amal sholih dengan ikhlas akan tetapi dirinya masih berstatus kafir atau musyrik.

Inilah di antara bentuk-bentuk amalan yang akan sirna dan tidak memberikan manfaat di akhirat kelak bagi pelakunya. Amalan yang hanya akan diterima oleh Allah adalah amalan ikhlas karena-Nya semata dan tidak ditujukan untuk selain-Nya. Oleh karena itu, marilah senantiasa kita memperbaiki niat kita dalam setiap aktivitas ibadah untuk Allah semata. Hanya kepada Allah saja tempat kembalinya setiap perbuatan.


aslamiyah.cybermq.com