12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Peti Mati Untuk Muslim

Peti Mati Untuk MuslimTidak ada perbedaan dikalangan ulama tentang makruhnya menguburkan mayat didalam peti jika tidak ada kebutuhan untuk itu. Adapun jika terdapat kebutuhan untuk itu seperti tanah basah atau khawatir digali binatang buas maka sebagian fuqaha membolehkan penguburan dengan menggunakan peti.

Didalam Fatawa al Lajnah ad Daimah (2/312) disebutkan bahwa tidaklah dikenal meletakkan mayat didalam peti mati pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak juga di masa para sahabat. Dan yang terbaik bagi kaum muslimin adalah berjalan diatas manhaj (metode) mereka. Oleh karena itu makruh meletakkan seorang mayat didalam peti baik tanahnya keras, gembur atau basah. Apabila terdapat wasiat untuk meletakkannya didalam peti mati maka wasiat itu tidak boleh dilaksanakan.

Para ulama madzhab Syafi’i membolehkan apabila tanahnya gembur atau basah dan mereka juga tidak membolehkan melaksanakan wasiatnya (dengan peti mati) kecuali dalam keadaan seperti diatas.”

Ibnu Qudamah mengatakan bahwa tidak disunnahkan menguburkan (mayat) didalam peti mati karena hal demikian tidak dinukil dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak para sahabatnya. Didalam perbuatan demikian terdapat penyerupaan dengan ahli dunia….

Didalam kitab “al Inshaf” disebutkan bahwa makruh menguburkan (mayat) didalam peti mati walaupun yang meninggalnya adalah seorang wanita. Demikian teks dari Imam Ahmad.

As Syarbini al Khatib asy Syafi’i didalam kitabnya “Mughni al Muhtaj” mengatakan,”Makruh menguburkan (mayat) didalam peti mati menurut ijma karena hal demikian adalah bid’ah kecuali di tanah yang basah atau gembur maka tidaklah makruh karena adanya maslahat dan tidak boleh dilaksanakan wasiatnya (menguburkan dengan peti mati) kecuali dalam keadaan tersebut atau jika ia meninggal karena terbakar...

Didalam kitab “al Mausu’ah al Fiqhiyah” disebutkan bahwa makruh menguburkan mayat didalam peti mati menurut ijma. Karena hal demikian adalah bid’ah dan tidak boleh melaksanakan wasiat untuk itu. Dan tidaklah makruh jika terdapat maslahat, seperti terhadap mayat yang mati terbakar serta adanya kebutuhan untuk itu. --- (Fatawa al Islam Sual wa Jawab No. 34511)

Wallahu A’lam

Ust. Sigit Pranowo
eramuslim.com