<
pustaka.png
basmalah.png

Al-Quran dan Hadits Ungkap 10 Cara Keluar dari Kesulitan Masalah Hidup

Al-Quran dan Hadits Ungkap 10 Cara Keluar dari Kesulitan Masalah Hidup

Fiqhislam.com - Masalah hanyalah bagian dari jalan yang harus dilewati dalam hidup ini. Dunia mungkin terasa sempit di mata sebagian orang.

Namun sejatinya berbagai bentuk kesulitan perlu dipandang sebagai cobaan Allah SWT untuk meninggikan derajat hamba-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT, bahwa di balik kesulitan, ada kemudahan. Dalam Surat Al Insyirah ayat 5-6, disebutkan:

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar seorang Muslim bisa keluar dari keadaan sulit dan kecemasannya. Berikut ini penjelasannya.

1. Kembali Kepada Allah SWT

Saat ada dalam kesulitan, kembalilah kepada Allah SWT dan dekatkan diri untuk meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. Karena hanya Dia-lah yang mampu yang menyelamatkan seorang hamba dari kesulitan yang dialami. Dia pula yang mengetahui apa kebutuhan hamba-Nya.



2. Berprasangka Baik Kepada Allah

Poin kedua tentu penting, sebab dengan cara tersebut, segala kesulitan bisa teratasi atas pertolongan Allah SWT.

Ketika seorang hamba terus-menerus berpikir negatif, maka itu pula sangkaannya kepada Allah SWT. Karena itu, dibutuhkan prasangka baik atau husnudzon kepada Allah SWT. Berikut hadits tentang pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT:

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «قال الله عز وجل : أنا عند ظنِّ عَبدي بي، وأنا معه حيث يَذكُرني، والله، لَلَّه أَفرَحُ بِتَوبَةِ عَبدِهِ مِنْ أَحَدِكُم يَجدُ ضَالَّتَهُ بالفَلاَة، وَمَنْ تَقَرَّب إِلَيَّ شِبْرًا، تقرَّبتُ إليه ذِرَاعًا، ومن تقرب إلي ذِراعًا، تقربت إليه بَاعًا، وإذا أَقْبَلَ إِلَيَّ يمشي أَقْبَلْتُ إِلَيهِ أُهَرْوِلُ». متفق عليه

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi Allah, Allah lebih senang dengan taubat hamba-Nya daripada seorang dari kalian yang menemukan barangnya yang hilang di padang pasir. Siapa mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Siapa yang mendekati-Ku satu hasta, Aku mendekatinya satu depa. Jika ia datang menghadap sambil berjalan, Aku datang kepadanya sambil berlari kecil'." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Terus Berdoa

Berdoa kepada Allah SWT tidak boleh berhenti hanya karena merasa tidak dikabulkan Allah. Allah Maha Mengetahui atas apa yang dibutuhkan seorang hamba. Allah SWT berfirman:

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗقَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ

"Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat." (QS. An Naml ayat 62)

4. Taubat Mohon Ampun

Selanjutnya adalah memohon ampunan kepada Allah SWT, yang berarti seorang hamba mesti taubat dengan sebenar-benarnya taubat dan tidak kembali pada dosa-dosa sebelumnya. Berikut ayat Alquran tentang keutamaan taubat:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

"Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (QS Nuh ayat 10-12)

5. Banyak Dzikir

Cara kelima agar bisa keluar dari berbagai permasalahan yang mendera adalah dengan sering-sering berdzikir. Keutamaan dan khasiat berdzikir tercantum dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS Ar Ra'd ayat 28)

6. Membantu dan Menolong Orang Susah

Sering kali ketika sedang dihadapkan pada sebuah permasalahan atau mengalami kesulitan, banyak orang yang enggan membantu dan menolong orang lain yang sedang kesulitan. Karena merasa dirinya juga sedang susah. Padahal justru sebaliknya.

Ada kisah seorang ustadz di pondok pesantren. Suatu kali anaknya menderita sebuah penyakit parah. Ketika mengalami itu, yang dilakukan justru dia menyantuni beberapa anak yatim.

Ini mengajarkan bahwa sedekah atau pemberian paling utama adalah ketika justru sedang dilanda sebuah musibah. Juga menunjukkan bahwa cara keluar dari masalah adalah dengan sedekah, menolong orang susah, dan semacamnya.

Nabi Muhammad SAW telah berpesan tentang hal tersebut, sebagaimana riwayat hadits dari Abu Hurairah RA. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Siapa yang menghilangkan penderitaan seorang Muslim dari penderitaan-penderitaan di dunia, maka Allāh akan menghilangkan penderitaannya dari penderitaan-penderitaan hari Kiamat. Siapa yang memudahkan bagi orang yang mengalami kesulitan karena terlilit utang, maka Allah akan memudahkan baginya urusan di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi aib orang Islam, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba tersebut jika seorang hamba menolong saudaranya." (HR Muslim)

7. Tawakal

Berikutnya adalah bertawakal atau berserah diri kepada Allah SWT. Segala apapun yang terjadi sejatinya adalah ketetapan Allah SWT, dan ini baik bagi setiap hamba-Nya. Seorang Muslim hanya perlu berikhtiar dan bagaimana hasilnya adalah keputusan Allah SWT.

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At Talaq ayat 3)

8. Berbakti Kepada Orangtua

Agar masalah selesai, salah satu caranya adalah dengan berbakti kepada orangtua. Berbuat baik dan meminta doa kepada mereka. Sebab, doa orangtua adalah keselamatan dari kesengsaraan di dunia. Doa orangtua menjadi penghilang rasa derita dan lenyapnya kekhawatiran dan kesedihan. Allah SWT berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

"(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orangtua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang." (QS Al Baqarah Ayat 83)

9. Jaga Amanah dan Penuhi Hak Orang Lain

Ada tiga hal dalam poin sembilan ini, yaitu membantu mengatasi masalah orang-orang yang terzalimi, menjaga amanah, dan memenuhi hak-hak orang lain.

Menjaga amanah dan tentunya melaksanakan amanah tersebut, serta menunaikan hak orang lain, akan menghilangkan penghalang antara diri seorang Muslim dan jawaban atas doa yang dipanjatkan. Termasuk juga menyucikan jiwa dari hawa nafsu dunia, apalagi sampai mengejar sesuatu yang bukan haknya.

Para generasi saleh terdahulu hampir selalu memperhatikan hal ini. Mereka merenungi apa saja hak-hak yang mereka miliki, menjaga amanah yang diberikan, dan mengatasi berbagai ketidakadilan yang dialami sebagian orang.

10. Jangan Berbuat Zalim

Siapa yang ingin meringankan masalah kesulitannya, maka jangan menzalimi orang lain. Siapapun itu. Jauhi segala perbuatan zalim dan penindasan. Jangan sampai bersikap tidak adil dan abai terhadap orang-orang lemah.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

"Takutlah engkau dari doa orang-orang yang dizalimi. Karena sesungguhnya tidak ada penutup antara doa mereka dan Allah." (HR. Bukhari). [yy/umar mukhtar/republika]

 

Tags: Rezeki | Harta | Fakir | Miskin
top