<
pustaka.png
basmalah.png

Ketika Isra Mi'raj Rasulullah Disambut 8 Nabi

Ketika Isra Mi'raj Rasulullah Disambut 8 Nabi

Fiqhislam.com - Isra Mikraj atau Isra Mi'raj merupakan keistimewaan dari Allah SWT yang diberikan khusus untuk Nabi Muhammad SAW.

Isra Mi'raj sendiri memiliki 2 makna, yakni Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dari Kabah, Mekah menuju Baitul Maqdis, Palestina.

Sedangkan Mi'raj dimaknai dengan kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Baitul Maqdis melewati langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha.

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Quran Surat Fushilat ayat 12)

Peristima bersejarah ini terjadi pada tahun pertama sebelum Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah antara tahun 620-621 M. Tepatnya pada malam 27 Rajab tahun ke-10 keNabian.

Saat itu Nabi Muhammad sedang diterpa kesedihan mendalam karena ditinggal dua sosok yang sangat beliau cintai, yakni paman, Abu Talib dan istri pertama Nabi, Khadijah binti Khuwailid.

Saat Rasulullah sedang merenung di Kabah, Allah mengutus Malaikat Jibril menemuinya untuk menyampaikan ihwak perjalanan Isra dan Mi'raj.

Saat itu, Rasulullah merasa terhibur dengan hadirnya Jibril. Rasa sedihnya seketika pudar berganti dengan rasa semangat dan bahagia yang menggebu.

Hal yang paling membuat Nabi Muhammad bahagia adalah ketika beliau diberi kesempatan untuk menghadap Allah SWT.

sebelum menghadap Rabbnya, Rasulullah SAW lebih dulu disambut oleh para Nabi pendahulunya. Tercatat dalam riwayat, beliau bertemu delapan Nabi dalam perjalanan satu malam itu.



Berikut 8 Nabi yang menyambut Rasulullah saat melakukan Mi'raj dirangkum dari beberapa sumber.

1. Nabi Adam As

Dikisahkan, dalam perjalanan Mi'raj menuju Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril melewati setiap lapis langit. Saat melintas di langit pertama, beliau disambut oleh Adam. Saat menemui Rasulullah SAW Adam mengatakan, “Selamat datang anak saleh dan Nabi saleh,”

Rasulullah SAW bertanya kepada Jibril, "Wahai Jibril, siapa dia?" Jibril menjawab, "Dia Adam,”

2. Nabi Yahya As dan Isa As

Selanjutnya di langit kedua, Rasulullah bertemu Nabi Yahya dan Nabi Isa. Perjumpaan tiga Nabi ini diriwayatkan dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya

“Ketika aku telah memasuki pintunya, ternyata ada Yahya dan Isa. Keduanya adalah saudara sepupu. Jibril berkata, ‘Ini Yahya dan Isa. Ucapkanlah salam kepada keduanya’ –

Aku pun mengucapkan salam dan keduanya membalas salamku. Kemudian keduanya berkata, ‘Selamat datang saudara yang shaleh dan Nabi yang shaleh’.

“Aku melihat Isa. Orangnya sedang tidak tinggi dan tidak pendek. Sedang bentuk badannya. Berkulit putih kemerah-merahan dan lurus rambutnya.” (HR. Al Bukhari dalam Kitab Bad-ul Khalqi)

3. Nabi Yusuf As

Kemudian di langit ketiga, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril bertemu Nabi Yusuf. Setelah saling memperkenalkan diri, Nabi Yusuf. pun mendoakan Rasulullah. Dalam Tafsir Jalalain, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad mengungkapkan ketampanan Nabi Yusuf.

4. Nabi Idris As

Di langit keempat Rasulullah bertemu dengan Nabi Idris. Beliau adalah keturunan Nabi Adam yang dikenal dengan kecerdasannya. Ia adalah Nabi pertama yang dapat menulis dan membaca.

5. Nabi Harun As

Selanjutnya, Rasulullah bertemu Nabi Harun. Nabi yang dikaruniai kemampuan bahasa yang luar biasa. Sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya, Nabi Harun juga menyambut Rasulullah dan mendoakan kebaikan.

6. Nabi Musa As

Dikisahkan, Nabi Musa menangis saat menyambut Rasulullah di langit keenam. Rasulullah bertanya kenapa Musa menangis. "Aku menangis, karena ada orang yang lebih muda diutus setelahku, tapi umatnya lebih banyak yang masuk surga daripada umatku," jawab Musa.

Nabi Musa menangis bersedih saat tahu jumlah umatnya lebih sedikit daripada umat Nabi Muhammad SAW. Padahal, Nabi Musa tahu bahwa waktu yang diberikan padanya lebih banyak dari Muhammad SAW. Kisah tersebut tertulis dalam kitab Umdatul Qari.

Tangis dan sedih Nabi Musa bukan didasari rasa iri, melainkan tangis penyesalan, tahu umatnya banyak membangkang dan melanggar perintah Allah SWT.

7. Nabi Ibrahim As

Pertemuan Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim terjadi di langit ketujuh. Jibril berkata, “Ini ayahmu, ucapkan salam padanya.” Kuucapkan salam padanya. Dan ia membalas salamku. Kemudian berkata, “Selamat datang anak yang shaleh dan Nabi yang shaleh.” HR. Al Bukhari dalam Kitab Fadhail ash-Shahabah.

Dalam riwayat yang lain disebutkan, Perjumpaan itu sangat berkesan sehingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Aku berjumpa dengan Ibrahim. Dan aku adalah keturunannya yang paling mirip dengannya.” HR. Al Bukhari dalam Kitab al-Anbiya.

8. Rasulullah Saw di Sidratul Muntaha

Memasuki Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril izin undur diri untuk tidak mendapingi Rasulullah. Pada kesempatan itu dikisahkan Nabi Muhammad hanya seorang diri berdialog dengan Allah SWT.

Beliau sudah dapat melihat Allah dengan persepsinya, dan melihat segalanya yang tidak dapat dilukiskan dengan lidah dan di luar jangkauan otak manusia.

Setibanya di Sidratul Muntaha, salam yang terucap dari lisan Rasulullah adalah, “Attahiyatul mubarakatus shalawatu lillah.” -- Dijawab oleh Allah, “Assalamu alaika ayyuhan-Nabiyy warahmatullahi wabarakatuh.” – Dijawab lagi oleh Rasulullah, “Assalamu ‘alaina wa ‘ala ibadillahis shalihin.”

Bacaan inilah yang hingga sekarang menjadi bacaan tahiyat shalat.

Di sana, Rasulullah mendapatkan perintah shalat lima puluh waktu. Namun perintah shalat tersebut diusulkan Nabi Musa untuk dikurangi hingga akhirnya ditetapkan 5 waktu. [yy/Vivanews]

Oleh Surya Aditiya

 

top