<
pustaka.png
basmalah.png

Benarkah yang Dimakan Adam dan Hawa Pohon Ilmu Pengetahuan || Yesus Bukan Pencipta Alam

Benarkah yang Dimakan Adam dan Hawa Pohon Ilmu Pengetahuan?

Fiqhislam.com - Berikut ini adalah dialog Prof Dr Wilson H. Guertin dan Imam Muhammad Jawad Chirri yang dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul "Dialog tentang Islam dan Kristen" (Alma'arif, 1981).

Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon. Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).

Berikut petikan dialog tersebut:

Prof Wilson: Izinkanlah saya menyimpang sebentar: Adam dan Hawa seperti kita. Kita umpamakan bahwa mereka menyesal dengan tulus ikhlas setelah mereka berdosa. Apakah berarti dosa mereka dihapuskan?

Imam Chirri: Bila anda mengandaikan bahwa Adam telah menyesal setelah dia melanggar pesan Tuhan, anda tidak akan salah. Anda juga tidak akan salah bila anda percaya bahwa Adam diampuni oleh Tuhan melalui penyesalannya.

Kitab Suci Quran mengatakan pada kita bahwa Yang Pengasih telah menerima penyesalan Adam, dan dengan ini, dosa Adam dihapuskan:

"Kemudian Adam menerima beberapa perkataan dari Tuhannya, lalu dia diterima kembali oleh Tuhan, sesungguhnya Tuhan itu suka menerima taubat dan Penyayang" QS 2 :37

Prof Wilson: Bila dosa Adam dihapuskan mengapa dia diusir dari surga Tuhan?

Imam Chirri: Keluarnya Adam dari surga tidak perlu merupakan siksaan akibat dosanya. Itu mungKin proses semestinya dari perubahan statusnya.

Pada mulanya Adam tanpa dosa dan dapat berkomunikasi dengan Tuhan pada setiap saat, dan ini adalah kebahagiaannya. Karena satu kali berbuat dosa, dia menjadi mudah terpengaruh untuk mengulang dosa, dan kehilangan kekebalannya dari dosa.

Setelah tidak kebal, dia tidak memiliki kedudukan yang tinggi yang memungkinkan dia berhubungan dengan Tuhannya pada setiap saat.

Sekarang dia dapat berbuat demikian hanya pada saat-saat kemurniannya. Kemurniannya, tentu tidak langgeng seperti sebelum dia berdosa, sebab dia akan berbuat dosa lagi.

Prof Wilson: Perjanjian lama menyampaikan pada kita bahwa dosa Adam karena memakan dari sebuah tanaman, dan tanaman itu adalah tanaman ilmu pengetahuan yang Tuhan katakan padanya untuk dihindari. Bagaimana tinjauan Quran tentang masalah ini?

Imam Chirri: Kitab Suci Quran menerangkan bahwa ada pohon yang dilarang dan bahwa dosa Adam karena memakannya.

Tetapi Quran tidak menerangkan jenis pohonnya.

Menurut pemikiran Islam, saya yakin bahwa pohon itu bukan pohon ilmu pengetahuan sebab pengetahuan datangnya dari pelajaran dan pengalaman, dan tidak tumbuh dari pohon.

Tidak ada arti yang menghubungkan tanaman atau sejenisnya dengan larangan. Larangan itu untuk menguji Adam dan Hawa. Lebih lanjut, sesuai dengan Kitab Suci Quran, Tuhan mencintai ilmu pengetahuan, bagaimana mungkin Dia akan melarangnya?. [yy/sindonews]

 

Benarkah yang Dimakan Adam dan Hawa Pohon Ilmu Pengetahuan?

Fiqhislam.com - Berikut ini adalah dialog Prof Dr Wilson H. Guertin dan Imam Muhammad Jawad Chirri yang dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul "Dialog tentang Islam dan Kristen" (Alma'arif, 1981).

Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon. Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).

Berikut petikan dialog tersebut:

Prof Wilson: Izinkanlah saya menyimpang sebentar: Adam dan Hawa seperti kita. Kita umpamakan bahwa mereka menyesal dengan tulus ikhlas setelah mereka berdosa. Apakah berarti dosa mereka dihapuskan?

Imam Chirri: Bila anda mengandaikan bahwa Adam telah menyesal setelah dia melanggar pesan Tuhan, anda tidak akan salah. Anda juga tidak akan salah bila anda percaya bahwa Adam diampuni oleh Tuhan melalui penyesalannya.

Kitab Suci Quran mengatakan pada kita bahwa Yang Pengasih telah menerima penyesalan Adam, dan dengan ini, dosa Adam dihapuskan:

"Kemudian Adam menerima beberapa perkataan dari Tuhannya, lalu dia diterima kembali oleh Tuhan, sesungguhnya Tuhan itu suka menerima taubat dan Penyayang" QS 2 :37

Prof Wilson: Bila dosa Adam dihapuskan mengapa dia diusir dari surga Tuhan?

Imam Chirri: Keluarnya Adam dari surga tidak perlu merupakan siksaan akibat dosanya. Itu mungKin proses semestinya dari perubahan statusnya.

Pada mulanya Adam tanpa dosa dan dapat berkomunikasi dengan Tuhan pada setiap saat, dan ini adalah kebahagiaannya. Karena satu kali berbuat dosa, dia menjadi mudah terpengaruh untuk mengulang dosa, dan kehilangan kekebalannya dari dosa.

Setelah tidak kebal, dia tidak memiliki kedudukan yang tinggi yang memungkinkan dia berhubungan dengan Tuhannya pada setiap saat.

Sekarang dia dapat berbuat demikian hanya pada saat-saat kemurniannya. Kemurniannya, tentu tidak langgeng seperti sebelum dia berdosa, sebab dia akan berbuat dosa lagi.

Prof Wilson: Perjanjian lama menyampaikan pada kita bahwa dosa Adam karena memakan dari sebuah tanaman, dan tanaman itu adalah tanaman ilmu pengetahuan yang Tuhan katakan padanya untuk dihindari. Bagaimana tinjauan Quran tentang masalah ini?

Imam Chirri: Kitab Suci Quran menerangkan bahwa ada pohon yang dilarang dan bahwa dosa Adam karena memakannya.

Tetapi Quran tidak menerangkan jenis pohonnya.

Menurut pemikiran Islam, saya yakin bahwa pohon itu bukan pohon ilmu pengetahuan sebab pengetahuan datangnya dari pelajaran dan pengalaman, dan tidak tumbuh dari pohon.

Tidak ada arti yang menghubungkan tanaman atau sejenisnya dengan larangan. Larangan itu untuk menguji Adam dan Hawa. Lebih lanjut, sesuai dengan Kitab Suci Quran, Tuhan mencintai ilmu pengetahuan, bagaimana mungkin Dia akan melarangnya?. [yy/sindonews]

 

Yesus Bukan Pencipta Alam

Yesus Bukan Pencipta Alam

Imam Mohammad Jawad Chirri mengatakan Yesus bukan Tuhan sebab mereka bukan pencipta alam semesta. "Bagaimana kita tahu bahwa dia bukan pencipta alam semesta?" tanya Prof Dr Wilson H. Guertin.

Imam Chirri menjelaskan para ahli ilmu pengetahuan menyatakan bahwa bintang-bintang berumur lebih dari empat billion tahun umurnya, dan Yesus dilahirkan kurang dari dua ribu tahun yang lalu. "Bagaimana mungkin alam semesta yang setua itu diciptakan oleh Pencipta yang sedemikian muda?" katanya.

Prof Wilson mengakui kebenaran apa yang diucapkan Imam Chirri. "Anda benar sekali, dan saya kira Anda telah membuat kebenaran yang cukup jelas untuk meyakinkan setiap orang yang cenderung pada kebenaran," ujarnya.

Menurutnya, sebenarnya, kebenaran-kebenaran yang telah Imam Chirri sebutkan dikenal oleh setiap orang.

Sangat mengherankan bagaimana sampai mereka kehilangan pandangannya. Saya kira, mereka berbuat begitu sebab mereka diajarkan ketuhanan Yesus sejak masa anak-anak.

Ajaran-ajaran ini diulang-ulang di rumah dan di gereja, hal itu menempel pada pikiran anak,anak, dan bila mereka tumbuh menjadi dewasa, maka tumbuh sebagai bagian pikiran mereka.

Mereka tidak menanyakan tentang hal itu, sebab hal itu dianggap benar.

"Dari apa yang telah dikemukakan, telah menjadi jelas untuk saya bahwa pandangan Islam tentang keesaan Tuhan yang tidak dapat dikompromikan lagi adalah sangat masuk akal," lanjutnya.

"Oleh karena itu," Prof Wilson mengatakan, "saya menjadi saksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Tuhan Yang maha Kuasa, sendiri tanpa kawan, sekutu atau anak." [yy/sindonews]

 

 

Dalil Yesus Tuhan karena Lahir Tanpa Ayah, Adam Bahkan Tanpa Ayah dan Bunda

Dalil Yesus Tuhan karena Lahir Tanpa Ayah, Adam Bahkan Tanpa Ayah dan Bunda

Dr Wilson H. Guertin: Mengapa kita tidak dapat memandang Yesus sebagai Tuhan ditilik dari sudut kewajibannya dan sebagai manusia dari segi badannya?

Imam Mohammad Jawad Chirri: Mempunyai tubuh dan roh (jiwa), tidak hanya dimiliki oleh Yesus, sebab setiap manusia memiliki kedua-duanya.

Anda memiliki roh (jiwa) dan tubuh dan demikian pula saya. Dan tidak ada dari roh-roh kita yang mati, karena roh kita akan melanjutkan hidup setelah kita mati.

Tetapi hal ini tidak membuat setiap dari kita adalah Tuhan, dan demikian halnya dengan Yesus.

Prof Dr Wilson: Tetapi Yesus tidak seperti kita. Dia, menurut Quran dan Injil, dilahirkan dari seorang Ibu tanpa Ayah. Apakah ini tidak dimaksudkan bahwa dia lebih daripada manusia?

Imam Chirri: Dilahirkan dari seorang ibu tanpa ayah tidak membuat Yesus lebih daripada manusia.

Adam diciptakan tanpa ayah dan ibu, dan itu tidak membuat dia lebih daripada manusia.

Dari Kitab Suci Al Quran: "Sesungguhnya perumpamaan (kejadian) Isa di sisi Tuhan seperti kejadian Adam, dijadikan dari tanah, lalu Tuhan mengatakan kepadanya: Jadilah, lalu jadi" ( QS 3 :59)

Baik Yesus maupun Adam kedua-duanya adalah bukan Tuhan sebab mereka bukan pencipta alam semesta. [yy/miftah h yusufpati/sindonews]

top