<
pustaka.png
basmalah.png

Apa Saja Maksiat Lisan dalam Islam?

Apa Saja Maksiat Lisan dalam Islam?

Fiqhislam.com - Agama Islam melarang umatnya untuk melakukan segala jenis maksiat. Salah satu perbuatan buruk yang dilarang adalah maksiat lisan. Lantas, apa saja maksiat lisan dalam Islam? Berikut penjelasannya.

Perbuatan yang dilakukan oleh seorang manusia dibedakan menjadi dua, terpuji dan tercela. Perbuatan tercela bisa juga disebut sebagai maksiat yang dilarang dalam agama.

Maksiat menurut KBBI berarti perbuatan yang melanggar perintah Allah SWT, perbuatan dosa yang tercela, buruk, dan lain sebagainya.

Muhammad Nasrullah dalam bukunya yang berjudul Ibadah-Ibadah Paling Terhormat Bagi Pelaku Maksiat Agar Taubat Nasuha menyimpulkan pengertian maksiatt sebagai perbuatan durhaka kepada Allah SWT dengan meninggalkan atau melanggar aturan-Nya.

Maksiat ada berbagai macam jenisnya, salah satunya adalah maksiat lisan. Apa saja maksiat lisan itu? Berikut ulasannya.

Apa Saja Maksiat Lisan?

Banyak sekali contoh perbuatan maksiat lisan dalam Islam yang dilakukan oleh orang-orang. Beberapa di antaranya adalah ghibah (bergunjing), fitnah, bersumpah palsu, namimah, ingkar janji, dan masih banyak lagi.

Rasulullah SAW sudah mewanti-wanti umatnya untuk selalu menjaga lisan di mana pun mereka berada. Dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW berkata,

"Dari Sufyan bin 'Abdullah Ats-Tsaqafi, ia berkata: 'Aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya.' Beliau menjawab: 'Katankanlah, 'Rabbku adalah Allah,' lalu istikamahlah.' Aku berkata: 'Wahai Rasulullah! Apakah yang paling Anda khawatirkan atasku?' Beliau memegang lidah beliau sendiri, lalu bersabda: 'Ini." (HR Tirmidzi)

Berikut adalah macam-macam maksiat lisan dalam Islam yang harus dihindari:

1. Ghibah (Bergunjing)

Dalam buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab Al-Adzkar Imam An-Nawawi oleh Imam An-Nawawi dijelaskan, ghibah merupakan perbuatan menyebutkan keburukan seseorang, baik dengan ucapan atau isyarat, kepada orang lain.

Ghibah artinya mengumpat atau menggunjing tentang kejelekan seseorang kepada orang lain. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII karya Masan.

Perbuatan ini merupakan salah satu perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dalam agama Islam meskipun apa yang ia katakan itu benar. Selama hal itu menyakiti seseorang yang dighibahi maka ia sudah menanggung dosa.

2. Fitnah

Fitnah artinya perkataan yang bermaksud menjelekkan orang, menodai nama baik, dan merugikan kehormatannya. Allah SWT melarang perbuatan ini dalam surah Al-Baqarah ayat 217 yang berbunyi,

... وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ ...

"Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan."

Dikatakan dalam ayat itu fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mengapa demikian? Jika pembunuhan hanya menghilangkan nyawa seorang, maka fitnah bisa merusak mental, menyulut permusuhan, dan sering berakhir dengan perkelahian atau peperangan yang menelan lebih banyak korban.

3. Mengadu Domba

Maksiat lisan dalam Islam yang ketiga adalah adu domba atau namimah. Artinya menyampaikan sesuatu yang tidak disenangi, baik yang tidak senang itu orang yang diceritakan maupun orang yang mendengar.

Allah SWT melarang perbuatan ini dalam surah Al-Qalam ayat 10-11 yang berbunyi,

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ ١٠ هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ ١١

Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina, suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong)

4. Bersumpah Palsu

Maksiat lisan dalam Islam yang keempat adalah sumpah palsu. Biasanya, sumpah palsu dilakukan ketika berdagang atau berbisnis dengan orang lain. Misalnya, ada seorang pedagang bersumpah bahwa buah yang ia jual manis, padahal sebenarnya tidak.

Dalam buku Manajemen Risiko Bisnis dalam Perspektif Islam karya Wiwik Rolianah dan Kholid Albar dikatakan, salah satu etika bisnis dalam Islam adalah tidak melakukan sumpah palsu.

Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, "Dalam melakukan sumpah palsu, barang-barang memang terjual, tetapi tidak berkah." (HR Bukhari)

5. Ingkar Janji

Maksiat lisan dalam Islam yang terakhir adalah ingkar janji. Berdosalah seorang muslim yang tidak menepati janjinya dengan dosa yang berlipat-lipat, meliputi dosa berbohong, menipu, munafik, dan memberi harapan palsu.

Allah SWT melarang hamba-Nya melanggar janji sebagaimana firman-Nya:

وَاَوْفُوْا بِعَهْدِ اللّٰهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْاَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّٰهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ ٩١

"Tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji. Janganlah kamu melanggar sumpah(-mu) setelah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". [yy/jihan najla/detik]

 

top