<
pustaka.png
basmalah.png

Lima Hadits tentang Pahala Bekerja

Lima Hadits tentang Pahala Bekerja

Fiqhislam.com - Hadits tentang pahala bekerja. Mencari nafkah atau bekerja termasuk amalan mulia yang patut diniatkan dengan ikhlas sehingga bisa meraih pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Keutamaan bekerja amat luar biasa, pahalanya sangat besar, bahkan bisa menjadi tameng dari jilatan api neraka.

Berikut ini beberapa hadits tentang pahala bekerja mencari nafkah untuk keluarga yang dilansir dari Rumaysho.com, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc:

1. Bekerja Menuai Pahala Besar

Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ

"Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu." (HR Bukhari nomor 56)

Imam Bukhari memasukkan hadits ini pada pembahasan "setiap amalan tergantung pada niat". Ini menunjukkan bahwa mencari nafkah bisa menuai pahala jika diniatkan dengan ikhlas untuk meraih wajah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Namun jika itu hanya aktivitas harian semata, atau yakin itu sekadar kewajiban suami, belum tentu berbuah pahala.

2. Memberi Nafkah Termasuk Sedekah

Dari Al Miqdam bin Ma'dikarib, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

"Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah." (HR Ahmad 4: 131. Syekh Syu'aib Al Arnauth mengatakan hadits ini hasan)

3. Harta Nafkah Mendatangkan Keberkahan Dan Akan Diberi Ganti

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفً

"Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.' Yang lain mengatakan, 'Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit'." (HR Bukhari nomor 1442 dan Muslim: 1010)

Seseorang yang memberi harta nafkah untuk keluarganya termasuk berinfak, sehingga termasuk dalam keutamaan hadits ini.

4. Jadi Penghalang Dari Siksa Neraka

Adi bin Hatim berkata:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

"Selamatkanlah diri kalian dari neraka walau hanya melalui sedekah dengan sebelah kurma." (HR Bukhari nomor 1417)

5. Nafkah Untuk Keluarga Pahalanya Lebih Besar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

"Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, pen)." (HR Muslim nomor 995)

Demikianlah pembahasan mengenai hadits tentang pahala bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Wallahu a'lam bisshawab. [yy/hantoro/okezone]

 

top