<
pustaka.png
basmalah.png

Mengapa Orangtua harus Selalu Mendoakan Anak-anaknya?

Mengapa Orangtua harus Selalu Mendoakan Anak-anaknya?

Fiqhislam.com - Para orangtua yang beriman akan terus menerus dan mengulang-ulang untuk senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya . Mengapa demikian? Karena mendoakan anak sudah menjadi satu paket sebagai program pendidikan untuk anak.

Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid dalam kitabnya Manhaj At-Tarbiyah An-Nabawiyah Lit Thifl mengatakan bahwa yang pertama kali dilihat anak adalah rumah dan lingkungannya. Ketika ia mendengar lantunan doa-doa dari orangtuanya makan dia akan melihat kebaikan di lingkungannya.

Rumah mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan anak. Maka Doa akan membawa dampak kebaikan bagi si anak. Apalagi Doa orangtua kepada anaknya adalah doa mustajab .

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa kedua orangtua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi” (HR. Abu Daud).

Doa orangtua, baik bapak atau ibunya adalah doa yang mustajab, baik itu berisi doa kebaikan maupun keburukan. Di antara manfaat seringnya mendoakan kebaikan untuk anak adalah:

1. Doa kedua orangtua untuk anak adalah termasuk doa yang mustajab dan akan dikabulkan oleh Allah berdasarkan keterangan dalam hadits Nabi.

2. Mendoakan anak akan menambah semangat dan motivasi dalam mendidik anak.

3. Mendoakan anak akan memperkuat rasa kasih sayang dan kedekatan hati dari kedua orangtua.

4. Hal ini merupakan sunnah para nabi dan rasul, karena mereka selalu mendoakan kebaikan untuk anak dan juga keturunannya di masa yang akan datang sebagaimana banyak disebutkan dalam Al Quran.

Doa orangtua untuk anak termasuk juga bukti curahan hati orangtua kepada anak untuk terus berbuat tanpa henti meluruskan jalan si anak agar semakin baik terhadap lingkungan dan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Di antara sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan oleh Allah di dalam Al Quran. Doa untuk kebaikan anak yang Allah sebutkan dalam Al Quran antara lain:

1. Doa para ‘Ibadurrahman dalam Al Quran:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَاوَذُرِّيَّاتِنَاقُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Tuhan kami,anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (jiwa) kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Furqan: 74).

2. Doa Nabi Zakariya ‘Alaihis salam:

فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا(5)يَرِثُنِيوَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا(6)

Anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi (ilmu dan kenabian) dari sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikanlah dia, ya Rabbku, seorang yang diridhoi di sisi-Mu” (QS. Maryam: 5-6).

Beliau Nabi Zakariya‘Alaihis salamjuga berdoa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَذُرِّيَّةً طَيِّبَةًإِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Tuhanku,anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang saleh. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa” (QS. Ali-‘Imran: 38).

3. Doa Nabi Ibrahim dan Ismail ‘Alaihimas salam:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْذُرِّيَّتِنَاأُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mudan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu” (QS. Al-Baqarah: 128).

4. Doa khalilullah Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Ash-Shaffat: 100). Lalu ada doa lainnya:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْذُرِّيَّتِيرَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku” (QS. Ibrahim: 40).

وَاجْنُبْنِيوَبَنِيَّأَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala” (QS. Ibrahim: 35).

Ada doa Nabi Ibrahim tatakala telah mencapai usia matang yaitu usia 40 tahun:

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal saleh yang Engkau ridhoi.Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku” (QS. Al-Ahqaf: 15).

Yang perlu diingat adalah tidak selayaknya orangtua melontarkan kata-kata keburukan untuk anaknya karena itu bisa menjadi sebuah Doa. Doa keburukan akan menimbulkan bahaya dan merusak anak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mendoakan keburukan bagi anak, karena ini bertentangan dengan akhlak Islam dan menyelisihi cara pendidikan yang diajarkan para nabi.

Beliau bahkan beraharap kepada Allah seraya bersabda: “Aku berharap kepada Allah semoga akan lahir dari tulang sulbi mereka keturunan yang senantiasa menyembah hanya kepada Allah”. Wallahu A'lam. [yy/widaningsih/sindonews]

 

top