<
pustaka.png
basmalah.png

Perbedaan antara Fitnah Kubur dan Azab Kubur

Perbedaan antara Fitnah Kubur dan Azab Kubur

Fiqhislam.com - Dalam kitab I'anatut Thalibin Juz II diterangkan bahwa :

والفرق بين فتنة القبر وعذابه، أن الأولى تكون بامتحان الميت بالسؤال . وأما العذاب فعام يكون ناشئا عن عدم جواب السؤال، ويكون عن غير ذلك . (إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ١٦٣/٢)

Perbedaan antara fitnah kubur dan siksa kubur adalah: fitnah kubur terjadi berupa ujian mayit saat ditanyai Malaikat. Sedangkan siksa kubur itu bersifat umum, bisa berupa tidak bisa menjawab pertanyaan dan lain sebagainya (seperti karena saat hidupnya suka kencing sembarangan).

وفي حديث الكسوف [ وإنَّكم تُفْتَنُون في القبور ] يُريد مَسْألة مُنكَر ونَكِير من الفِتْنة : الامْتِحانِ والاخْتِبار . وقد كَثُرت اسْتِعاذتُه من فِتْنَة القَبْر وفِتْنَة الدَّجّال وفِتْنَة المَحْيا والممَات وغير ذلك

Dan tersebutkan dalam hadits al-Kusuuf “Dan sesungguhnya kalian mendapatkan ‘fitnah’ di dalam kubur” yang dikehendaki adalah pertanyaan munkar dan nakiir bagian dari fitnah, cobaan dan ujian. [ An-Nihaayah Fii Ghoriib al-Atsaar III/777 ]

من فتنة القبر وعذاب النار أي امتحان السؤال فيه أو من أنواع عذابه من الضغطة والظلمة وغيرهما

Dari fitnah kubur dan siksa kubur” artinya fitnah kubur dari ujian pertanyaan dalam kubur atau dari siksa kubur artinya dari penghimpitan tanah, kesengsaraan dan kegelapan dalam kubur. [‘Umdah al-Mafaatih Syarh al-Miskaah V/425 ].

إن الموتى يفتنون في قبورهم سبعا, فكانوا يستحبون أن يطعم عنهم تلك الأيام

Sesungguhnya para mayat difitnah dalam kuburannya selama tujuh hari. Dan mereka menganjurkan memberi makanan untuk mereka pada hari-hari itu.” Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di kitab ‘Hilyatul Auliya’, 4/11 dari jalan Imam Ahmad

Diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dalam Kitab 'Al-Mushannafnya’ sebagaimana di dalam ‘Al-Hawi Lil Fatawa' karangan As-Suyuti, 3/266 dari Harits bin Abi Harits dari Ubaid bin Umair berkata:

يفتن رجلان مؤمن ومنافق, فأما المؤمن فيفتن سبعا, وأما المنافق فيفتن أربعين صباحا

Dua orang, (dari kalangan) mukmin dan munafik terkena fitnah. Sementara orang mukmin difitnah selama tujuh (hari), dan orang munafik difitnah selama empat puluh (hari)." (Diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Mushannafnya, 3/590).

فَوَقٰىهُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِ مَا مَكَرُوْا وَحَاقَ بِاٰلِ فِرْعَوْنَ سُوْۤءُ الْعَذَابِۚ – اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. [al-Mukmin/40: 45-46]. Wallahu a'lam. [yy/piss-ktb]

Faisol Tantowi, Nur Fuad As-syaiban, Al Muslimu Akhul Muslim

 

top