14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Shalatlah dan Raih Manfaatnya

Shalatlah dan Raih Manfaatnya

Fiqhislam.com - Salah satu rukun Islam yang menjadi pembatas apakah seseorang itu mukmin atau kafir. (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Ma jah). Shalat juga menjadi penentu diterima dan tidaknya amalan seseorang. (HR Abu Daud).

Selain itu, shalat dapat memberikan manfaat secara otomatis bagi yang istikamah menjalankannya. Oleh karena itu, jangan pernah meninggalkan atau menunda-nunda shalat. Shalatlah sebelum dishalatkan. Shalatlah, maka kita akan merasakan manfaatnya. Di antaranya adalah;

Pertama, shalat menjadi pembuka pintu surga. Sungguh beruntung orang yang istikamah menjalankan shalat, berarti ia telah memiliki salah satu dari kunci surga. Rasulullah SAW bersabda, ”Kunci surga adalah shalat, dan kunci shalat adalah wudhu.” (HR Tirmidzi).

Kedua, menjadi penerang hati. Shalat menjadi sarana menajamkan nurani dan menerangi hati melalui lentera kebesaran dan keagungannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Dan shalat itu adalah cahaya (penerang) bagi seorang mukmin.” (HR Ibnu Majah).

Ketiga, sebagai sumber ketenangan hidup. Setiap orang pasti mendambakan ketenangan dalam hidupnya. Dan salah satu cara untuk meraih ketenangan itu adalah dengan menja lan kan shalat secara khusyuk. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS al- Mukminun [23]: 1-2).

Keempat, sebagai sarana penghapus dosa. Setiap manusia tidak luput dari salah dan dosa. Dengan menjalankan shalat lima waktu secara istikamah maka dosa-dosa pun dihapuskan. Rasulullah SAW bersabda, ”Begitulah seperti halnya shalat lima waktu yang menghapuskan dosa-dosa.” (HR Muslim).

Kelima, sebagai pencegah perbuatan mungkar. Menjalankan shalat dengan benar, sesuai yang dicon toh kan Rasulullah SAW, dapat mencegah berbagai bentuk kemungkaran. Hal itu menunjukkan bahwa Shalat dapat mempercantik perilaku dan memperindah diri dengan akhlak mulia. Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS al- An kabut [29]: 45). Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang mendirikan shalat tetapi dirinya tidak terhindar dari perbuatan keji dan munkar, hakikatnya ia tidak melaksanakan shalat.” (HR Thabrani).

Bersegaralah memenuhi panggilan shalat tatkala men dengar panggilan tersebut. Jangan pernah menundanya meskipun da lam ke adaan sibuk. Karena kewajiban shalat tidak akan pernah lepas dari seorang Muslim. Shalat tidak dapat gugur hanya karena sakit maupun bepergian. Di mana pun seorang Muslim berada, ia tetap berkewajiban mendirikan shalat.

Rasulullah SAW bersabda, “Dan bumi ini dijadikan untukku baik dan suci sebagai tempat bersujud. Jika waktu shalat datang pada setiap umatku, hendaknya ia mendirikannya di mana pun ia berada.” (HR Bukhari dan Muslim).

Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa isti kamah menjalankan shalat dengan penuh khusyuk. [yy/ihram]

Oleh Imam Nur Suharno