7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

7 Perbuatan yang Membuahkan Pertolongan Allah

7 Perbuatan yang Membuahkan Pertolongan Allah

Fiqhislam.com - "Barang siapa yang menghilangkan penderitaan seorang Muslim di dunia, maka Allah akan menghilangkan dari penderitaan hari Kiamat. Barang siapa yang memudahkan bagi orang yang mengalami kesulitan karena terlilit utang, maka Allah akan memudahkan baginya urusan di dunia dan di akhirat.”

“Barangsiapa yang menutupi aib orang Islam, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba tersebut jika seorang hamba menolong saudaranya.”

“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

“Ketika orang-orang berkumpul di salah satu rumah Allah, untuk membaca Kitab Allah dan mempelajarinya, ketenangan turun atas mereka, rahmat menutupi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka kepada orang-orang yang ada di hadirat-Nya.”

"Barang siapa yang diperlambat amalnya maka tidak akan dipercepat oleh nasabnya." (HR. Muslim, no.2699)

Hadits diatas adalah hadits dari kumpulan sabda Nabi Muhammad SAW yang disusun oleh Imam An-Nawawi.

Ini adalah bagian dari koleksi 42 hadits yang sangat terkenal dan dipelajari dengan baik yang dikenal sebagai Empat Puluh Hadits An-Nawawi. Nilainya terletak pada kenyataan bahwa hadits-hadits ini mencakup aspek-aspek fundamental agama Islam. 

Namun, sementara itu secara mendalam merinci banyak kualitas yang diharapkan untuk dilihat pada orang yang saleh, itu juga membahas kebajikan, aturan, prinsip, dan sopan santun.

Ada beberapa pelajaran yang diambil dalam hadits ini, bahwa setiap orang adalah seperti keluarga satu sama lain. Ada kewajiban-kewajiban tertentu yang dimiliki Muslim terhadap satu sama lain, misalnya sebagai berikut.

1. Menghilangkan Duka Seorang Mukmin

Ini adalah pelajaran tentang bagaimana mencapai pertolongan Allah dengan membantu salah satu hamba-Nya. Terkadang ketika seseorang merasa seolah-olah dibanjiri kesulitan, Tuhan, sebagai jawaban atas permohonannya, akan mengirimkan bantuan dari sumber yang tidak terduga. Sering kali sumber ini dalam bentuk Muslim lain.

Kata kesedihan dalam hadits ini mengacu pada kesulitan besar atau kesulitan. Jika seorang mukmin menghilangkan kesedihan orang mukmin lainnya, Allah mengetahui perbuatan itu dan akan membalas orang tersebut di akhirat dengan menghilangkan kesedihan, ketakutan, dan kesusahan yang dia rasakan pada Hari Pembalasan.

2. Mengurangi Kesulitan Mereka yang Berutang

Berutang kepada seseorang adalah perasaan yang mengerikan. Utang itu biasanya bersifat finansial. Nabi Muhammad menjelaskan kepada kita bahwa meringankan utang seseorang yang kesulitan memenuhi persyaratan utangnya adalah tindakan yang dicintai Allah.

3. Menyembunyikan Kesalahan Seorang Mukmin

Aturan umum yang diturunkan para ulama dari bagian hadits ini adalah bahwa orang-orang beriman tidak boleh mengungkapkan kesalahan rekan-rekan mereka yang beriman. Sekarang, kita sering melihat atau mendengar beberapa orang menganggap kesalahan orang lain sebagai jenis hiburan.

Mereka mengejek dan menertawakan, sebagai Muslim, kita harus peduli dengan kesalahan kita sendiri dan terus-menerus berusaha memperbaiki diri. Orang yang menyembunyikan aib, maka aibnya sendiri akan disembunyikan oleh Allah di dunia dan di akhirat.

4. Allah Menolong Orang yang Membantu Sesama

Membantu sesama mukmin adalah sesuatu yang harus ditanggapi dengan sangat serius oleh umat Islam. Nabi Muhammad mengingatkan kita berkali-kali kita harus mencintai saudara atau saudari kita seperti yang kita cintai untuk diri kita sendiri. Jika kita benar-benar peduli satu sama lain, akan ada sangat sedikit orang yang membutuhkan di komunitas Muslim.

5. Mencari Ilmu

Mencari ilmu yang bermanfaat adalah amalan yang sangat mulia. Semoga Allah memudahkan jalan menuju surga bagi mereka yang mencari ilmu dengan berbagai cara. Mereka mungkin dibimbing ke surga melalui pengetahuan.

Banyak orang yang mencari ilmu, tetapi tidak mendapatkan berkah dari ilmu yang diperolehnya. Oleh karena itu, seorang mukmin harus mencari ilmu dengan niat yang baik dan ikhlas.

6. Keutamaan Berkumpul di Masjid

Pelajaran ini memberi tahu kita tentang tindakan yang sangat berharga dan disukai; berkumpul di masjid-masjid untuk membaca, mendengarkan dan mempelajari Alquran atau untuk menghadiri kuliah dan kelas.

Ini dapat menghasilkan imbalan yang sangat spesifik. Mereka dipenuhi dengan ketenangan, menghasilkan kelegaan dari stres dan perselisihan yang mengganggu masyarakat modern.

7. Status Seseorang tidak Berarti tanpa Perbuatan Baik

Berperilaku baik dan melakukan perbuatan baik dan tindakan adalah kunci untuk pahala yang mengarah ke surga. Jika seorang mukmin kekurangan dalam bidang ini, garis keturunannya, yang berarti nama keluarga, suku, atau leluhurnya tidak akan bermanfaat apa pun terlepas dari kekayaan atau status mereka.

hadits ini sangat komprehensif dan mengandung setidaknya tujuh pelajaran penting. Ini menguraikan moral dan sopan santun yang harus ditanamkan dalam perilaku setiap orang percaya. Ini menguraikan beberapa kewajiban yang kita miliki terhadap satu sama lain dan menekankan bahwa Islam mengharapkan kita untuk memperlakukan satu sama lain seolah-olah kita adalah anggota keluarga dekat. [yy/ani nursalikah/republika]