16 Rajab 1444  |  Selasa 07 Februari 2023

basmalah.png

Bagi Mereka yang Merasa Rezekinya Seret

Bagi Mereka yang Merasa Rezekinya Seret

Fiqhislam.com - Seorang Muslim mungkin terkadang mengeluh soal rezeki yang terasa seret dan hidupnya sering dirundung kemalangan. Sebagai manusia, mengeluh adalah hal yang manusiawi, tetapi tentu jangan sampai berlarut-larut dalam keluhan tersebut.

Nabi Muhammad Saw telah memberi panduan tentang hal tersebut. Beliau Saw memberitahu tentang apa yang perlu direnungi serta solusi yang harus dilakukan oleh seorang Muslim. Penjelasan ini termaktub dalam sabda Nabi Saw yang diriwayatkan dari jalur Tsauban.

Rasulullah Saw bersabda, "Seseorang itu terhalang rezekinya akibat dosa yang ia lakukan. Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Dan tidak ada yang bisa menambah umur melainkan perbuatan baik." (HR Ahmad)

Karena itu, orang beriman harus mengedepankan sikap sabar dalam menghadapi berbagai masalah atau musibah menderanya. Sebab dengan demikian, dia akan diganjar pahala orang-orang yang bersabar dan bersyukur.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari jalur Syuhaib RA, Rasulullah Saw bersabda, "Sungguh luar biasa urusan seorang Mukmin itu. Seluruh urusannya itu baik, dan hal itu tidak didapatkan kecuali oleh seorang mukmin. Jika mendapat nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya. Jika mendapat musibah dia sabar dan itu baik baginya." (HR Muslim)

Di dalam Alquran juga telah disebutkan, orang beriman yang senantiasa bersyukur atas segala sesuatu kepada Allah SWT diganjar kebaikan. Karena Allah SWT senang kepada mereka yang bersyukur. Ketika ada hamba yang bersyukur maka Allah SWT pun akan menambah nikmat-Nya.

Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS Ibrahim ayat 7)

Dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, setiap orang tidak lepas dari masalah. Tinggal bagaimana menyikapi permasalahan tersebut. Islam mengajarkan untuk mengutamakan sabar dalam melewati berbagai ujian kehidupan. Ganjarannya adalah pahala atas kesabaran itu.

Terkait ganjaran kepada orang yang bersabar, Allah SWT juga berfirman:

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS Al-Baqarah ayat 155-157). [yy/umar mukhtar/republika]