14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Makna dan Hikmah Berprasangka Baik kepada Allah SWT

Makna dan Hikmah Berprasangka Baik kepada Allah SWT

Fiqhislam.com - Salah satu akhlak seorang hamba terhadap Rabbnya adalah berprasangka baik kepada Allah SWT. Prasangka baik ini dapat berupa berpandangan positif terhadap semua takdir Allah SWT.

Hal tersebut dikatakan Toto Adidarmo dan Mulyadi dalam buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak. Mereka menjelaskan, prasangka baik akan melahirkan solusi terbaik dalam menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi orang beriman.

Dalam bahasa Arab, berprasangka baik disebut dengan istilah husnuzzan. Ada sebuah hadits qudsi yang menyebut, "Aku bergantung bagaimana sangkaan hamba-Ku kepada-Ku."

Menurut Mahmud Arif dalam buku Akhlak Islami dan Pola Edukasinya, maksud berprasangka baik dalam hadits qudsi tersebut adalah akhlak muslim yang menghiasi keimanannya.

"Dengan akhlak ini, seorang muslim senantiasa berpandangan positif terhadap segala hal yang dihadapinya karena percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, kendati mungkin tidak sesuai dengan yang ia harapkan," jelas Mahmud dalam bukunya.

Berprasangka baik kepada Allah SWT merupakan sebuah cara pandang yang baik dalam menerima berbagai keputusan yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan berprasangka baik, maka seorang muslim telah yakin dengan keputusan Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 191,

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka."

Dalam ayat lain, Allah SWT juga memerintahkan untuk berprasangka baik dan menjauhi prasangka buruk. Dia berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang." (QS Al Hujurat: 12)

Sayyid Quthb menjelaskan dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur'an, makna berprasangka baik kepada Allah SWT dalam ayat tersebut adalah tentang jaminan kemuliaan, kehormatan, dan kebebasan manusia dari prasangka buruk yang dapat menjatuhkan segala keindahan.

Makna berprasangka baik juga dapat membawakan seorang muslim kepada sikap tawakal yang dibentuk dari refleksi keimanan. Dengan hati yang ridha akan segala keputusan Allah SWT, seorang muslim akan yakin bahwa pilihan dari Allah SWT adalah pilihan terbaiknya.

Contoh Penerapan Berprasangka Baik kepada Allah

Berikut beberapa contoh berprasangka baik kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari:

- Tidak berputus asa dalam dalam memperjuangkan sesuatu yang baik untuk dirinya karena Allah SWT. Sesuai dengan firman-Nya dalam surah Yusuf ayat 87.

- Menjaga hati dari prasangka buruk dengan meyakini selalu akan keputusan Allah SWT.

- Menyikapi segala pemberian dengan sikap syukur dan sabar.

- Berikhtiar dengan beribadah dan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hikmah Berprasangka Baik kepada Allah SWT

Salah satu hikmah berprasangka baik kepada Allah SWT adalah bisa mengubah takdir Allah SWT, sebab takdir turut bergantung pada prasangka kita, sebagaimana dikutip dari buku Sadar Allah dengan Dzikir Nafas karya Andy Firmansyah.

Selain itu, dengan memahami makna berprasangka baik kepada Allah SWT, maka seorang muslim akan kian membangun keyakinan bahwa Allah akan selalu memberikan rahmat dan ampunan bagi hamba-Nya untuk menjadi lebih baik.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah An-Nisa ayat 110 yang berbunyi:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

"Barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, ayat tersebut memberikan dorongan kepada orang yang berbuat salah untuk menyadari dirinya dan kembali ke jalan yang benar dan bertobat kepada Allah SWT.

Demikian pembahasan dari makna berprasangka baik kepada Allah SWT yang wajib diketahui oleh seorang muslim. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. [yy/detik]