7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Ayat Al Quran tentang Maulid Nabi Muhammad Saw

Ayat Al Quran tentang Maulid Nabi Muhammad Saw

Fiqhislam.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun ini jatuh pada 8 Oktober 2022. Ada sejumlah ayat tentang Maulid Nabi Muhammad Saw yang menjadi dalil perayaan hari kelahiran junjungan umat Islam tersebut.

Hari kelahiran Nabi Muhammad Saw diceritakan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah Saw lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau 570 Masehi.

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

"Itu adalah hari aku dilahirkan, diangkat menjadi Nabi, dan diturunkannya kepadaku Al-Qur'an (pertama kali)." (HR Muslim).

Imam Ibnu Ishaq juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas,

وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، لِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ رَبِيع الْأَوَّلِ، عَام الْفِيلِ

"Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal dua belas di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awal, Tahun Gajah."

Muhammad Andri Setiawan dan Karyono Ibnu Ahmad mengatakan dalam buku Program Bimbingan dan Konseling Pendekatan Qur'ani, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12 Rabiul Awal merupakan manifestasi dari wujud meneladani keutamaan keteladanan Rasulullah Saw.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 21,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١

"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, ayat tersebut merupakan dalil pokok yang paling besar yang menganjurkan kepada umat Islam untuk meniru Rasulullah Saw dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Ibnu Katsir, Allah SWT memerintahkan kepada kaum mukmin agar meniru sikap Nabi Muhammad Saw dalam Perang Ahzab, yaitu dalam hal kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, dan perjuangan, serta tetap menanti jalan keluar dari Allah SWT.

Selain ayat tersebut, berikut beberapa ayat tentang Maulid Nabi Muhammad Saw lainnya yang menjadi dalil perayaan hari bersejarah tersebut.

Ayat tentang Maulid Nabi Muhammad

1. Surah Yunus Ayat 58

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ٥٨

"Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (QS Yunus: 58)

2. Surah Al-Anbiya Ayat 112

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٠٧

"Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS Al-Anbiya:112)

3. Surah Al Hajj Ayat 32

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ

"Demikianlah (perintah Allah). Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan hati." (QS Al Hajj: 32)

4. Surah Ali Imran Ayat 164

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ١٦٤

"Sungguh, Allah benar-benar telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin ketika (Dia) mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul (Muhammad) dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab Suci (Al-Qur'an) dan hikmah. Sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS Ali Imran: 164)

Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad

Diberitakan sebelumnya, kelahiran Nabi Muhammad kemudian diperingati sebagai Maulid Nabi Muhammad Saw. Tradisi ini tidak ada di masa kenabian melainkan baru ada setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw.

Ada beberapa versi mengenai sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw untuk pertama kalinya. Merangkum berita detikHikmah detikcom, versi pertama menyebut perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw diadakan oleh kalangan Dinasti Ubaid (Fathimi) di Mesir yang berhaluan Syiah Ismailiyah (Fafidhah). Dinasti ini berkuasa di Mesir pada 362-567 Hijriyah.

Pada masa tersebut, mereka juga melakukan perayaan lain, seperti hari Asyura, perayaan Maulid Ali, Maulid Hasan, Maulid Husain, Maulid Fatimah, dan lainnya.

Kemudian, versi kedua menyebut, awal mula perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw berasal dari kalangan ahlus sunnah oleh Gubernur Irbil di wilayah Irak, Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri.

Dikisahkan, saat perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw dilakukan, Muzhaffar mengundang para ulama, ahli taSawuf, ahli ilmu, dan seluruh rakyatnya. Ia juga memberikan hidangan, hadiah, hingga sedekah kepada fakir-miskin.

Versi ketiga, perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw pertama kali diadakan oleh Sultan Shalahuddin Al Ayyubi atau Muhammad Al Fatih. Tujuannya untuk meningkatkan semangat jihad kaum Muslimin dalam rangka menghadapi Perang Salib melawan kaum Salibis dari Eropa dan merebut Yerusalem.
Pendapat Ulama tentang Perayaan Maulid Nabi

Ada sejumlah pendapat mengenai perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Melansir detikJatim, sebagian ulama berpendapat bahwa merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw merupakan hal baik.

Beberapa ulama yang mendukung pendapat ini adalah Al-Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama' Syafi'iyyah dan Al-Imam Ibnu Taimiyyah dari kalangan Madzhab Hambali. Imam as-Suyuthi mengatakan:

هُوَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَإِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالْاِسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ "

"Perayaan maulid termasuk bid'ah yang baik, pelakunya mendapat pahala. Sebab di dalamnya terdapat sisi mengagungkan derajat Nabi Saw dan menampakkan kegembiraan dengan waktu dilahirkannya Rasulullah Saw."

Sementara itu, Ibnu Taimiyyah mengatakan:

فَتَعْظِيْمُ الْمَوْلِدِ وَاتِّخَاذُهُ مَوْسِمًا قَدْ يَفْعَلُهُ بَعْضُ النَّاسِ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ عَظِيْمٌ لِحُسْنِ قَصْدِهِ وَتَعْظِيْمِهِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ

"Mengagungkan Maulid Nabi dan menjadikannya sebagai hari raya telah dilakukan oleh sebagian manusia dan mereka mendapat pahala besar atas tradisi tersebut, karena niat baiknya dan karena telah mengagungkan Rasulullah Saw."

Di Indonesia, umat Islam merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw dengan berbagai cara. Mulai dari pembacaan Barzanji (riwayat hidup Nabi), ceramah keagamaan, hingga berbagai perlombaan seperti membaca Al-Qur'an, sholawat, azan, dan sebagainya. [yy/kristina/detik]