16 Rajab 1444  |  Selasa 07 Februari 2023

basmalah.png

Makna Jari Telunjuk saat Tahiyat Shalat

Makna Jari Telunjuk saat Tahiyat Shalat

Fiqhislam.com - Makna jari telunjuk saat tahiyat shalat. Ketika berada di posisi duduk tasyahud shalat, baik awal maupun akhir, kaum Muslimin diwajibkan melafalkan dua kalimat syahadat, yaitu "Asyhadu an la ilaha illallah" dan diwajibkan mengangkat jari telunjuk tangan kanan atau biasa disebut tahiyat.

Lalu mengapa hanya jari telunjuk yang diangkat, sementara jari lainnya dikepal? Kemudian kenapa jari-jari tangan kiri dibiarkan melebar begitu saja?

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila duduk untuk tasyahud, beliau meletakkan tangannya yang kiri di atas lututnya yang kiri dan tangannya yang kanan di atas lututnya yang kanan, beliau membuat genggaman lima puluh tiga, dan beliau menunjuk dengan jari telunjuknya." (HR Muslim)

Dalam suatu riwayat, Imam Muslim juga menyebutkan, "Beliau menggenggam seluruh jari-jarinya dan menunjuk dengan jari yang ada di sebelah ibu jari." (HR Muslim)

Dikutip dari kitab Mughni Al Muhtaj Juz 1 karya Muhammad bin Ahmad al Khatib al Syarbini, dijelaskan:

وخصت المسبحة بذالك لأن لها اتصالا بنياط القلب فكانها سبب لحضوره والحكمة في ذالك هي الإشارة إلى أن المعبود سبحانه وتعالى واحد ليجمع في توحيده بين القول والفعل والاعتقاد

"Dikhususkannya mengangkat jari telunjuk ketika membaca (الا الله) ketika tasyahud sebab ia memiliki konektivitas dengan urat hati (jantung), hal ini menjadi sebab hadirnya hati (mengingat Allah). Sedangkan hikmah mengangkat jari telunjuk adalah bentuk ikrar terhadap keesaan Allah, baik dalam perkataan, perbuatan dan keyakinan."

Kemudian, Sulaiman bin bin Umar bin Muhammad al Bujairimi dalam kitabnya Hasyiyah al Bujairimi 'ala al Khatib, catatan pinggir atas kitab Fathu al Wahhab karya Zakaria al Anshari, juga menulis:

والحكمة في اختصاص المسبحة بذالك أن لها اتصالابنياط القلب اي عزقه فكانها سبب لحضوره وأما الوسطي فقيل أن لها اتصالا بنياط الذكر فلذا تأتي النفوس الزكية الاشارة بها

"Terdapat hikmah kekhususan mengangkat jari telunjuk ketika membaca (الا الله) saat tasyahud. Ini disebabkan memiliki urat yang terkoneksi dengan hati atau jantung. Maka dari itu, mengangkat jari telunjuk menjadi sebab hati khusyuk (mengingat Allah)."

Adapun jari tengah memiliki konektivitas dengan urat kemaluan. Oleh sebab itu, jiwa yang bersih tidak akan memberi isyarat menggunakan jari tengah.

Sementara Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Lampung KH Sujadi menjelaskan terkait makna jari telunjuk saat tasyahud dalam Kajian Tafsir Jalalain.

Ketika tepat membaca kata "illallah" yang bermakna "Selain Allah", kemudian telunjuk diangkat, posisi jari jempol ditempelkan dengan kuku jari tengah sehingga membentuk angka ‘0’. Sementara jari manis dan kelingking, dikumpulkan dalam posisi di bawah jari tengah, di atas paha sebelah kanan.

Kemudian saat jari menunjuk, maka memiliki makna penegasan ke-Esa-an Allah Subhanahu wa ta'ala dan kita meneguhkan bahwa tiada Tuhan selain Allah Ta'ala.

"Saat jari menunjuk membentuk angka satu, kita sedang memperbarui ketauhidan kita dengan 'menandatangani pakta integritas' bahwa hanya Allah Tuhan kita," terangnya, dilansir nu.or.id.

Selain itu dijelaskan pula dalam Surat Al A'raf Ayat 172, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَ اِذۡ اَخَذَ رَبُّكَ مِنۡۢ بَنِىۡۤ اٰدَمَ مِنۡ ظُهُوۡرِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ اَشۡهَدَهُمۡ عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ ۚ اَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ ؕ قَالُوۡا بَلٰى ۛۚ شَهِدۡنَا ۛۚ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنۡ هٰذَا غٰفِلِيۡنَ

Wa iz akhaza Rabbuka mim Baniii Aadama min zuhuurihim zurriyyatahum wa ash hadahum 'alaa anfusihim alastu bi Rabbikum qooluu balaa shahidnaaa; an taquuluu Yawmal Qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghaafiliin

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini'." (QS Al A'raf: 172).

Demikian penjelasan mengenai makna jari telunjuk saat tahiyat shalat. Wallahu a'lam bisshawab. [yy/Novie Fauziah/okezone]