<
pustaka.png
basmalah.png

10 Pintu Rezeki yang Perlu Diburu

10 Pintu Rezeki yang Perlu Diburu

Fiqhislam.com - Allah telah menjami rezeki setiap makluk-Nya. Tetapi rezeki dari Allah tidak datang dengan sendirinya.

Rezeki tidak datang jika kita bersikap pasif dan tidak melakukan upaya apapun untuk mendapatkanya.Sebaliknya, kita harus berusaha mencari dan menyemputnya.

Rasulullah SAW menyebutkan dari sepuluh pintu rezeki:

Pintu rezeki pertama; Istighfar

Kekuatan istighfar sungguhlah luar biasa. Memperbanyak istighfar mampu mendatangkan rezeki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), ‘Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan perbanyak harta serta anaku, juga mengadakan kebunan sungai-sungai untukmu.” (QS: Nuh [71]: 10-12).

Rasulullah SAW bersabda,

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR: Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih).

Pintu rezeki kedua; bersyukur

Salah satu hal penting, namun lalai dilakukan manusia adalah mensyukuri nikmat. Rezeki dari Allah apa pun bentuknya merupakan nikmat yang tiada tara.

Setiap hamba Allah pun wajib mensyukurinya.

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS: Ibrahim: [14]: 7)

Pintu rezeki ketiga; takwa

Sikap takwa, yaitu menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya juga merupakan salah satu kunci pembuka pintu rezeki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

“…Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka….” (QS: ath-Thalaq [65]: 2-3)

وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan keberkahan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.” (QS: al-A’raf [7]: 96).

Pintu rezeki keempat; tawakal

Menyandarkan hati hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menjadi kunci untuk membuka pintu rezeki.

Allah berfirman;

وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمۡرِهٖ‌ ؕ قَدۡ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ قَدۡرًا

…Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS: ath-Thalaq [65]: 3).

Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda;

لَو أَنَّكُمْ تَوكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرزُقُ الطَّيرَ ، تَغدُو خِماصاً ، وتَروحُ بِطَاناً

Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar bertawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burungburung. Mereka berangkat pagipagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR: Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Beribadah sepenuhnya kepada Allah.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman;

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ

Wahai Anak Adam! Beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. jika tidak kalian lakukan. niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukanmu dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia).” (HR: Ahmad, AtTirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

Pintu rezeki kelima; infak di jalan Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

وَمَاۤ اَنۡفَقۡتُمۡ مِّنۡ شَىۡءٍ فَهُوَ يُخۡلِفُهٗ ۚ وَهُوَ خَيۡرُ الرّٰزِقِيۡنَ

…Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS: Saba [34]: 39)

Mengenai ayat tersebut, Ibnu Katsir mengungkapkan bahwa betapa pun sedikit apa yang diinfakkan dari apa yang diperintahkan Allah dan apa yang diperbolehkan-Nya, niscaya Dia akan menggantinya di dunia, serta di akhirat akan mendapat ganjaran dan pahala.

Pintu rezeki keenam; silaturahim

Silaturahim mampu mendatanan rezeki dan harta. Sebagaimana termaktub dalam hadits, Dari Abu Hurairah radhiyallahu berkata, aku mendengar Rasulullah SAWbersabda;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah dia menyambung tali silaturahim.” (HR: Bukhari).

Pintu rezeki ketujuh; Berbuat baik pada orang yang lemah

Berbuat baik dan memuliakan orang yang lemah adalah salah satu jalan untuk diberi pertolongan Allah dan diberi rezeki.

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata,

bahwasanya ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

اِبْغُوْنِيْ فِي ضُعَفَائِكُمْ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَ تُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ

Carilah (keridhoan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rezeki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian.” (HR: At-Tirmidzi, an-Nasa’i).

Pintu rezeki delapan; hijrah di jalan Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ الۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ اَجۡرُهٗ عَلَى اللّٰهِ‌ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا

Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS: an-Nisa’ [4]: 100).

Pintu rezeki kesembilan, shalat dhuha

Ada satu hadits, yang mungkin karena hadits ini masyarakat mengkaitkan shalat dhuha dengan pintu rezeki. Hadits dari Uqbah bin Amir al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِى أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ

Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai ‎anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi ‎dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad 17390, dan disahihkan al-Albani dalam Sahih Targhib wat Tarhib 666 dan Syuaib al-Arnauth).‎

Pintu rezeki kesepuluh, melakukan haji dan umrah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Saw bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” (HR: An-Nas’ai, Tirmidzi, Ahmad. Al-Hafizh Abu Thahir). [yy/hidayatullah]

 

top