7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Hati-hati, Ucapan Ini Paling Dibenci Allah SWT

Hati-hati, Ucapan Ini Paling Dibenci Allah SWT

Fiqhislam.com - Menjaga lisan dari perbuatan ghibah atau mengucapkan cacian, menghina atau kata-kata kotor dan menyakitkan, sangat dilarang dalam Islam. Akan tetapi, kadang-kadang tanpa sadar, banyak ucapan yang keluar dari mulut kita membuat orang tersinggung, atau bahkan tersakiti. Dan yang lebih mengkhawatirkan, ternyata ada ucapan terlontar dari mulut kita, justru sangat dibenci Allah Subhanahu wa ta'ala.

Lantas, ucapan apa yang dimaksud? Adakah dalil yang menjelaskannya? Muslimah, ucapan yang dimaksud yaitu merepresentasikan kesombongan dan penolakan terhadap ajakan orang lain berbuat baik, terutama untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasihati temannya, ’Bertaqwalah kepada Allah’, namun dia menjawab: ’Urus saja dirimu sendiri.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, HR. an-Nasai dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah).

Dibenci karena sikap ini termasuk bentuk kesombongan dan menyakiti perasaan orang yang mengajak dirinya untuk berbuat baik.

Sikap sombong ini pernah juga dialami oleh Nabi Nuh 'alaihi salam. Beliau pun mengadu kepada Allah terkait kesombongan kaumnya, yang tidak mau menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Nuh ayat 5-7 : "Nuh berkata: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri." (QS. Nuh: 5 – 7)

Oleh karena itu, berhati-hatilah bila ingin berkata sesuatu terutama bila seseorang mengajak kepada kebaikan atau melarang dari melakukan kemungkaran. Terimalah dengan hati yang terbuka atau jawablah dengan jawaban yang lunak seperti ‘ terima kasih karena tolong mengingatkan saya’, ‘ insya Allah saya akan berubah’ atau ucapan-ucapan positif yang lain.

Atau apabila kita menerima nasihat, terimalah segala nasihat meskipun hal itu menyudutkan kita sebagai yang dinasihati. Ketidaksukaan atas sebuah nasihat haruslah ditahan sekuat tenaga agar tidak menunjukkan sikap sombong dan mudahnya berucap 'Uruslah dirimu sendiri", atau ucapan lain yang menyiratkan ketidaksukaan dan justru memperlihatkan kesombongan. Wallahu A'lam. [yy/widaningsih/sindonews]