7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Waspada! Dukun Ternyata Juga Seorang Wali

Waspada! Dukun Ternyata Juga Seorang Wali

Fiqhislam.com - Dukun ternyata juga wali. Hanya saja, dia bukan wali Allah taala, melainkan wali setan. Penjelasan mengenai hal tersebut banyak dijumpai dalam ayat-ayat al-Quran dan hadis.

Tatkala Rasulullah SAW melihat salah satu bintang dilempar, kemudian bersinar beliau bertanya kepada para sahabat. “Apa yang kalian katakan tentang hal ini pada masa jahiliyah?”

Para sahabat menjawab, “Dulu kami berkata bahwa (bintang dijatuhkan) itu karena orang penting telah meninggal dunia, atau orang penting telah lahir.”

Rasulullah SAW bersabda, “Bintang dilempar (dijatuhkan) tidak karena kematian seseorang, atau karena kehidupannya. Namun jika Allah telah memutuskan sesuatu, maka para malaikat pemikul Arasy bertasbih, kemudian seluruh penghuni langit sesudah mereka bertasbih, kemudian diteruskan malaikat-malaikat sesudah mereka hingga tasbih memenuhi seluruh penghuni langit.

Penghuni langit bertanya kepada malaikat-malaikat pemikul Arasy, “Apa yang difirmankan Tuhan kita?"

Malaikat-malaikat pemikul Arasy menjelaskan kepada penghuni langit apa yang difirmankan Allah. Kemudian penghuni setiap langit meminta penjelasan (tentang apa yang difirmankan Allah) hingga informasi tentang apa yang difirmankan Allah menyebar ke seluruh penghuni langit dunia. Kemudian setan-setan mencuri wahyu tersebut, selanjutnya mereka dilempar (dengan bintang tersebut), kemudian mereka memberikannya kepada wali-wali mereka. Apa yang mereka bawa dalam bentuk aslinya adalah benar, namun mereka memberi tambahan ke dalamnya.”

Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam bukunya berjudul "Ensiklopedi Muslim" menyebut hadis tersebut diriwayatkan Ahmad dan lain-lain.

Tatkala Rasulullah SAW ditanya tentang dukun, juga bersabda: “Mereka tidak ada apa-apanya.”

Para sahabat berkata, “Ya, namun mereka kadang-kadang mengatakan sesuatu pada kami, kemudian sesuatu tersebut menjadi benar.”

Rasulullah SAW bersabda, “Perkataan tersebut adalah kebenaran yang dicuri jin. Ia memperdengarkannya ke telinga wali-walinya, kemudian wali-walinya menambahkan seratus kebohongan di perkataan tersebut.” (HR Al-Bukhari).

Rasulullah bersabda: “Tidak ada seorang dari salah seorang dari kalian, melainkan ia didamping teman dari jin.” (HR Muslim). Selanjutnya Rasulullah SAW juga bersabda: “Sesungguhnya setan mengalir di peredaran darah anak keturunan Adam. Oleh karena itu, himpitlah dia di peredarannya dengan puasa.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menjelaskan setan mempunyai wali-wali dari kalangan manusia. "Setan berkuasa atas mereka, kemudian membuat mereka lupa zikir kepada Allah Ta'ala, membujuk mereka kepada keburukan, dan menyodorkan kebatilan kepada mereka, mentulikan mereka dari mendengar kebenaran, dan membutakan mereka dari melihat bukti-bukti kebenaran," tuturnya.

Mereka tunduk kepada setan, dan taat kepada perintah-perintahnya. Setan merayu mereka dengan keburukan, dan menjerumuskan mereka ke dalam kerusakan dengan tazyin (menghias sesuatu sehingga terlihat sebaliknya), hingga ia kenalkan kemungkaran kepada mereka, dan mereka pun mengenalnya.

Setan membuat menghias kebaikan sebagai kemungkaran kepada mereka, dan mereka memungkiri kebaikan tersebut. Mereka adalah musuh-musuh wali-wali Allah Ta'ala, dan perang selalu meledak di antara kedua kelompok.

Wali-wali Allah Ta'ala setia kepada Allah, sedang mereka memusuhi-Nya. Wali-wali Allah mencintai Allah Ta'ala, dan membuat-Nya rida, sedang mereka membuat-Nya marah, dan murka kepada mereka, maka kutukan Allah Ta'ala atas mereka, kendati banyak sekali kejadian-kejadian luas biasa terjadi pada mereka, seperti mereka bisa terbang ke langit, atau berjalan di atas air. Sebab itu tidak lain adalah istidraj dari Allah Ta'ala bagi orang yang memusuhi-Nya, atau menjadi penolong setan dalam menghadapi orang-orang yang setia kepada-Nya.

Beda Karomah

Adapun perbedaan antara karomah Rabbaniyah wali-wali Allah dengan kejadian-kejadian kesetanan maka itu bisa dilihat pada perilaku seseorang, dan kondisi dirinya. Jika orang tersebut termasuk orang beriman, orang bertakwa yang berpegang teguh kepada Syariat Allah secala lahir dan batin, maka kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah karomah dari Allah Ta'ala untuknya. Jika orang tersebut termasuk orang brengsek, buruk, jauh dari ketakwaan, dan tenggelam dalam berbagai kemaksiatan, kekafiran, dan kerusakan, maka kejadiankejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah sejenis istidraj, atau pengabdian syetan untuknya, atau bantuan syetan kepadanya.

Beraneka Ragam

Di antara wali-wali setan, ada orang yang didatangi setan dengan beraneka ragam makanan dan minuman. Ada di antara mereka yang kebutuhannya dipenuhi setan. Ada di antara mereka yang diajak bicara setan dengan gaib dan setan memperlihatkan padanya batin, segala sesuatu, dan rahasia-rahasianya.

Ada di antara mereka yang dilindungi setan dari terkena senjata (kebal). Ada di antara mereka yang didatangi setan yang menjelma dalam bentuk salah seorang saleh, ketika orang tersebut meminta pertolongan kepadanya setan ingin menipunya, menyesatkannya, dan membawanya kepada syirik kepada Allah, dan maksiat kepada-Nya.

Di antara mereka ada yang dibawa setan ke tempat yang jauh, atau setan menghadirkan padanya orang-orang atau barang-barang dari tempat yang jauh. Dan kejadian-kejadian lain yang didukung setan, jin-jin pembangkang, dan brengsek.

Kejadian-kejadian kesetanan terjadi karena keburukan roh manusia akibat melakukan berbagai keburukan, kerusakan, kekafiran, kemaksiatan yang jauh dari orang yang mempunyai kebenaran dan kebaikan, jauh dari iman, dan jauh dari keshalihan hingga keburukan ruh tersebut menyatu dengan ruh syetansyetan yang dicetak di atas keburukan, dan sebagian dari mereka mengabdi kepada sebagian yang lain sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Oleh karena itu, dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat, “Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia.” Wali-wali jin (setan) dari manusia berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain)” ( QS Al-An'am : 128).

Dalil dalam Al-Quran

Banyak dalil yang menjelaskan perihal wali-wali setan di dalam Al-Quran. Allah Ta'ala berfirman: “Dan orang-orang yang kafir, wali-wali mereka ialah setan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.” (QS Al Baqarah: 257).

Firman Allah Ta'ala: “Sesungguhnya setan membisikkan kepada wali-walinya, agar mereka membantah kamu dan jika kalian menuruti mereka, sesungguhnya kalian tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” ( QS Al-An'am : 121).

Firman Allah Ta'ala: “Dan ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman), Hai golongan jin, sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia, lalu berkatalah wali-wali mereka dari golongan manusia, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.'

Allah berfirman, "Neraka itulah tempat diam kalian, sedang kalian kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)'.” ( QS Al-An'am : 128).

Firman Allah Ta'ala: “Barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” ( QS Az-Zukhruf : 36-37).

Firman Allah Ta'ala: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan sebagai wali-wali bagi orang-orang yang tidak beriman.” ( QS Al-A'raaf : 27).

Firman Allah Ta'ala: “Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai wali-wali selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” ( QS Al-A'raaf : 30).

Firman Allah Ta'ala: “Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka.” ( QS Fushshilat : 25).

Firman Allah Ta'ala: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kalian kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai wali-wali selain Aku, padahal mereka musuh kalian?” ( QS Al-Kahfi : 50). [yy/miftah h yusufpati/sindonews]