11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

Sifat Bunglon Ini Banyak Ditiru Kaum Wanita

Sifat Bunglon Ini Banyak Ditiru Kaum Wanita

Fiqhislam.com - Sifat bunglon atau sifat hewan yang selalu berubah warna ditempat yang dihinggapinya ternyata masih banyak ditiru oleh kalangan kaum wanita. Sifat yang setiap hari selalu berubah warna. Dia datang kepada orang-orang dengan warna tertentu, kemudian pergi kepada orang lain dengan warna lainnya.

Dia tidak memiliki pendirian. Dia tampakkan kecintaan dan suka memberi nasihat kepada suatu kaum, begitu bergantung dan takut kepadanya. Namun ketika sudah berpisah dari mereka, berubahlah sikapnya menjadi permusuhan. Dia cela dan caci maki mereka. Dia tampakkan aib mereka. Dan dia beberkan rahasia mereka. Demikian pula yang dilakukannya terhadap orang lain.

Sikap bunglon wanita ini ditegaskan Syaik Abdul Lathif bin Hajis Al Ghomidi dalam kitab 'Mukhalafat Nisaiyyah, 100 Mukhalafah Taqa’u Fiihal Katsir Minan Nisa’ Bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah' sebagai salah satu dosa yang sering diremehkan kaum wanita.

Dari ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: Saya pernah mendengar Nabi-Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda: "Barangsiapa mempunyai dua wajah ketika di dunia, niscaya pada hari kiamat nanti dia akan mempunyai dua lisan dari api Neraka." (Shahih Sunan Abi Dawud)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

تَجِدُ مِنْ شَرِّ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ اللهِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلاَءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلاَءِ بِوَجْهٍ

"Engkau akan dapatkan sejelek-jelek manusia di sisi Allah pada hari kiamat nanti adalah orang yang mempunyai dua wajah. Yakni, yang datang kepada suatu kaum dengan satu wajah dan datang kepada kaum yang lain dengan wajah lain pula." (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidak selayaknya orang yang memiliki dua wajah menjadi orang yang dipercaya." (Shahih al-Adab al-Mufrad)

Begitu pula setan akan menggoda dan membujuknya bahwa dia belum berbuat apa-apa kepada mereka kecuali setelah mencela mereka. Sehingga hal ini dijadikan sebagai jalan sepanjang hidupnya. Yaitu dengan dua wajah dan dua lisan. Dia memakan daging-daging manusia dengan celaan dan kedustaan untuk memakan potongan-potongan hidangan dan menjadikannya sebagai kebiasaan.

Dari Mustaurid radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa memakan satu suap saja hak seorang muslim, maka Allah akan memberinya makan yang semisal dari Neraka Jahanam. Barangsiapa memakai satu pakaian saja milik seorang muslim, maka Allah akan memberinya pakaian dari Neraka Jahanam. Dan barangsiapa berdiri di depan seorang muslim dengan riya’ dan sum’ah (sejenis riya’), maka Allah akan mendirikannya pula dengan riya’ dan sum’ah pada hari Kiamat kelak." (Shahih Sunan Abi Dawud). Wallahu. A'lam. [yy/widaningsih/sindonews]