18 Muharram 1444  |  Selasa 16 Agustus 2022

basmalah.png

Menggapai Kemuliaan Akhlak

Menggapai Kemuliaan Akhlak

Fiqhislam.com - akhlak menurut ahli ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu ilmu syar’i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlak hanya sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama manusia saja, padahal akhlak juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatinggi, Allah swt.

I. Definisi Akhlak

Beberapa definisi akhlak antara lain adalah :

1. Menurut Ibnu Abbas Ra ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa dalam surat Al Qalam ayat 4 yang terjemahannya berbunyi sebagai berikut “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung”, akhlak yang agung tersebut adalah dien yang agung (Islam).

Demikian pula pendapat Mujahid, Abu Malik, As Suddi, Rabi bin Anas, Ad Dhahak, dan Ibnu Zaid. Didalam Sahih Muslim, Aisyah ra pernah ditanya tentang akhlak Nabi Saw, lalu beliau menjawab bahwa akhlak Beliau Saw adalah Al Quran, karena segala perintah yang terdapat didalam Al Quran beliau laksanakan dan segala larangan yang terdapat didalamnya beliau tinggalkan. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata “Dengan ini menjadi jelas bahwa akhlak yang agung dimana Nabi disifati dengannya adalah dien yang mencakup semua perintah-perintah Allah Ta’alaa dan larangan-Nya, sehingga bersegera untuk melaksanakan segala yang dicintai Allah dan di ridloi-Nya dan menjauhi segala yang dibenci dan dimurkai-Nya dengan sukarela dan lapang dada” (Makarimul akhlak/23) .

2. Ibnul Atsir menyebutkan dalam An Nihayah (2/70) tentang “al khuluqu” dan “al khulqu” yang berarti dien, tabiat dan sifat. Syaikh ‘Utsaimin menerangkan tentang hakikatnya adalah potret batin manusia yaitu jiwa dan kepribadiannya (Makarimul akhlak, hal 9).

3. Al Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah menyebutkan beberapa pendapat tentang definisi akhlak didalam bukunya Madarijus Saalikin antara lain akhlak yang baik adalah berderma, tidak menyakiti orang lain dan tangguh menghadapi penderitaan. Pendapat lain menyebutkan bahwa akhlak yang baik adalah berbuat kebaikan dan menahan diri dari keburukan. Ada lagi yang mengatakan, “membuang sifat-sifat yang hina dan menghiasinya dengan sifat-sifat mulia”

4. Imam Ibnu Qudamah menyebutkan dalam Mukhtashor Minhajul Qoshidiin bahwa akhlak merupakan ungkapan tentang kondisi jiwa, yang begitu mudah menghasilkan perbuatan tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan, jika perbuatan itu baik maka disebut akhlak yang baik, dan jika buruk maka disebut akhlak yang buruk.

II. Keutamaan akhlak yang baik

Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali menyebutkan keutamaan-keutamaan akhlak yang mulia yaitu :

1. Akhlak yang mulia merupakan penyebab masuknya orang yang memiliki akhlak yang mulia tersebut kedalam Jannah (surga)

Nabi Saw bersabda yang artinya “Saya adalah penjamin bagi orang yang meninggalkan mira (debat kusir) meskipun ia ada dipihak yang benar dengan mendapatkan rumah di jannah terendah dan bagi orang yang baik akhlaknya akan mendapatkan rumah di jannah yang tertinggi” (hadits riwayat Abu Daud/4800, Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal, dengan sanad yang hasan)

Hadits lainnya yaitu dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah Saw pernah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan banyak manusia yang masuk Jannah, maka beliau menjawab yang artinya “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik”, beliau ditanya pula tentang penyebab yang menjadikan banyak manusia masuk neraka, maka beliau menjawab “mulut dan kemaluan” (diriwayatkan Tirmidzi (2003), Ibnu Majah (4246), Ahmad (2/291, 392, 442), Ibnu Hibban (Mawarid, 1923), Al Baghowi (Ma’alim At Tanziil, 4/377 dan Syarhu As Sunnah 13/79-80, Al Khoroithi (Makarimul akhlak hal. 10), dan Bukhori (Al Adab Al Mufrod, 442). Sanad hadits ini hasan

2. Akhlak yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai Allah

Rasulullah Saw bersabda yang artinya “Hamba-hamba Allah yang paling dicintai-Nya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka” (hadits riwayat Thabrani (471) dan Hakim (4/399-401)

3. Akhlak yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai

Rasulullah Saw. Beliau Saw bersabda yang artinya “Sesungguhnya yang paling aku cintai diantara kalian dan yang paling dekat dengan majelisnya dariku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya diantara kalian” (hadits riwayat Tirmidzi (2018) dengan sanad yang hasan, dan memiliki penguat yang diriwayatkan Imam Ahmad (2/189) dengan sanad yang Sahih, sehingga kesimpulannya hadits ini Sahih lighoirihi)

4. Akhlak yang mulia mendapatkan timbangan yang paling berat di hari kiamat.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya “Sesuatu yang paling berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat adalah akhlak yang baik” (hadits riwayat Abu Daud (4799), Ahmad (6/446-448), Ibnu Hibban (481) dan selain mereka)

5. Akhlak yang mulia meninggikan derajat seseorang disisi Allah

Rasulullah Saw bersabda yang artinya “Sesungguhnya seseorang itu dengan sebab akhlaknya yang baik, sungguh akan mencapai derajat orang yang sholat malam dan shaum di siang hari” (hadits Sahih riwayat Abu Daud (4798), Hakim (1/60) dan selainnya). Beliau Saw juga bersabda yang artinya “Sesungguhnya seorang muslim yang dibimbing lurus (oleh Allah) benar-benar akan mencapai derajat ahli shaum dan ahli ibadah (sholat) yang selalu melantunkan ayat-ayat Allah disebabkan karakternya yang mulia dan akhlaknya yang baik” (hadits Sahih riwayat Ahmad (2/17 dan 220)

6. Akhlak yang mulia merupakan sebaik-baik amalan manusia

Rasulullah Saw bersabda yang artinya ” Wahai Abu Dzar, maukah aku tunjukkan kepadamu dua hal ; keduanya itu sangat ringan dipikul dan sangat berat dalam timbangan dibandingkan selain keduanya?” Abu Dzar menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.”, beliau bersabda, “Engkau harus berakhlak yang baik dan harus banyak diam, demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidak ada amalan manusia yang menyamai keduanya.” (diriwatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam As Shamt (112 dan 554), Al Bazzar (Kasyful Atsar, 4/220) dan lain-lain. Hadits ini derajatnya hasan

7. Akhlak yang mulia menambah umur

8. Akhlak yang mulia menjadikan rumah makmur

Rasulullah Saw bersabda yang artinya “akhlak yang baik dan bertetangga yang baik, keduanya menjadikan rumah makmur dan menambah umur” (hadits Sahih riwayat Ahmad, 6/159)

Dari uraian tentang definisi dan keutamaan akhlak diatas, semoga menjadikan kita dapat mengerti tentang akhlak menurut ahli ‘ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu ‘ilmu syar’i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlak hanya sebagai sesuatu yang berkaitan tentang hubungan manusia dengan sesama manusia saja, padahal akhlak juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatinggi, Yang ada di atas Arsy sana, Yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya yaitu Allah Subhanahu wa Ta’alaa, Dialah Pencipta manusia, sehingga hanya Dialah yang Mahatahu tentang apa yang terbaik buat para hamba-Nya sehingga Dia memerintahkannya melalui KalamNya yang mulia yaitu Al Quran dan melalui lisan utusannya yang mulia yaitu Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam. [yy/dakwatuna]