10 Rajab 1444  |  Rabu 01 Februari 2023

basmalah.png

Sejarah Bulan Muharam Jadi Awal Tahun Baru Hijriah

Sejarah Bulan Muharam Jadi Awal Tahun Baru Hijriah

Fiqhislam.com - Sejarah bulan Muharam menjadi awal tahun baru hijriah sangat penting diketahui kaum Muslimin. Apalagi Muharam termasuk satu dari empat bulan haram atau suci bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Pada bulan Muharam dan ketiganya tersebut Allah Subhanahu wa ta'ala menjanjikan pahala berlipat dari setiap amal salih yang dikerjakan hamba-hamba-Nya. Sebaliknya, Allah Ta'ala juga memberikan ancaman berlipat atas setiap dosa yang diperbuat umat manusia.

"Bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia. Allah Subhanahu wa ta'ala telah menciptakan 12 bulan, empat di antaranya adalah bulan haram: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab," papar Khaeruddin Hamsin seperti dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Ia melanjutkan, kendati merujuk pada hiijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, penanggalan kalender Islam baru resmi digunakan saat sistem pemerintahan Islam dipimpin Khalifah Umar bin Khattab atau 17 tahun setelah Hijrah (7 tahun setelah Rasulullah wafat).

Kebutuhan akan adanya sistem penanggalan ini berangkat dari persoalan administratif surat-menyurat. Ketika ditunjuk sebagai gubernur, Abu Musa Al-Asy'ari kebingungan karena surat yang dikirim Umar kepadanya tertulis tanpa tanggal yang rinci dan detail. Ia mendapati surat pada bulan Sya'ban, namun dirinya bingung Sya'ban tahun berapa.

Tentu hal tersebut menjadi persoalan serius jika diarsipkan ke dalam administrasi kenegaraan. Ditambah lagi, banyak wilayah kekuasaan Islam yang memiliki penanggalannya sendiri, sehingga pengarsipan menjadi makin rumit.

Akhirnya, Umar mengumpulkan para sahabat untuk membahas soal penanggalan. Kemudian prosesi hijrah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dari Kota Makkah ke Madinah akhirnya sepakat dipilih dari sekian usulan alternatif acuan tahun Islam, karena saat itulah titik awal membangun masyarakat Islami. Disepakati pula oleh para sahabat untuk nama bulan yang pertama adalah Muharam.

"Setelah 17 tahun Nabi Shallallahu alaihi wassallam hijrah, umat Islam baru membuat penanggalan kalender Hijriah, yaitu perhitungannya dari Muharam. Kalau direnungkan, pasti ada hikmah di baliknya," jelas Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Lantas, mengapa Muharam yang dipilih menjadi awal bulan dalam penanggalan Hijriah? Hikmah dari ditetapkannya Muharam sebagai awal bulan karena Umar tidak ingin ada pengkulutusan yang berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Bila Nabi Shallallahu alaihi wassallam dikultuskan sedemikian jauh, barangkali bulan Rabiul Awal akan jadi bulan yang paling spesial di antara bulan yang lain. Pasalnya, pada bulan ini Nabi dilahirkan dan melakukan hijrah.

"Betul kita sebagai umat Islam harus menjadikan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sebagai panutan. Tapi ada kekhawatiran dari Umar bin Khattab jangan-jangan kalau ditetapkan pada bulan Rabiul Awal, itu terjadi pengkultusan pribadi. Sementara umat Islam itu mengkulutuskan nilai-nilainya, bulan pribadinya," terang Khaeruddin. Allahu a'lam bisshawab. [yy/hantoro/okezone]