1 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 27 September 2022

basmalah.png

Berbakti kepada Orangtua Bisa Menghapus Dosa?

Berbakti kepada Orangtua Bisa Menghapus Dosa?

Fiqhislam.com - Lembaga fatwa Mesir, Dar al Ifta, menyampaikan penjelasan tentang apakah menghormati orang tua itu dapat menghapus dosa.

Lembaga tersebut menjelaskan berbagai sumber dari hadits yang memaparkan mengenai hal tersebut.

Seperti dilansir Elbalad, dijelaskan bahwa ada banyak hadits yang menunjukkan berbagai dosa terhapus dengan melakukan berbagai amal saleh.

Di antaranya adalah dengan menghormati orang tua, menghidupkan malam Lailatul Qatar dengan amal ibadah, dan amal-amal saleh yang lain. Rasulullah SAW bersabda:

من حج فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه

"Siapa yang melaksanakan ibadah haji dan tidak berkata jorok dan berbuat fasik, maka akan diangkat dosa-dosanya seperti hari di mana dilahirkan dari ibunya." (muttafaqun alaih)

عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رجلا أتى النبي ﷺ فقال: يا رسول الله إني أصبت ذنبا عظيما فهل لي من توبة؟ قال: «هل لك من أم؟» قال: لا. قال: «وهل لك من خالة؟» قال: نعم. قال: «فبرها»

Dari Ibnu Umar RA, ada seseorang yang mendatangi Nabi Muhammad SAW dan bertanya, "Wahai Rasulullah, saya melakukan dosa besar, apakah ada kesempatan tobat untukku?". Lalu Nabi SAW bertanya, "Apakah kamu mempunyai ibu?" Orang tersebut menjawab, "Tidak punya". "Apakah kamu mempunyai bibi?," tanya Nabi SAW lagi. Orang itu menjawab, "Iya." Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, "Maka berbaktilah kepadanya." (HR Turmudzi)

Namun, Dar al Ifta juga mengingatkan, bukan berarti seorang Muslim bisa asyik mengerjakan perbuatan dosa, lalu agar dosanya diampuni cukup melakukan amal saleh sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di atas, yaitu menghormati dan berbakti kepada orang tua.

Sebab, amal saleh dalam bentuk berbakti kepada orang tua tidak membuat dosa diampuni jika tanpa pertaubatan yang sungguh-sungguh. Tobat membuat dosa seseorang diampuni hanya jika dengan mengerjakan amal saleh secara komprehensif.

Wujud syukur

Dr Sa'id dalam bukunya Kaya Harta dan Hati Tips Menjadi Kaya Segalanya menuliskan, sebagian ulama menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan wujud dari rasa syukur kepada Allah SWT karena Allah SWT dalam surat Luqman ayat 14 berfirman.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Jika seseorang berbakti kepada kedua orang tuanya, berarti dia telah berterima kasih kepada keduanya, dan orang yang telah berterima kasih kepada keduanya, berarti dia telah bersyukur kepada Allah SWT.

Rasa syukur dari seorang hamba menjadi sebab turunnya tambahan (nikmat) dari Allah SWT sebagaimana tersebut dalam firman-Nya, Dan (ingatlah juga), tatkala Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." [yy/republika]