10 Rajab 1444  |  Rabu 01 Februari 2023

basmalah.png

Kekuasaan Allah SWT di Balik Anugerah Keturunan untuk Nabi Zakariya

Kekuasaan Allah SWT di Balik Anugerah Keturunan untuk Nabi Zakariya

Fiqhislam.com - Alquran menceritakan bahwa Nabi Zakariya alaihissalam sudah sepuh dan istrinya mandul, kemudian Nabi Zakariya berdoa agar diberi keturunan.

Allah SWT menjawab doanya dengan mengatakan bahwa mudah bagi-Nya untuk memberi seorang putra, karena tidak ada yang sulit bagi Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Surat Maryam ayat 9-10 .

قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, ”Hal itu mudah bagi-Ku, sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali." (QS Maryam ayat 9).

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

Dia (Zakariya) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandanya bagimu ialah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama (tiga hari) tiga malam, padahal engkau sehat.” (QS Maryam ayat 10).

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Zakariya akan dianugerahi seorang putra, walaupun dia sudah sangat tua dan istrinya mandul. Sebab memberinya putra adalah hal mudah bagi Tuhan.

Kalau Allah SWT mampu menciptakan Adam dari yang tidak ada sama sekali kemudian menjadi ada, maka menciptakan seorang anak dari yang ada, yaitu Zakariya dan istrinya adalah lebih mudah bagi Allah SWT.

Beberapa firman Allah SWT berikut ini menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan sedikitpun bagi Allah SWT untuk menciptakan segala yang dikehendaki-Nya.

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

"Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauhul Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah." (QS Al Hajj ayat 70)

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِي الصَّالِحِينَ

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." (QS Al Ankabut ayat 19)

Kemudian Nabi Zakariya memohon kembali kepada Allah supaya diberi tanda-tanda bahwa anaknya itu segera akan dilahirkan, agar hatinya tambah tenteram dan rasa syukurnya bertambah dalam

Beliau berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda yang dapat menambah ketenteraman hatiku tentang terlaksananya janji engkau itu."

Hal seperti ini pernah terjadi pula pada Nabi Ibrahim ketika ditanya, "Apakah engkau belum percaya bahwa Allah kuasa menghidupkan yang telah mati?" Beliau menjawab, “Sungguh aku percaya, akan tetapi aku bertanya supaya bertambah tenteram hatiku.”

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, 'Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.' Allah berfirman, 'Belum percayakah engkau?' Dia (Ibrahim) menjawab, 'Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).' Dia (Allah) berfirman, 'Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.' Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS Al Baqarah ayat 260). Wallahu A'lam. [yy/fuji e permana/republika]