11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

Hakikat Roh dalam Pandangan Islam

Hakikat Roh dalam Pandangan Islam

Fiqhislam.com - Hakikat roh (الرُّوحُ) dalam pandangan Islam menarik untuk dikaji agar keimanan kita bertambah kepada sang pencipta Roh. Allah menyatakan dalam Al-Qur'an bahwa manusia hanya diberi pengetahun sedikit terkait urusan ruh.

Seperti apa hakikat ataupun ciri-ciri roh hanya Allah lah Yang Maha Tahu. Berikut firman-Nya dalam Al-Qur'an:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا

"Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, " Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kalian diberi pengetahuan, melainkan sedikit." (Surat Al-Isra Ayat 85)

Dalam tafsir Ibnu Katsir, As-Suhaili mengatakan bahwa ulama berbeda pendapat tentang definisi roh. Ada yang mengatakan bahwa roh itu adalah jiwa, ada pula yang mengatakan selain itu.

As-Suhaili menyimpulkan bahwa roh itu adalah suatu zat yang lembut seperti udara, ia beredar di seluruh tubuh bagaikan aliran air di dalam akar-akar pohon. As-Suhaili mengatakan bahwa roh yang ditiupkan ke dalam janin adalah jiwa. Tetapi dengan syarat bahwa penggabungan roh itu dengan tubuh menimbulkan reaksi munculnya sifat-sifat yang terpuji atau sifat-sifat yang tercela.

Karena itu, jiwa itu ada yang diberi nama jiwa yang tenang (baik) atau jiwa yang labil yang selalu memerintahkan kepada keburukan. Jiwa tidak dapat pula dikatakan sebagai roh, melainkan melalui ungkapan kiasan. Sebagaimana tidak dapat pula dikatakan bahwa roh adalah jiwa, melainkan berdasarkan pertimbangan kausalitasnya.

Kesimpulan dari yang dikemukakan ialah bahwa sesungguhnya roh itu adalah asal-usul jiwa. Jiwa terbentuk akibat menyatunya ruh dengan tubuh. Dengan demikian, istilah roh hanyalah dipandang dari salah satu aspeknya saja, bukan dari semua aspeknya.

Sabda Rasulullah Tentang Roh

Mari kita simak sabda Rasulullah SAW tentang roh. Mudah-mudahan Hadis ini dapat menambah khazanah keilmuan kita. Beliau bersabda:

الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ . فما تعارف منها ائتَلَف . وما تناكَر منها اختلف

"Roh-roh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan. Jika saling mengenal di antara mereka maka akan bersatu. Dan yang saling merasa asing di antara mereka maka akan berpisah." (HR Muslim 6376)

Dikutip dari shahihfiqih.com, Al-Khoththobi rahimahullah berkata: "Bisa jadi bermakna isyarat atas kesamaan dalam hal kebaikan dan kejelekan serta perbaikan dan kerusakan. Dan bahwasanya manusia yang baik akan rindu kepada jenisnya (yang baik pula), sedangkan yang jelek dan semisal itu maka akan condong kepada yang sejenisnya pula. Para roh akan saling mengenal, sehingga akan hinggap sesuai dengan tabiat yang telah diciptakan di atasnya dari kebaikannya maupun kejelekannya, maka apabila telah cocok maka akan saling mengenal, dan apabila berbeda maka akan saling mengingkari." (nukilan Al-Fath, juz 3, Halaman 199)

Ustaz Abdullah bin Suyitno menerangkan maksud hadis di atas, kita akan dapati:
1. Jiwa yang berusaha berjihad di jalan Allah maka akan senang berkumpul dengan jiwa-jiwa yang berjihad dijalan Allah.
2. Jiwa yang suka berderma dan baik hati akan cinta kepada yang semisalnya dan akan merasa condong kepadanya.
3. Begitu pula jiwa yang berlebihan memandang dunia dalam kehidupan ini, dia pun akan merasa nyaman, dan condong kepada jiwa yang setipe dengannya.
4. Sedangkan jiwa yang tidak baik akan berkawan dengan yang sejenis dan akan condong kepadanya serta akan menjauh dari setiap jiwa yang berlawanan dengannya.

Qatadah rahimahullah berkata: "Sesungguhnya kami, demi Allah belum pernah melihat seseorang menjadikan teman buat dirinya kecuali yang memang menyerupai dia, maka bertemanlah dengan orang-orang yang saleh dari hamba-hamba Allah agar kamu digolongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka." (Al-Ibanah 2/477 Nomor 500). Wallahu A'lam. [yy/rusman h siregar/sindonews]