<
pustaka.png
basmalah.png

Jauhi Prasangka Rezeki Ada Ditangan Manusia

Jauhi Prasangka Rezeki Ada Ditangan Manusia

Fiqhislam.com - Sering kali setiap orang merasa bahwa dirinya itu kekurangan rezeki, merasa tersaingi perihal bisnisnya dengan bisnis orang lain, terkadang juga sampai membuat fitnah atau tuduhan yang aneh-aneh karena merasa tersaingi dengan bisnisnya.

Perbuatan-perbuatan tersebut tidak lain adalah karena merasa bahwa manusialah yang mengatur rezeki, sehingga ia merasa bahwa jika ia tidak melakukan perbuatan tersebut rezekinya akan berkurang, pelanggannya akan beralih dan lain-lainnya.

Dalam hal ini, Maulana Syekh Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani menjelaskan bahwa janganlah sekali-kali kita berprasangka bahwa ada orang lain yang merebut rezeki darimu. Semua makhluk Allah telah dijamin akan mendapatkan rezeki yang telah ditentukan jauh sebelum ia terlahir, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semua dijamin Allah rezkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz),” (QS. Hud: 6).

Maka dari itulah, hendaknya seorang mukmin tidak usah ragu untuk mengajarkan keahliannya kepada orang lain, karena khawatir ia akan merebut rezeki darinya.

“Aku melihat sendiri beberapa orang dokter yang menyembunyikan kemahirannya dalam hal tertentu, sehingga ketika melakukan sebuah operasi kepada pasiennya, maka ia hanya membiarkan suster saja yang berada di dalam, tidak boleh ada dokter lain, khawatir dokter itu akan mengambil sir mihnah (rahasia profesi) darinya,” jelas syekh Yusri.

Kebakhilan dalam mengajarkan kebaikan ataupun keahlian yang dianggap bisa mengurangi jatah rezeki dari seseorang adalah merupakan salah satu tanda-tanda hari kiamat yang telah disebutkan oleh baginda rasulullah SAW. Imam Bukhari RA meriwayatkan, bahwa baginda bersabda,

Zaman itu semakin singkat, amal ibadah semakin berkurang, kebakhilan semakin merata, nampaklah fitnah dan cobaan, dan banyak sekali kematian,” (HR. Bukhari).

“Kebakhilan yang meraja lela di akhir zaman ini tidaklah hanya dalam masalah materi dan harta, akan tetapi juga dalam masalah ilmu, keahlian profesi, pengalaman dan hal-hal yang lain,” ucap Syekh Yusri.

Banyak dari mereka yang enggan untuk mengajarkan keahliannya kepada orang lain, hanya karena khawatir hal ini akan mengurangi jatah rezekinya. Akan tetapi perlu mereka tahu, bahwa usaha boleh ditiru, akan tetapi rezeki tidak ada yang bisa ditiru. Wallahu A’lam. [yy/rizky zulkarnain/aktual]

 

Tags: Rezeki | Ikhtiar | Doa | Tawakal
top