11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

7 Tanda Matinya Hati

7 Tanda Matinya Hati

Fiqhislam.com - Hati (qalbu) adalah anggota tubuh yang wajib dijaga karena Allah tidak melihat rupa dan harta seseorang, melainkan melihat hati dan amalannya. Jika hati seseorang baik, maka baik pula seluruh jasadnya dan jika hatinya rusak maka rusaklah seluruh anggota tubuhnya.

Tanda dan ciri hati yang mati perlu diketahui umat muslim. Ada tujuh tanda hati seseorang sudah mati. Dari ketujuh tanda ini, nomor dua sering tidak disadari sebagian orang. Semoga Allah menjauhkan kita dari perkara ini.

1. Meremehkan Shalat dan Berani Meninggalkannya

Tanda orang yang hatinya mati sering meremehkan urusan Shalat. Bahkan berani meninggalkannya tanpa ada rasa penyesalan. Padahal Shalat adalah kewajiban dan pembeda seorang muslim dan orang kafir.

Dalam satu Hadis disebutkan: "Barang siapa yang memelihara Shalat, maka Shalat akan menjadi cahaya baginya, bukti dan keselamatan kelak di hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak memeliharanya, Shalat itu tidak akan menjadi cahaya, bukti maupun keselamatan baginya sedangkan di hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf."

Allah berfirman dalam Al-Quran:

مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ ، قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ المُصَلِّينَ

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan Shalat." (QS. Al-Mudatsir: 42-43)

2. Merasa Tenang Walaupun Setiap Hari Melakukan Dosa dan Maksiat

Orang yang sering berbuat maksiat merupakan salah satu ciri kalau hatinya sudah mati. Tidak ada rasa penyesalan meskipun sering berbuat dosa. Hatinya menjadi berkarat dan keras akibat dosa dan maksiat yang dilakukannya setiap hari. Allah berfirman:

كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya segala dosa yang selalu mereka lakukan telah menutup hati mereka." (QS Al-Muthaffifin: 14)

3. Jauh dari Al-Quran

Dalam kesehariannya tidak ada waktu untuk menyentuh Al-Quran, membaca dan mentadaburi maknanya. Hari-harinya sibuk dengan urusan dunia sehingga jauh dari Al-Quran. Firman Allah:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

"Maka kenapakah mereka tidak mau memerhatikan Al-Quran bahkan hati mereka sebenarnya telah terkunci." (QS Muhammad: Ayat 24)

4. Condong kepada Urusan Dunia

Mereka sering menghabiskan waktu dengan urusan dunia. Ia mengutamakan urusan dunia seakan-akan dunia kekal baginya. Padahal Allah Ta'ala berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا * وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

"Bahkan kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan Akhirat itu lebih baik dan lebih kekal." (QS Al-A'laa: 16-17)

5. Suka Berprasangka Buruk dan Mencari Kesalahan Orang

Lain Ciri lain hati yang mati adalah suka mencari-cari kesalahan orang lain. Pikirannya selalu suuzhon atau berprasangka buruk. Allah mengingatkan hal ini dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا

"Wahai orang-orang yang beriman. Tinggalkan perangai suka sangka buruk kerana sangka buruk itu adalah dosa dan jangan kamu mencari-cari salah orang lain." (QS Al-Hujurat: 12)

6. Enggan Belajar Agama dan Tak Suka dengan Nasihat

Ciri hati yang mati berikutnya adalah enggan belajar agama. Dalam hatinya tidak terbersit untuk belajar ilmu syariat. Ia tidak suka menerima nasihat dan malah membencinya. Hatinya keras dan sombong. Padahal agama adalah Nasihat. Allah berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩

"Dan sungguhnya akan Kami isikan dalam neraka Jahanam kebanyakan dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai dari mendengar kebenaran." (QS Al-A'raf: 179)

7. Tidak Mau Memikirkan Mati dan Azab Kubur

Tanda orang yang hatinya mati biasanya tidak mau mengambil iktibar dari peristiwa kematian. Bahkan ia tidak takut dengan azab kubur.Firman Allah:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya (mereka berkata), "Wahai Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal saleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin (tetapi mereka sudah terlambat)." (QS As-Sajadah: 12)

Demikian tujuh tanda orang yang hatinya mati. Sebenarnya masih banyak lagi tanda-tanda lainnya. Penyebab hati mati biasanya karena menuruti hawa nafsu dan kesenangan dunia. Semoga Allah menjauhkan kita dari perkara ini. [yy/rusman h siregar/sindonews]