18 Muharram 1444  |  Selasa 16 Agustus 2022

basmalah.png

Nasihat Emas dari Imam Syafi'i

Nasihat Emas dari Imam Syafi'i

Fiqhislam.com - Imam Syafi'i adalah seorang ulama besar yang menjadi peletak dasar mazhab fikih Syafii, salah satu dari empat mazhab yang dianut kalangan ahlus sunnah wa al-jama'ah (Aswaja). Nasihat yang disampaikan Imam Syafi’at begitu mencerahkan kehidupan umat Islam di dunia.

Terdapat beberapa nasihat emas dari Imam Syafi'i untuk umat Islam. Diantaranya, ia memberikan nasihat kepada para pencari ilmu. "Bila kau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan". (Imam Syafi'i)

Selain itu, Imam Syafi’i juga pernah memberikan nasihat kepada umat Islam agar mencintai orang yang mencintai Allah. "Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu". (Imam Syafi'i)

Masih banyak nasihat lainnya yang disampaikan Imam Syafi’i. Siapa pun yang mendengarkan nasihatnya, maka akan menemukan pencerahan dalam kehidupan beragama. Berikut nasihat Imam Imam Syafi’I yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

"Barang siapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia" (Imam Syafi'i)

"Doa disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran". (Imam Syafi'i)

"Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat". (Imam Syafi'i)

"Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu". (Imam Syafi'i)

"Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang ditenun". (Imam Syafi'i)

"Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu dan kematian di pelupuk matamu". (Imam Syafi'i)

"Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing". (Imam Syafi'i)

"Amalan yang paling berat diamalkan ada tiga, yaitu dermawan saat yang dimiliki sedikit, menghindari maksiat saat sunyi tiada siapa-siapa, dan menyampaikan kata-kata yang benar di hadapan orang diharap atau ditakuti". (Imam Syafi'i)

"Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemeralatannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena dia tidak pernah meminta". (Imam Syafi'i)

"Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira bahwa ia merasa ridho". (Imam Syafi'i)

"Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang". (Imam Syafi'i)

"Apabila engkau memiliki seorang sahabat yang membantumu dalam ketaatan kepda Allah, maka genggam eratlah ia, jangan engkau lepaskan. Karena mendapatkan seorang sahabat yang baik adalah perkara yang sulit, sedangkan melepaskannya adalah perkara yang mudah". (Imam Syafi'i). [yy/muhyiddin/republika]