15 Muharram 1444  |  Sabtu 13 Agustus 2022

basmalah.png

Tata Cara Shalat Duduk Bagi yang Sakit dan Tidak Mampu Berdiri

Tata Cara Shalat Duduk Bagi yang Sakit dan Tidak Mampu Berdiri

Fiqhislam.com - Tata cara shalat duduk bagi orang sakit dilakukan dengan membaca bacaan yang sama dengan shalat pada umumnya. Perbedaanya hanyalah pada beberapa gerakan shalat yang tidak bisa dilakukan ketika kondisi mengerjakan shalat dengan posisi duduk.

Dalam Islam, shalat merupakan amalan wajib yang tidak boleh ditinggalkan setiap muslim yang baligh. Tidak ada alasan tertentu untuk meninggalkan shalat. Bagi yang sakit sekalipun, Allah memberi keringanan agar tetap mengerjakan shalat walaupun dengan posisi duduk.

Keringanan shalat ketika sedang sakit diterangkan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Imran bin Husain.

"Saya menderita wasir, maka saya bertanya kepada Nabi (Muhammad SAW), tentang shalat. Beliau berkata: 'Berdoalah sambil berdiri, jika tidak bisa, maka shalatlah dengan duduk; dan jika tidak mampu, maka shalatlah (berbaring) di sisimu." (HR Al-Bukhari 1066)

shalat dengan posisi duduk diperbolehkan apabila orang yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit tidak mampu lagi berdiri mengerjakan shalat.

shalat dengan posisi duduk sah dilakukan dengan tata cara shalat duduk yang dianjurkan dalam agama Islam.

Berikut tata cara shalat duduk bagi orang sakit dan tidak bisa berdiri:

1. Posisi shalat menghadap Kiblat dengan cara duduk iftirasy, bersila maupun dengan kaki diselonjorkan.

2. Maca niat shalat seperti biasa dengan dilanjutkan membaca doa iftitah dan Al-Fatihah beserta dengan surat pendek.

3. Saat posisi rukuk, tundukkan kepala seperti sedang rukuk pada umumnya.
4. Pada posisi sujud, tundukkan kepala disertai membungkukkan badan sebagai pengganti sujud pada umumnya.

5. Demikian tata caranya di setiap rakaat.

6. Pada saat salam, lakukan seperti shalat umumnya dengan mengucap salam dan menoleh ke kanan terlebih dahulu kemudian ke arah kiri. [yy/lutfan faizi/sindonews]