11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

Qiyamul Lail adalah Jalan Sunyi Para Nabi

Qiyamul Lail adalah Jalan Sunyi Para Nabi

Fiqhislam.com - Sebelum Islam datang, Allah SWT memilih dan mengutus para nabi saleh yang senantiasa menegakkan dakwah dan kebenaran.

Seluruhnya memiliki kebiasaan yang sama, yakni rajin mendirikan waktu malam untuk beribadah berupa dzikir dan sholat malam (qiyamul lail).

Jamal Muhammad Az-Zaki dalam buku Sehat dengan Ibadah menjelaskan, qiyamul lail merupakan kebiasaan klasik yang senantiasa dilakukan orang-orang saleh terdahulu dan bersungguh-sungguh dalam meraih keutamaannya. Hal ini bersumber pula dari hadits-hadits Nabi yang diriwayatkan sejumlah maestro hadits.

Kebiasaan lainnya dari orang-orang saleh mulai dari zaman klasik adalah berpuasa. Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya Isa bin Maryam setiap kali mendapati malam maka segera merapatkan kedua telapak kakinya dan berdiri untuk sholat hingga pagi."

Dalam riwayat lain yang dinukilkan dari Amr bin Al Ash radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallama disebutkan:

إن أَحَبَّ الصيام إلى الله صِيَامُ داود، وأحب الصلاة إلى الله صلاة داود، كان يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وكان يصوم يومًا ويُفطِرُ يومًا

"Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Dawud. Sedangkan sholat yang paling dicintai Allah adalah sholat Dawud, di mana ia tidur di separuh malam dan bangun pada sepertiga malamnya lalu tidur di seperenamnya. Dan dia juga berpuasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya."

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال: كنت مع النبي صلى الله عليه وسلم في سفر وذكر الحديث وفيه: قال صلى الله عليه وسلم: (ألا أدلك على أبواب الخير؟ قال: قلت: بلى يا رسول الله! قال: الصوم جنة، والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار).

Dari Muadz bin Jabal radhyallahu anhu, dia berkata, “Suatu saat aku bersama Nabi SAW dalam perjalanan, lalu beliau sampaikan hadits dan bersabda, “Maukah kalian kutunjukkan pintu-pintu gerbang kebaikan?” Aku jawab, “Bersedia wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Puasa adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan sebagaimana memadamkan api, dan sholat seseorang di tengah malam." [yy/Imas Damayanti/republika]