16 Jumadil-Awwal 1444  |  Sabtu 10 Desember 2022

basmalah.png

Jenis-jenis Qalbu

Jenis-jenis Qalbu

Fiqhislam.com - Setiap orang perlu mengidentifikasi jenis-jenis qalbu dan mengenal qalbu seperti apa yang ada pada dirinya. Di dalam Al-Quran dikenal beragam qalbu. Ada qalbu yang selalu mengajak kita kearah yang positif (konstruktif) dan sebaliknya ada yang senantiasa mengajak kita kepada yang negatif (destruktif).

Tentu harapan kita semua bagaimana qalbu yang kita miliki selalu trend-nya ke hal-hal yang positif, bukannya ke hal-hal negatif.

Jenis-jenis Qalbu positif juga ada beberapa macam. Menurut istilah Al-Quran ada qalbu selalu menyeru kedamaian (qalbun salim/Q.S. al-Syura/26:89), qalbu yang penuh rasa takut dan selalu connect dengan Tuhannya (qalbun munib/Q.S.Qaf/50:33), qalbu yang selalu mengajak kepada ketenangan (qalbun muthmainnah/Q.S. al-Nahl/16:6), qalbu yang selalu aktif berfikir (qalbun ya'qilun/Q.S.al-Haj/22:46), qalbu yang mukmin (qulub al-mu'minin/Q.S.al-Fath/48:4).

Sebaliknya ada beberapa jenis qalbu yang menyeru kepada hal-hal negative, yang menurut istilah Al-Quran qalbu yang angkuh dan sewenang-wenang (qalbun mutakabbir/(Q.S. Gafir/40:35), qalbu yang sakit (qalbun maradh/Q.S. al-Ahdzab/33:32), qalbu yang melampaui batas (qulub al-mu'tadin/Q.S.Ynus/10:74), qalbu yang terkunci, tertutup (khatamallah 'ala qulubihim/Q.S.al-Baqarah/2:7), dan qalbu yang berantakan, terpecah-pecah (qalubuhum syatta/Q.S.al-Hasyr/59:14).

Qalbu yang selalu berorientasi ke hal-hal yang positif tidak mudah mencapainya. Seseorang dituntut untuk melakukan latihan-latihan rohani (spiritual training) secara terus menerus, dalam bahasa tasawuf diistilahkan dengan riyadhah atau mujahadah.

Orang-orang yang konsisten selalu memelihara dan mempertahankan kesucian dirinya dijanjikan akan dianugrahi qalbu yang selalu dilingkupi ridha Tuhan, sebagaimana dijelaskan dalam ayat: Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. (Q.S. Qaf/50:32-33).

Qalbu yang positif tidak pernah berhenti tanpa aktifitas. Aktifitasnya sibuk dan aktif berfikir dan merenungkan kebesaran Allah Swt, sebagaimana dijelaskan di dalam ayat: Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. Q.S. al-Hajj/22:46).

Sebaliknya qalbu yang negatif, selalu mengajak orang kepada hal-hal yang destruktif, qalbunya tertutup mati, angkuh, dan sombong, sebagaimana dijelaskan firman Allah: (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (Q.S. al-Gafir/40:35).

Qalbu negative ini juga selalu menolerir perpecahan dan seperti tidak mau tahu dengan orang lain, sebagaimana disebutkan dalam ayat: Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (Q.S. al-Hasyr/59:14). Kita berharap semoga kita mampu bertransformasi dari qalbu negative ke qalbu positif.  [yy/news.detik]

Prof. Nasaruddin Umar
Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta