15 Jumadil-Awwal 1444  |  Jumat 09 Desember 2022

basmalah.png

Doa Anak Saleh, Haruskah dari Anak Kandung?

Doa Anak Saleh, Haruskah dari Anak Kandung?

Fiqhislam.com - Doa anak saleh kerap disebut doa yang paling mustajab. Pasalnya, amalan dan doa dari anak saleh akan terus mengalir meski orangtuanya sudah meninggal dunia.

Oleh karena itu, banyak orangtua yang selalu mendidik dan berdoa agar anaknya tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah. Namun, apakah doa anak saleh ini hanya teruntuk anak kandung? Lantas, bagaimana dengan pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki anak dan mengadopsi anak angkat?.

Pendiri Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar, Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi, mengatakan bahwa anak kandung berbeda dengan anak angkat. Doa anak saleh memang khusus untuk anak kandung, dan itulah keutamaan orang menikah yang memiliki keturunan.

"Anak angkat itu bukan dari keturunan. Dia dibedakan antara anak yang merupakan anugerah bagian dari keturunannya dan anak yang hubungannya terbentuk dari perbuatan baik, dalam bentuk merawat, mendidik, membesarkan," kata Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi, dikutip dari kanal YouTube DzulqarnainMS.

"Seluruhnya ada pahala, tapi keterkaitan pada keturunan itu ada kekhususan yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan untuk hubungan tersebut," tambahnya.

Kendati demikian, pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki anak masih mendapat kesempatan dengan doa anak angkat yang diajari ilmu bermanfaat.

Ya, apabila mereka mendidik dan membesarkannya menjadi anak yang bermanfaat, maka pahala akan terus mengalir untuknya, sekalipun sudah tiada.

"Dari anak ini dia didik, dia belajar, bermanfaat bagi manusia atas panjang dia bermanfaat bagi manusia, dia menjadi sebab anak ini menjadi orang yang bermanfaat, dia juga dapat aliran pahala dalam hal itu," ujarnya.

Ini termasuk sedekah jariyah. Dikatakan, sedekah jariyah seseorang yang melalui ilmu, kemudian diamalkan, maka pahala akan terus mengalir dan tidak akan terputus walaupun sudah di alam kubur. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:

"Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: Sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, anak saleh yang mendoakan orangtuanya." (HR Muslim Nomor 1631). Wallahu a'lam bishawab. [yy/Intan Afika/okezone]