10 Muharram 1444  |  Senin 08 Agustus 2022

basmalah.png

Apakah Bersalaman Setelah Shalat Berjamaah Sunnah?

Apakah Bersalaman Setelah Shalat Berjamaah Sunnah?

Fiqhislam.com - Seorang terlihat usai shalat berjamaah, mereka saling berjabat tangan. Namun apakah hal tersebut merupakan anjuran Rasulullah SAW.

Melansir laman aboutislam.net, ulama asal Kanada Syekh Ahmad Kutty menjelaskan jika ada yang berpikir bahwa mengatakan, Taqabbalallah (semoga Allah menerima shalat anda) setelah shalat berjamaah adalah bagian dari shalat, percaya bahwa shalat tidak lengkap tanpanya, maka itu sama saja dengan melembagakan bid'ah.

"Kami akan mengatakan tidak ada yang salah dengan berjabat tangan dan saling menyapa setelah shalat. Hukum ini berlaku jika kita melakukannya dengan maksud agar doa saudaranya diterima,"ujar dia.

Ini karena fakta bahwa agama adalah apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena tidak ada ritual seperti itu yang telah ditentukan oleh mereka. Sebaliknya, jika apa yang dikatakan tidak demikian, maka tidak dapat menganggapnya sebagai bid'ah .

Jika seseorang memberi tahu "semoga Allah menerima doa kami", bagaimana itu bisa menjadi bid'ah? Jika kita menerapkan logika ini, maka mengucapkan kata-kata yang baik, atau bersikap ramah terhadap satu sama lain menjadi bid'ah, dengan dalih bahwa Nabi (SAW) dan para sahabatnya tidak pernah melakukan atau mengatakan demikian secara tepat pada waktu dan tempat yang tepat. Namun bukan itu maksud dan tujuan larangan terhadap bid'ah.

Oleh karena itu, jika mengatakan, Taqaballallah adalah tindakan yang tidak bersalah, membalasnya, bagaimanapun, memang merupakan tindakan yang baik.

"Kita harus membalas kebaikan dengan apa yang lebih baik atau setidaknya dengan yang serupa,"ujar dia.

Allah SWT berfirman dalam surat An Nisa ayat 86,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu."

Namun, jika seseorang sedang shalat, lebih baik menunggu sampai dia menyelesaikan shalatnya dan kemudian berjabat tangan dengannya atau mengucapkan, taqaballallah. [yy/Ratna ajeng/republika]