9 Jumadil-Awwal 1444  |  Sabtu 03 Desember 2022

basmalah.png

Duduk dan Bicara Bersama Nabi Saw pada Hari Akhir, Mungkinkah?

Duduk dan Bicara Bersama Nabi Saw pada Hari Akhir, Mungkinkah?

Fiqhislam.com - Anggota Fatwa Dar al-Ifta Mesir, Syekh Uwaidah Utsman mendapat pertanyaan mengenai apakah seorang Muslim akan bisa melihat, duduk bersama dan berbicara dengan Nabi Muhammad SAW di Hari Akhir kelak.

Syekh Utsman menjelaskan, ketika seorang Muslim melihat Nabi Muhammad SAW adalah berkah dan nikmat dari Allah SWT yang ditunggu oleh semua Muslim. Dia kemudian mengutip sebuah riwayat yang mengisahkan seorang sahabat yang menangis.

Lalu Nabi SAW bertanya ada apa dengan dirinya. Kemudian sahabat itu berkata, "Wahai Rasulullah SAW, aku teringat bahwa engkau akan berada di surga yang tertinggi, sementara kami tidak tahu apa yang akan Allah lakukan kepada kami."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Seseorang bersama orang yang dicintainya." Mengetahui Nabi SAW mengucapkan hal tersebut, maka para sahabat merasa senang.

Allah SWT juga berfirman, "Siapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS An-Nisa ayat 69).

Syekh Utsman memaparkan, jika seorang Muslim melakukan perbuatan baik, mencintai Nabi SAW dan melakukan kewajiban-kewajibannya, maka dia harus sadar bahwa dia akan melihat kekasihnya di akhirat kelak. Sebab, ini adalah berkah dan nikmat yang diberikan Allah SWT.

"Kita minta kepada Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada diri kita dan Anda dengan hal itu," tutur dia. [yy/Umar Mukhtar/republika]