<
pustaka.png
basmalah.png

Adakah Firasat 40 Hari Sebelum Ajal Datang?

Adakah Firasat 40 Hari Sebelum Ajal Datang?

Fiqhislam.com - Apakah seseorang itu merasakan firasat akan kematiannya pada empat puluh hari sebelum ajal tersebut benar-benar datang?

Anggota lembaga fatwa Mesir, Syekh Uwaidha Utsman, menjawab pertanyaan tersebut dengan penjabaan sebagai berikut:

Seperti dilansir Masrawy dalam jawabannya, Syekh Uwaidha menjelaskan bahwa tidak ada nas (Al Quran dan hadits) yang menerangkan tentang orang yang akan meninggal mempunyai firasat dalam empat puluh hari sebelum kematiannya datang. Akan tetapi menurutnya hal ini telah menjadi fakta yang telah disaksikan dan dialami.

Seolah seseorang yang hendak meninggal itu berkata, “Saya sudah menyelesaikan tugas saya.” Menurut Syekh Uwaidha hal ini juga terlihat dari seseorang yang gemar menyambung silaturahim, bertaubat, dan menunaikan hak-haknya.

Menurut Syekh Uwaidha semua itu dilakukan seseorang yang memiliki firasat akan kematiannya mungkin karena Allah SWT menghendaki untuk orang tersebut menjadi baik.

Menurutnya tidak ada hadits yang menunjukkan tentang seseorang dapat mempunyai firasat akan kematiannya pada empat puluh hari sebelum kematiannya datang.

Akan tetapi terdapat bukti kejadian yang menunjukan bahwa seseorang itu merasa bahwa ajalnya sudah dekat. Menurutnya hal ini menunjukkan apa yang harus dipersiapkan seorang hamba untuk bersiap menghadap Allah SWT setiap saat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُرِيْدُ أَنْ يُوْصِيَ فِيْهِ يَبِيْتُ لَيْلَتَيْنِ إِلاَّ وَوَصِيِّتُهُ مَكْتُوْبَةٌ عِنْدَهُ

Tidak pantas bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu yang ingin ia wasiatkan untuk melewati dua malamnya melainkan wasiatnya itu tertulis di sisinya.” [yy/Andrian Saputra/republika]

 

 

Tags: Firasat | Ajal | Wafat
top