10 Muharram 1444  |  Senin 08 Agustus 2022

basmalah.png

11 Tempat yang Menjadi Tempat Bersemayamnya Bangsa Jin

11 Tempat yang Menjadi Tempat Bersemayamnya Bangsa Jin

Fiqhislam.com - Selain suka menempel di beberapa anggota tubuh manusia, Jin bersarang di beberapa tempat yang menjadi rumah dan singgasananya. Dinukil dari berbagai Hadis, ada sekitar 11 tempat yang menjadi sarang Jin.

Untuk diketahui, Jin adalah makhluk tersembunyi yang tidak terlihat oleh manusia. Dulu, bangsa Jin menduduki beberapa tempat di langit dan kerap mendengar berita-berita dari Allah. Namun, setelah diutusnya Nabi Muhammad mereka tidak bisa lagi mendengarkan kabar dari langit.

Nenek moyang bangsa Jin ialah Iblis yang dulunya bernama Azazil. Bangsa Jin yang tunduk kepada perintah Iblis inilah kemudian disebut dengan setan. Sebutan setan tak hanya diperuntukan kepada Jin yang mengikuti Iblis, tetapi juga bangsa manusia yang diperdayai oleh setan.

Adapun wujud Jin disebutkan memiliki tanduk, ada yang berukuran kecil seperti lalat. Ada yang memiliki sayap, dan sebagainya. Jin dapat melihat manusia, namun sebaliknya manusia tidak dapat melihat wujud mereka.

Bangsa Jin memiliki jenis kelamin seperti halnya manusia yaitu, laki-laki dan wanita, mereka juga berkembang biak. Mereka mati sebelum hari Kiamat kecuali Ibis yang umurnya ditangguhkan oleh Allah.

Untuk diketahui, bangsa Jin biasa menyukai tempat-tempat sepi yang tidak dihuni oleh manusia. Mereka bertempat tinggal di rumah kosong, gedung tak berpenghuni, lautan, lembah, tempat kotor termasuk lubang-lubang yang ada di muka bumi.

Berikut Tempat-tempat Bersarangnya Jin:

1. Toilet

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya tempat buang air ini kerumuni setan." (HR Ahmad). Toilet menjadi tempat favorit bangsa Jin. Allah berfirman kepada Iblis: "Tempat tinggalmu adalah kamar mandi (WC atau jamban)." (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat lain,Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pohon-pohon (yang orang-orang biasa buang air di dekatnya) ini didiami (oleh setan). Maka, jika salah seorang dari kalian masuk tandas (toilet), hendaklah membaca: "Ya Allah sesungguhnya saya berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan perempuan." (HR Muslim)

2. Pasar

Nabi bersabda: "Jika kamu bisa, janganlah menjadi orang yang pertama masuk pasar, dan yang terakhir keluar pasar. Karena pasar adalah tempat berkumpulnya setan dan di sana mereka menancapkan benderanya." (HR Muslim 2451)

3. Rumah Kosong Atau Bangunan Tak Berpenghuni

Jin acap kali bertempat tinggal di rumah-rumah kosong atau bangunan tak berpenghuni. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al-Baqarah." (HR Muslim 1860). Apabila salah seorang di antara kalian hendak tidur, maka hendaknya membersihkan dengan mengibaskan ujung sarungnya tiga kali. Dan apabila berbaring hendaknya berdoa.

Nabi bersabda: "Apabila seseorang memasuki rumahnya dan berdzikir kepada Allah (dengan membaca Basmalah) tatkala masuk dan makan, setan akan berkata (kepada kawan-kawannya), 'Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam (di rumah ini)'. Dan jika ia masuk namun tidak membaca basmalah, setan akan berkata (kepada kawan-kawannya), 'Kalian mendapatkan tempat menginap', dan jika ia tidak membaca basmalah sebelum makan niscaya setan akan berkata, 'Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam." (HR. Muslim)

4. Lubang

Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian kencing di lubang". Mereka bertanya kepada Qataadah "Apa yang menyebabkan dibencinya kencing di lubang?". Qataadah menjawab: "Dikatakan bahwa ia adalah tempat tinggal Jin." (HR Abu Dawud)

5. Kuburan

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu berkata: Rasulullah bersabda: "Semua tempat di bumi ini adalah Masjid (dapat digunakan untuk shalat atau bersujud) kecuali kamar mandi dan kuburan." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmizi)

6. Kandang Unta

Rasulullah bersabda: "Janganlah kalian shalat di kandang-kandang unta karena di sana terdapat setan. shalatlah di kandang domba karena dia itu membawa berkah." (HR Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

7. Lautan

Dari Jabir berkata Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di lautan. Dari sana dia mengirim pasukannya untuk membuat fitnah (mengacau atau membencanai) umat manusia. Maka siapa yang lebih besar membuat bencana, dialah yang lebih besar jasanya (terhormat) di kalangan mereka". (HR Muslim)

8. Lembah

Dari Ibnu Mas'ud berkata: "Pada suatu malam kami bersama Rasulullah, lalu kami kehilangan beliau lantas kamipun mencari dia di lembah-lembah dan gang-gang. Kami mengatakan "Rasulullah telah diculik." Maka kamipun tidur malam dengan sejelek-jelek malam yang suatu kaum bermalam dengannya. Tatkala tiba waktu pagi hari, tiba-tiba dia datang dari arah Haro', maka kami mengatakan: "Ya Rasulullah, kami kehilangan Anda dan kami mencari Anda namun kami tidak menjumpai anda, lantas kami bermalam dengan sejelek-jelek malam yang suatu kaum bermalam dengannya." (Mendengar ucapan tersebut) maka Rasulullah menjawab: "Datang kepadaku seorang yang mengundang dari kalangan Jin, maka akupun pergi bersamanya dan aku membacakan Al-Quran kepada mereka." (HR Muslim)

9. Tempat-tempat Maksiat

Dari Anas bin Malik: "Iblis telah bertanya pada Allah, katanya: "Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan anak Adam tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir kepada-Mu, oleh itu tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku." Firman Allah: "Tempat kediamanmu adalah di dalam tandas." "Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan anak Adam berkumpul di masjid, di manakah pula tempatku berkumpul?" "Tempatmu berkumpul ialah di pasar-pasar, pesta, pusat membeli-beli, kelab malam, tempat hiburan serta majlis-majlis maksiat."

10. Tempat antara Panas dan Teduh

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata "Apabila salah seorang berada di tempat yang terbuka atau di tengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yang meneduhinya bergerak sehingga sebahagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebahagian lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri (meninggalkan tempat itu)."

11. Pohon Atau Benda Keramat

Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu pernah diperintahkan Nabi untuk menghancurkan Uzza. Pohon keramat yang disembah orang musyrik jahiliyah. Setelah Khalid bin Walid menebang ketiga pohon yang dikeramatkan di tempat itu, dan membantai setiap orang yang mencoba menghalangi, dia menghadap Nabi. Dia bersabda: "Kembali, kamu belum melakukan apapun." Khalid pun segera kembali. Tiba-tiba banyak orang naik ke bukit. Mereka memanggil-manggil: "Wahai Uzza, Wahai Uzza." Khalid pun mendatanginya. Ternyata ada wanita telanjang, rambutnya terjuntai, di atas kepalanya ada pasirnya. Khalid dengan sigap menusukkan pedangnya, sampai dia mati. Setelah diceritakan kepada Nabi, dia bersabda: "Itulah Uzza". (HR an-Nasai dalam Sunan Al-Kubro).

Selain 11 tempat tersebut, kita perlu mengetahui tempat-tempat yang disukai Jin dalam tubu manusia. Setidaknya ada 5 anggota tubuh manusia yang menjadi tempat tinggal Jin.

1. Lubang Mulut

Jin selalu berusaha masuk ke lubang tubuh manusia saat sedang menguap. Seperti diriwayatkan Abu Said bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkan tangannya pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersama dengan orang yang menguap." (HR Muslim)

2. Di Bawah Kuku

Rasulullah SAW menganjurkan manusia agar rutin memotong kuku. Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Potonglah (perpendek) kuku-kukumu, sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang." (HR. Ahmad)

3. Lubang Hidung

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah memasukkan (istinsyaq) dan mengeluarkan air dari hidung (istintsar) 3 kali, karena setan itu menginap di rongga hidungnya." (HR. Muslim)

4. Telinga

Sebagaimana diceritakan dari Abdullah, bahwa di sisi Nabi ada seorang laki-laki yang sedang tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat malam. Lalu Beliau bersabda: "Setan telah kencing di telinganya." (HR. Muslim)

5. Urat Darah Manusia

Jin atau setan juga masuk ke dalam tubuh manusia lewat aliran darah manusia. Dari aliran darah inilah Jin berusaha memperdaya manusia. Dari Shafiyah binti Huwai bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran darah dalam tubuhnya." (HR Muslim).

Cara Berlindung dari Gangguan Jin

Agar kita tidak diganggu Jin atau diperdaya setan, Rasulullah SAW memberi tips agar senantiasa membaca kalimat pendek ini.

Kalimat singkat ini bisa membuat setan mengecil menjadi seukuran lalat. Bacaan itu tidak lain adalah kalimat Basmalah (بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ) atau Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim.

Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan Abu Dawud dari Walid Abu Malih, ayahnya yang pernah dibonceng Rasulullah menceritakan:

كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَعَثَرَتْ دَابَّتُهُ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ . فَقَالَ لاَ تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولَ بِقُوَّتِى وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

"Ketika aku dibonceng Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba-tiba unta beliau tergelincir. Serta merta aku mengatakan, "Celakalah setan." Maka beliau bersabda: "Jangan kamu katakan, 'celakalah setan,' sebab jika kamu katakan seperti itu maka setan akan membesar sebesar rumah dan dengan sombongnya setan akan berkata: 'itu terjadi karena kekuatanku'. Akan tetapi, ucapkanlah: "Bismillah" sebab jika engkau mengucapkan Basmalah, setan akan mengecil hingga seukuran lalat." (HR Abu Dawud).

Dalam riwayat lain, Rasulullah memerintahkan umatnya: "Tutuplah pintu-pintu, serta sebutlah nama Allah (saat menutupnya), lantaran setan akan tidak buka pintu yang telah terkunci dengan menyebutkan nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum serta bejana-bejana kalian (untuk saat saat ini seperti almari, bupet, kulkas serta yang lain) sembari menyebutkan nama Allah, walau kalian hanya menaruh suatu hal di dalamnya serta (saat akan tidur), matikanlah lampu-lampu kalian." (HR Muslim). Wallahu A'lam. [yy/Rusman H Siregar/sindonews]