12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Selamat dari Kekikiran karena Kekikiran Telah Membinasakan Umat Terdahulu

Selamat dari Kekikiran karena Kekikiran Telah Membinasakan Umat Terdahulu

Fiqhislam.com - Tidak sedikit orang kaya (berkemampuan) yang bersifat bakhil. Tangannya berat untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, seperti anak yatim, orang miskin, atau sanak saudaranya yang sedang ditimpa kesulitan.

Sebaliknya, ia mudah sekali mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kurang penting (sekunder, bahkan tersier), terutama berkait dengan gaya hidup. Misalnya, makan di restoran, gonta-ganti gadget, belanja pakaian, membeli kosmetika impor, hingga membeli kendaraan baru.

Allah menyuruh kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, dan hamba sahaya (QS [4]: an-Nisa: 36). Sebaliknya, Allah melarang kita bersifat bakhil (kikir). Allah SWT dan Rasulullah SAW mengingatkan setiap Muslim agar jangan sekali-kali menjadi orang yang pelit.

Sesungguhnya kebakhilan itu merugikan dirinya sendiri, dunia dan akhirat. Kekikiran akan mencelakakan dirinya. Dan sesungguhnya harta yang tidak disedekahkan itu akan binasa.

Mengapa ada orang yang bakhil, tidak mau berzakat dan sedekah, dan tidak mau membantu orang yang membutuhkan? Salah satu alasannya, karena dia takut miskin. Padahal itu hanyalah bisikan setan. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan.” (QS al-Baqarah [2]: 268)

Tidak ada orang yang miskin karena bersedekah. Kata Nabi, “Sedekah tidak akan mengurangi (sedikitpun) dari harta (seseorang).” (HR Muslim). Kalau orang yang bakhil beranggapan bahwa kekikiran itu bermanfaat bagi dirinya, sungguh itu merupakan anggapan yang keliru, dan ia telah tertipu.

“Jangan sekali-kali orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan terhadap mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka …” (QS Ali Imran [3]: 180).

Bahkan, Allah SWT menegaskan, “Dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.” (QS Surat Muhammad: 38)

Rasulullah mengingatkan, kekikiran telah membinasakan umat terdahulu. “Berhati-hatilah kalian dengan sifat bakhil, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa karena kebakhilan….” (HR Abu Daud, dari Abdullah bin Umar).

Bahkan, Rasulullah menegaskan, Allah SWT mengharamkan kekikiran seperti Dia mengharamkan dosa durhaka kepada ibu bapak. “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu bapak, mengubur hidup-hidup anak perempuan, kikir dan suka meminta-minta…” (HR Bukhari-Muslim).

Semoga Allah selamatkan kita dari sifat kikir agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. Seperti firman Allah SWT, “Dan barangsiapa yan dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS al-Hasyr: 9). [yy/republika]

Oleh Irwan Kelana