12 Muharram 1444  |  Rabu 10 Agustus 2022

basmalah.png

Bertaubat dari Dosa dengan Berbakti Kepada Orangtua

Bertaubat dari Dosa dengan Berbakti Kepada Orangtua

Fiqhislam.com - Sebagai manusia biasa pasti tidak satupun yang luput dari dosa. Adakalanya kesalahan yang dilakukan tersebut tanpa disadari atau tidak disengaja termasuk terhadap kedua orang tua.

Dosa yang diakibatkan oleh perbuatan-perbuatan yang melanggar perintah Allah SWT itu akan membawa kepada azab. Oleh karena itu wajib pula bagi setiap orang beriman untuk melakukan taubat atau kembali kepada fitrah manusia dengan berbakti kepada kedua orang tua.

Hal itu seperti dikatakan Rasulullah dari Ibnu Umar ra bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW selalu berkata,

"Wahai Rasulullah! Sungguh, aku telah melakukan dosa besar. Masih adakah kesempatan taubat untukku?

"Beliau menjawab, apakah kamu masih mempunyai Ibu?" Ia menjawab "Tidak.

"Beliau bertanya "Apakah kamu masih mempunyai bibi dari pihak ibu?

"Ia menjawab, "Ya,

"Beliau bersabda, "Kalau begitu, berbaktilah kamu kepadanya," (HR Tirmidzi)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 23).

Para mufasir menjelaskan ayat tersebut yaitu janganlah kamu mengeluarkan kata-kata yang buruk kepada keduanya, sehingga kata 'ah' pun yang merupakan kata-kata buruk yang paling ringan tidak diperbolehkan.

""Ah" itu adalah kata-kata yang paling lembut dalam Alquran yang tidak boleh dikatakan kepada orang tua," kata Dr. Tgk. Mutiara Fahmi, Lc. MA saat memberikan khutbah di Masjid Babul Maghfirah.

"Begitu saja tidak boleh kita menyakiti mereka apalagi dengan perbuatan yang lain," tambahnya.

Setelah melarang mengeluarkan perkataan dan perbuatan buruk ter­hadap kedua orang tua, Allah memerintahkan untuk berbuat baik dan bertutur sapa yang baik kepada kedua.

Yaitu bertutur sapa yang baik dan lemah lembutlah kepada keduanya, serta berlaku sopan santunlah kepada keduanya dengan perasaan penuh hormat dan memuliakannya.

Dari Usaid Malik bin Rabi'ah ra, ia berkata: Ketika kami bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seorang laki-laki dari bani Salimah datang, lalu berkata. "Wahai Rasulullah! Masih adakah yang dapat saya lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal?"

"Beliau menjawab ada, yaitu mendoakan mereka berdua, memohonkan ampun untuk mereka, melaksanakan janji mereka sepeninggalannya, menyambung hubungan sanak kerabat yang terkait dengan mereka, dan memuliakan teman-teman mereka." (HR Abu Daud). [yy/republika]

Oleh Hamdani