14 Muharram 1444  |  Jumat 12 Agustus 2022

basmalah.png

Alam Kubur: Seorang Mukmin akan Memperoleh Kenyamanan dari Kelelahan Dunia

Alam Kubur: Seorang Mukmin akan Memperoleh Kenyamanan dari Kelelahan Dunia

Fiqhislam.com - Kehidupan umat manusia pada dasarnya akan berlanjut hingga kelak di akhirat. Persinggahan sebelum ke akhirat adalah alam kubur.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa, kematian bagi seorang mukmin adalah istirahat. Dari Muhammad bin Amru bin Halhalah dari Ma’bad bin Ka’ab bin Malik dari Abu Qatadah bin Rib’i Al-Anshari, dia menceritakan:

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم مُرَّ عليه بجنازةٍ فقال: مستريحٌ ومستراحٌ منه، فقالوا: يا رسولَ اللهِ مَن المستريحُ والمستراحُ منه؟ فقال: العبدُ المؤمنُ يستريحُ مِن نصَبِ الدُّنيا وأذاها إلى رحمةِ اللهِ والمستراحُ منه العبدُ الفاجرُ يستريحُ منه العبادُ والبلادُ والشَّجرُ والدَّوابُّ

Rasulullah Saw pernah melewati jenazah. Kemudian beliau bersabda: ‘Telah tiba gilirannya seorang mendapat kenyamanan atau yang lain menjadi nyaman.’ Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa maksud engkau ada orang yang mendapat kenyamanan atau yang lain menjadi nyaman?’.

Maka Nabi pun menjawab, ‘(yakni) seorang yang Mukmin akan memperoleh kenyamanan dari kelelahan dunia dan kesulitan-kesulitannya menuju jalan Allah. Sebaliknya, hamba yang jahat, manusia, negara, pepohonan, atau hewan menjadi nyaman karena kematiannya.”

Siapa saja yang memiliki kehidupan di alam kubur? Alquran menjelaskan kehidupan para pejuang yang syahid di jalan Allah ﷻ atau syuhada sebagai berikut:

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (Ali Imran ayat 169)

Di ayat tersebut kehidupan para syuhada di alam kubur ditandai dengan hidup dan diberi rezeki.

Apakah para ulama yang wafat bukan karena perang tidak memiliki kehidupan di alam kubur? Tetap hidup, seperti penjelasan yang dikutip oleh Al-Hafidz Ibnu Asakir:

ﻗﺎﻝ اﻷﺻﻤﻌﻲ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻣﻴﺮ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ اﻟﻤﺄﻣﻮﻥ ﺳﻨﺔ ﺃﺭﺑﻊ ﻋﺸﺮﺓ ﻭﻣﺎﺋﺘﻴﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻘﺪ ﺧﺺ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺩﺭﻳﺲ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺑﺎﻟﻮﺭﻉ ﻭاﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻟﻔﺼﺎﺣﺔ ﻭاﻷﺩﺏ ﻭاﻟﺼﻼﺡ ﻭاﻟﺪﻳﺎﻧﺔ ﻟﻘﺪ ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺑﻲ ﻫﺎﺭﻭﻥ ﻳﺘﻮﺳﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﻭاﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺣﻲ ﻳﺮﺯﻕ

Ashmui berkata, "Saya melihat pemimpin umat Islam, Al-Ma'mun, pada 214 berkata: Allah telah mengistimewakan Asy Syafii dengan sifat wira'i, ilmu, kefasihan, adab, kesalehan dan agamis. Saya mendengar ayah saya, Harun Ar Rasyid, bertawassul dengan Asy Syafii. Dan Asy Syafii hidup serta diberi rezeki." (Tarikh Dimasyq, 51/323). [yy/republika]

Oleh KH Ma'ruf Khozin, Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur