24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

2 Sifat Mukmin yang Mendatangkan Kedamaian dan Ketenteraman

2 Sifat Mukmin yang Mendatangkan Kedamaian dan Ketenteraman

Fiqhislam.com - Hidup bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT sangatlah istimewa. Ini setidaknya lantaran dua sifat yang jika dimiliki dengan baik akan mendatangkan kedamaian dan ketenteraman.

Pendiri Pusat Dakwah Alquran al-Fahmu Institute Jakarta, Ustadz Fahmi Salim, sebagaimana dikutip dari bukunya yang berjudul "Tadabbur Qur'an di Akhir Zaman" terbitan Pro-U Media, menjelaskan terdapat dua sifat yang harus dimiliki seorang Muslim dalam menjalani hidupnya agar dia enjoy, tenang, dan tenteram.

Dia menjelaskan, dua sifat itu adalah sebagaimana yang dimiliki Allah dalam Asmaul Husna, yaitu Shabbarun Syakur, sifat Mahapenyabar dan Mahabersyukur. Artinya, kata dia, seorang Muslim harus memiliki sifat sabar dan pandai bersyukur.

Menurut Ustadz Fahmi, sabar dan syukur inilah kunci dalam menjalani kebahagiaan hidup. Rasulullah Saw bersabda:

بًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan, kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya, apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim dan Ahmad)

Ustadz Fahmi menuturkan, di dunia ini setiap orang pasti akan menghadapi berbagai masalah, baik dalam kehidupan pribadi, rumah tangga, maupun dalam interaksi sosial di masyarakat.

Menurut dia, tak ada jalan kebahagiaan lain dalam menghadapi berbagai persoalan hidup itu, selain mencari solusi terbaik kemudian bersabar.

“Setelah itu, tanamkan dalam benak kita rasa syukur kepada Allah SWT bahwa sebesar apapun musibah yang menimpa kita, sesungguhnya itu hanya sedikit dan sangat kecil jika dibandingkan dengan nikmat dan karunia-Nya yang begitu luas,” jelas lulusan Al-Azhar Kairo Mesir ini. [yy/Muhyiddin/republika]