10 Rajab 1444  |  Rabu 01 Februari 2023

basmalah.png

Seperti Nabi Isa, Nabi Yehezkiel Juga dapat Menghidupkan Orang Mati

Seperti Nabi Isa, Nabi Yehezkiel Juga dapat Menghidupkan Orang Mati

Fiqhislam.com -  Selain Nabi Isa AS ada nabi lain yang bisa menghidupkan orang yang telah mati. Dia adalah Nabi Yehezkiel atau dalam pelafalan bahasa Arab disebut Hizqil. Ath-Thabari dalam kitabnya berjudul "Ta’rikh al-rusul wa’l-muluk" menyebut hal itu mengacu kepada Surat Al-Baqarah ayat 243 dan riwayat-riwayat dari para ulama terdahulu.

Perihal mukjizat Nabi Isa yang dapat menghidupkan orang mati bisa dilihat dalam Al-Quran surat Ali ‘Imran Ayat 49.

وَرَسُوۡلًا اِلٰى بَنِىۡۤ اِسۡرٰٓءِيۡلَ ۙ اَنِّىۡ قَدۡ جِئۡتُكُمۡ بِاٰيَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ ۙۚ اَنِّىۡۤ  اَخۡلُقُ لَـكُمۡ مِّنَ الطِّيۡنِ كَهَیْـــَٔةِ الطَّيۡرِ فَاَنۡفُخُ فِيۡهِ فَيَكُوۡنُ طَيۡرًاۢ بِاِذۡنِ اللّٰهِ‌‌ۚ وَاُبۡرِئُ الۡاَكۡمَهَ وَالۡاَبۡرَصَ وَاُحۡىِ الۡمَوۡتٰى بِاِذۡنِ اللّٰهِ‌ۚ وَ اُنَبِّئُكُمۡ بِمَا تَاۡكُلُوۡنَ وَمَا تَدَّخِرُوۡنَۙ فِىۡ بُيُوۡتِكُمۡ‌ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيَةً لَّـكُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِيۡنَۚ

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): ‘Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (QS Ali Imran:49).

Sedangkan mukjizat Nabi Yehezkiel, menurut Ath-Thabari atau yang bernama lengkap Abu Ja'far Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib al-Amali ath-Thabari, tercantum dalam Surat Al-Baqarah Ayat 243 dan riwayat-riwayat dari para ulama terdahulu.

Allah SWT berfirman:

اَلَمۡ تَرَ اِلَى الَّذِيۡنَ خَرَجُوۡا مِنۡ دِيَارِهِمۡ وَهُمۡ اُلُوۡفٌ حَذَرَ الۡمَوۡتِ ۖ فَقَالَ لَهُمُ اللّٰهُ مُوۡتُوۡا ثُمَّ اَحۡيَاھُمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَذُوۡ فَضۡلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰـكِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا يَشۡکُرُوۡنَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: ‘Matilah kamu,’ kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS Al-Baqarah:243)

Diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbih: Kemalangan menimpa beberapa orang Israel, disebabkan adanya bencana pada waktu itu. Mereka mengeluh tentang apa yang telah terjadi kepada mereka, ‘Apakah kami akan dimatikan?! Kami ingin beristirahat dari apa yang kami alami sekarang.’

Allah berfirman kepada Yehezkiel: "Umatmu mengeluhkan kemalangan, menyatakan bahwa mereka ingin mati dan beristirahat. Tetapi apa yang tersisa bagi mereka dalam kematian? Apakah mereka berpikir bahwa Aku tidak dapat membangkitkan mereka setelah kematian? Jadi berangkatlah ke dataran yang luas itu, karena di sana ada empat ribu."

Mereka adalah orang-orang yang dikisahkan oleh Allah: "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati." (QS Al-Baqarah:243).

Bangkitlah dan kabarkan kepada mereka! Sekarang tulang belulang mereka sudah berserakan, burung-burung dan binatang pemangsa telah menceraiberaikan mereka.

Namun Yehezkiel menyeru mereka, berkata: "Wahai tulang belulang yang berserakan! Allah memerintahkanmu untuk menyatu kembali!".

Dan tulang belulang dari masing-masing orang menyatu kembali. Kemudian Yehezkiel menyeru untuk kedua kalinya, mengatakan: "Wahai tulang belulang! Allah memerintahkanmu untuk dibalut daging!"

Mereka kemudian ditutupi oleh daging dan, setelah daging, oleh kulit, dan menjadi tubuh.

Kemudian Yehezkiel menyeru untuk ketiga kalinya, mengatakan: "Wahai engkau roh! Allah memerintahkanmu untuk kembali ke tubuhmu!"

Roh mereka hadir atas izin Allah, dan mereka memuji-Nya dengan serentak.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Murrah al-Hamdani, Ibnu Mas’ud, dan beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW: “‘Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: ‘Matilah kamu,’ kemudian Allah menghidupkan mereka.’"

Di sebuah kota bernama Dawardan, sebelum Wasit, sebuah wabah terjadi. Orang-orang kebanyakan melarikan diri dan menetap di satu wilayah; sebagian besar dari mereka yang tinggal di kota itu mati, sementara yang lainnya melarikan diri dan tidak banyak dari mereka yang mati.

Ketika wabah hilang, mereka kembali ke kota dengan aman. Mereka yang selamat (orang-orang yang tidak meninggalkan kota) berkata: "Teman-teman kami ini lebih teguh daripada kami. Jika kami telah melakukan apa yang mereka lakukan, kami (maksudnya orang-orang yang tetap tinggal di kota) akan tetap hidup. Sesungguhnya, jika wabah itu terjadi untuk kedua kalinya, kami akan pergi bersama mereka."

Sebuah wabah terjadi kembali tahun berikutnya, dan mereka melarikan diri, menjadi tiga puluh ribu lebih banyak, menetap di sebuah tempat yang merupakan lembah yang luas. Di lembah, salah satu malaikat menyeru mereka dari bawah dan yang lainnya dari atas: "Matilah!" Dan mereka mati, sehingga mereka semua binasa dan tubuh mereka membusuk.

Seorang nabi bernama Yehezkiel melewati mereka. Ketika dia melihat mereka, dia berhenti dan mulai memikirkan mereka. Dia menaruh jari-jarinya di mulutnya (berpikir), dan Allah berfirman kepadanya: "Wahai Yehezkiel! Apakah engkau ingin Aku menunjukkan kepadamu bagaimana Aku akan menghidupkan mereka?"

Yehezkiel menjawab, "Ya." Satu-satunya hal yang terlintas di pikirannya adalah dia ingin melihat kekuasaan Allah atas mereka, jadi dia berkata "Ya".

Dia diberi perintah, "Panggillah!"

Jadi dia memanggil: "Wahai kalian tulang-belulang! Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk menyatu kembali!"

Tulang belulang itu mulai berterbangan dari satu ke yang lainnya sampai mereka menjadi kerangka yang utuh. Kemudian Allah berfirman kepadanya: "Berserulah engkau kepada tulang belulang! Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk dibalut dengan daging!"

Dan mereka menjadi ditutupi darah dan daging, dan pakaian yang mereka bawa saat mati menutupi tubuh mereka kembali. Kemudian dikatakan kepadanya, "Serulah!" Dan dia berseru: "Wahai kalian tubuh! Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk bangkit!" Jadi mereka bangkit.

Selanjutnya, Mujahid bin Jabir meriwayatkan: Orang-orang ini berkata, setelah dihidupkan kembali: "Kemuliaan bagimu, Tuhan kami! Kami memuji Engkau! Tidak ada Tuhan selain Engkau."

Kemudian mereka kembali ke orang-orang mereka hidup-hidup, mengetahui bahwa mereka telah mati, dengan warna orang mati di wajah mereka. Mereka mengenakan bukan pakaian kotor seperti kain kafan. Kemudian mereka mati pada waktu yang ditentukan yang telah ditetapkan bagi mereka.

Siapa Yehezkiel?

Identitas Yehezkiel di dalam Islam masih menjadi perdebatan. Aysha Hidayatullah, seorang professor Studi Islam dari Universitas San Fransico, Amerika Serikat, dalam buku Encyclopedia of Islam, mengatakan bahwa Yehezkiel adalah salah seorang nabi di dalam Islam, dan di dalam Islam dia disebut dengan nama Zulkifli.

Nama Zulkifli disebutkan sebanyak dua kali di dalam al-Quran yakni dalam surat Sad ayat 48 dan surat Anl-Anbiya ayat 85:

وَاذۡكُرۡ اِسۡمٰعِيۡلَ وَ الۡيَسَعَ وَذَا الۡكِفۡلِ‌ؕ وَكُلٌّ مِّنَ الۡاَخۡيَارِؕ

Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” ( QS Sad : 48).

وَاِسۡمٰعِيۡلَ وَاِدۡرِيۡسَ وَذَا الۡكِفۡلِ‌ؕ كُلٌّ مِّنَ الصّٰبِرِيۡنَ‌

Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.” ( QS Al-Anbiya : 85)

Hanya saja, menurut Ath-Thabari, yang dimaksud Zulkifli dalam ayat di atas adalah seorang nabi, tapi dia merupakan orang yang berbeda dengan Yehezkiel.

Menurut al-Tabari, Zulkifli adalah putra dari Nabi Ayyub. Waktu itu dikisahkan, menjelang kematiannya saat dia berusia 93 tahun, Ayyub menunjuk Hawmal, putranya, untuk menjadi pewarisnya. Namun, setelah Ayyub meninggal, Allah SWT menunjuk putra Ayyub lainnya yang bernama Bishr untuk menjadi seorang nabi, dialah yang kemudian disebut dengan nama Zulkifli oleh Allah SWT.

Zulkifli kemudian diperintahkan oleh-Nya untuk mendakwahkan tentang Ketauhidan. Zulkifli tinggal sepanjang hidupnya di Suriah, dan dia meninggal pada usia 75. Sebelum meninggal, Zulkfli menunjuk putranya, Abdan, untuk menjadi pewarisnya.

Dalam kitab yang sama ath-Thabari mengatakan bahwa Yehezkiel adalah seorang nabi dari keturunan bangsa Israel. Kisah tentang Yehezkiel merupakan salah satu kisah yang disebutkan di dalam al-Quran, namun siapa nama tokohnya tidak disebutkan.

Menurut ath-Thabari, semua ulama terdahulu – sahabat Nabi dan beberapa generasi setelahnya – sepakat bahwa Yehezkiel adalah salah satu wali di antara wali-wali lainnya yang bertanggung jawab terhadap bangsa Israel. Nama lengkapnya adalah Yehezkiel bin Buzi, dan dia adalah orang yang biasa disebut Ibnu al-Ajuz (anak dari seorang wanita tua).

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak:
“Yehezkiel bin Buzi dinamai Ibnu al-Ajuz karena ibunya meminta kepada Allah SWT seorang anak laki-laki meskipun dia sudah tua dan mandul. Kemudian Allah memberikannya kepadanya. Untuk alasan itulah dia disebut ‘putra wanita tua.’ Dialah yang mendoakan orang-orang, yang disebutkan Allah dalam kitab suci kepada Muhammad SAW, sebagaimana itu telah sampai kepada kita: ‘Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati.’” [yy/Miftah H Yusufpati/sindonews]