9 Jumadil-Awwal 1444  |  Sabtu 03 Desember 2022

basmalah.png

Meninggalkan Imam Saat Shalat Berjamaah, Bagaimana Hukumnya?

Meninggalkan Imam Saat Shalat Berjamaah, Bagaimana Hukumnya?

Fiqhislam.com - Ketika seorang Muslim sedang mendirikan shalat berjamaah, idealnya terdapat imam dan makmum dalam shalat tersebut. Namun, apa hukumnya jika seorang makmum meninggalkan imam saat shalat berjamaah sedang berlangsung?

Imam Syafii dalam kitab Al-Umm menjelaskan apabila imam melakukan shalat tertentu kemudian makmum keluar dari shalat tanpa memutus dari imam dan tanpa ada uzur pada diri si makmum, maka menurut Imam Syafii hal ini hukumnya makruh. Beliau juga berpendapat bahwa mustahab bagi makmum tersebut untuk mengulang shalatnya sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath).

Namun, apabila dia melaksanakan shalat dengan niat munfarid (sendirian), maka tidaklah pasti baginya untuk mengulang shalat. Itu terjadi ketika seseorang keluar dari shalat Muadz, yakni ketika dia memulai shalat dengan bermakmum kepadanya, ternyata tidak pernah diketahui bahwa Nabi SAW memerintahkannya untuk pulang.

Sedangkan sebaliknya, jika imam yang meninggalkan shalat berjamaah, Imam Syafii berkata, “Jika seorang bermakmum kepada imam, lalu orang itu melaksanakan shalat satu rakaat bersama imam, atau memulai shalat bersamanya, tetapi imam itu tidak menyempurnakan satu rakaat; atau imam itu melaksanakan lebih dari satu rakaat, tetapi imam itu tidak menyelesaikan shalatnya, sehingga shalatnya rusak, maka dia harus mengulang shalatnya. Apabila makmum adalah musafir dan imam adalah mukim, maka makmum harus menyelesaikan shalatnya sebagai shalat orang yang mukim. Karena bilangan shalat imam harus dia lakukan juga”. [yy/Imas Damayanti/republika]