15 Jumadil-Awwal 1444  |  Jumat 09 Desember 2022

basmalah.png

Apakah Golongan Jin Memiliki Rasul dari Kaumnya?

Apakah Golongan Jin Memiliki Rasul dari Kaumnya?

Fiqhislam.com - Di dalam Alquran Surah Al-An'am Ayat 130 dijelaskan bahwa golongan jin dan manusia sudah mendapat petunjuk dari Rasul-Rasul. Mereka menyampaikan ayat-ayat Allah kepada golongan jin dan manusia.

Dalam tafsir Kementerian Agama pada ayat ini, diterangkan tentang Rasul yang diutus untuk golongan jin.

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۗ قَالُوْا شَهِدْنَا عَلٰٓى اَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا كٰفِرِيْنَ

"Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, “(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir." (QS Al-An'am: 130)

Ayat ini dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, diterangkan, di akhirat nanti, kepada semua jin dan manusia yang durhaka, yang tidak mengikuti ajaran Rasul dan tidak mengindahkan larangan Allah yang disampaikan Rasul kepada mereka sehingga mereka berbuat sewenang-wenang di bumi, akan dikemukakan kepadanya pertanyaan.

"Apakah tidak datang kepadamu Rasul-rasul Kami, memperingatkan kamu dan memberi petunjuk yang benar agar kamu tidak tersesat dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Kami?" Mereka jin dan manusia tidak berdaya menjawabnya, dan mereka menyesali segala yang mereka perbuat semasa di dunia, dan dengan menundukkan kepala mereka mengakui kesalahan-kesalahan mereka.

Mereka seraya menjawab, "Kami mengakui bahwa Rasul Allah telah datang kepada kami dan telah memberikan peringatan dan ajaran-ajaran yang baik yang seharusnya kami perhatikan dan kami ikuti dengan patuh dan taat, tetapi kami tidak mengindahkannya, bahkan kami mendustakan mereka dan memperolok-olok seruan mereka."

Mereka telah ditipu dan diperdaya oleh kehidupan dunia dan mereka silau oleh harta, wanita, pangkat dan kedudukan. Sehingga hati mereka menjadi beku, mata mereka menjadi buta, tidak dapat lagi membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk. Mereka tidak dapat lagi melihat cahaya ajaran Ilahi yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Para Rasul itu telah membacakan kepada mereka ayat-ayat yang diturunkan Allah dan telah memperingatkan mereka bahwa di akhirat nanti akan ada hari pembalasan di mana orang-orang yang berbuat baik akan masuk surga dan orang-orang yang ingkar akan disiksa dalam neraka.

Di kala itulah mereka (jin dan manusia) mengaku terus terang bahwa mereka dahulu (di dunia) memang ingkar dan kafir, mendustakan Rasul-rasul dan tidak percaya dengan adanya hari akhirat.

Mengenai Rasul-rasul yang diutus itu, apakah mereka terdiri dari manusia atau ada pula Rasul-rasul dari golongan jin yang diutus kepada umatnya. Jumhur ulama berpendapat bahwa Rasul-rasul itu semuanya terdiri dari manusia, tetapi bertugas untuk menyampaikan dakwah kepada jin dan manusia.

Jumhur ulama berpendapat, tidak ada Rasul-rasul dari kalangan jin. Alquran dan hadis-hadis sahih menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga diutus kepada jin seperti tersebut dalam ayat berikut ini.

"Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Alquran, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, 'Diamlah kamu (untuk mendengarkannya!)' Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, 'Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Alquran) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus'." (QS Al-Ahqaf: 29-30). [yy/ihram]