22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Kenapa Manusia Disebut Makhluk Suci?

Kenapa Manusia Disebut Makhluk Suci?

Fiqhislam.com - Muncul pertanyaan dari banyak orang terkait fitrah manusia. Mereka bertanya, "Jika manusia itu diciptakan dari setetes air mani yang hina, lalu mengapa saat dilahirkan menjadi fitrah (suci)?" Nah, simak jawabannya dari Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi berikut ini. Ustadz Ady mengatakan pertanyaan terkait manusia makhluk suci tersebut berkaitan dengan Surah Al Insan Ayat 2:

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (QS Al Insan: 2).

"Juga berkaitan dengan ayat lain yang menceritakan penciptaan manusia yang dari air mani kemudian menjadi segumpal darah, lalu dibentuknya tulang dan dibungkus dengan daging hingga membentuk rupa yang sempurna, lalu ditiupkan ruh," jelas Ustadz Ady dalam keterangannya kepada Okezone.

Ia menerangkan, maka yang menjadikan manusia fitrah atau suci adalah:

1. Perjalanan selama proses penciptaan yang Allah Subhanahu wa ta'ala ciptakan dengan sebaik-baiknya rupa.

2. Kemudian Allah Ta'ala simpan pada tempat yang kukuh (rahim), kepada makhluk yang Allah muliakan, makhluk tersebut bernama wanita, yang Allah ciptakan dengan penuh kehati-hatian dan Allah tiupkan kepada wanita sebuah rasa kasih sayang yang besar.

3. Lalu diperkuat fitrahnya dengan ditiupkannya ruh yang kemudian di sana terjadi ikrar antara Allah dengan ruh tersebut yang tercantum dalam Surah Al Araf Ayat 172. Yang mana para ruh (calon bayi) tersebut mengiyakan dan menyaksikan akan ketuhanan Allah. Maka di situlah fitrah manusia mulai terlihat yaitu pada dasarnya manusia itu suci artinya bertuhankan Allah.

Pendapat imam Ibnu Katsir dalam kitab 'Mukhtashar Tafsir Ibn Katsir II'. Dalam membahas ayat Alquran tersebut, Ibnu Katsir menegaskan bahwa manusia memiliki fitrah bertuhan. Namun setelah beranjak tumbuh, maka orangtuanyalah yang menjadikannya mengingkari ikrar tersebut, bahkan menantang Allah, sebagaimana firman Allah dalam Surah Yasin Ayat 77.

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

"Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata." (QS Yasin: 77).

"Perlu diketahui bahwa di balik penciptaan manusia dari air yang hina maupun dari tanah yakni untuk suatu hikmah, karena potensi kesombongan keangkuhan manusia itu besar. Sedangkan manusia adalah makhluk paling mulia dengan kesempurnaan akal dan kalbu serta fitrah kesucian yang mampu me-manage dan mengantisipasi semua gejolak dan amarah nafsu yang dapat mengangkatnya mencapai derajat mulia dari semua makhluk ciptaan Allah," papar Ustadz Ady.

Ia melanjutkan, potensi kesombongan yang bernaung di dalam diri manusia tersebut sejalan dengan hakikat diri manusia yang tercipta dari tanah, perintah untuk bersujud ke tanah, dan jika mati dikembalikan ke tanah agar manusia senantiasa sadar diri bahwa ia tercipta dari tanah dan sari pati tanah yang hina.

Dengan begitu potensi tersebut tidak berkembang semakin menjadi-jadi. Itu juga belum cukup menyelamatkan manusia dari sikap kesombongannya kecuali senantiasa memohon perlindungan dan hidayah Allah.

Para Rasul, anbiya, waliyullah, orang beriman yang soleh dan syuhada adalah manusia pilihan yang mengalahkan kemulian makhluk Allah yang lain. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sebagai manusia telah mendapatkan posisi puncak sebagai kekasih Allah (Habibullah).

"Maka kembali lagi dengan Surah Al Insan Ayat 2 bahwa Allah hendak mengujinya dengan perintah atau larangan. Yang mana, hal tersebut akan menuntun manusia untuk tetap pada fitrahnya yaitu bertuhankan Allah saja," jelas Ustadz Ady. Demikian semoga kita semua dapat menempa diri kita menjadi orang yang berakhlakul karimah jauh dari sikap sombong karena kita hanyalah tercipta dari saripati tanah atau air yang hina. Wallahu a'lam bishawab. [yy/okezone]