14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Menghilangkan Penyakit Hati dengan Muhasabah Hati

Menghilangkan Penyakit Hati dengan Muhasabah Hati

Fiqhislam.com - Setiap muslim dianjurkan selalu bermuhasabah (instrospeksi) setiap hari. Dengan muhasabah , kita dapat melihat dan merenungi kembali atas apa yang telah dilakukan dan diiringi keinginan untuk memperbaiki di kemudian hari. Salah satu ayat Al-Qur'an tentang muhasabah dibeberkan dalam ayat:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلۡتَـنۡظُرۡ نَـفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ‌ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."(QS. Al-Hasyr:18).

Nah muslimah, selama ini muhasabah yang kita kenal atau populer adalah muhasabah diri atau perilaku. Namun, ternyata ada yang lebih spesifik lagi yakni muhasabah hati. Antara muhasabah diri dan muhasabah hati keduanya memiliki kesamaan yaitu bermaksud untuk melihat pada diri sendiri. Sedangkan perbedaannya, pada muhasabah diri lebih kepada perilaku, sedangkan muhasabah hati lebih pada jiwa atau penyakit hati seperti dengki, dendam, iri hati dan sebagainya, yang justru sering tidak disadari oleh manusia.

Lantas bagaimana cara muhasabah hati ini? Dinukil dari berbagai sumber, muhasabah hati diperlukan bagi seorang muslim dalam rangka memperbaiki kehidupan mental dan spiritualnya. Muhasabah hati dilakukan dengan cara mengingat kembali segala penyakit hati yang sempat dirasakan di dalam hati setiap orang. Bisa jadi dengki, dendam dan semacamnya kita rasakan pada orang lain.

Kunci dari keberhasilan muhasabah hati adalah dengan tiga macam tindakan, yakni:

1. Ikhlas

Munculnya penyakit hati seperti iri, dengki, dan lainnya dikarenakan satu sebab yaitu kurangnya keikhlasan diri. Ikhlas diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menerima segala kenyataan hidup yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala kepadanya.

2. Sabar

Sabar merupakan salah satu bentuk dari ketakwaan kepada Allah Ta'ala yang paling dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Kesabaran biasanya diuji dengan reaksi kita terhadap orang lain. Perilaku mereka yang terkadang tidak sesuai dengan harapan kita agaknya tetap membuat kita bersabar dan menahan diri untuk tidak marah, atau bersikap buruk pada mereka yang menyakiti.

3. Jujur

Kejujuran adalah modal utama dalam hidup. Seseorang yang sudah dianugerahi bentuk manusia yang berakal, tentunya harus tetap bersyukur dengan tidak belaku buruk pada orang lain. Kejujuran mampu menghindarkan kita dari segala masalah yang kemungkinan datang. Hal ini sudah pasti membawa kita dalam rahmat Allah SWT.

Manfaat Muhasabah Hati

Melakukan muhasabah hati bagi seorang muslim selain memang anjuran dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya sebagai berikut:
- Dapat mengetahui berbagai penyakit hati yang selama ini hinggap dalam hatinya
- Menyadari kekurangan diri
- Menyadari kewajibannya sebagai seorang hamba, untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala
- Menyadari bahwa segala penyakit hati adalah sesuatu yang buruk dan tidak bermanfaat.
- Mampu menilai baik dan buruk

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu bermuhasabah diri setiap hari pada malam hari. Begitu juga dengan muhasabah hati, laksanakan setiap pula di setiap malamnya. Wallahu A'lam. [yy/Widaningsih/sindonews]